Mercedes-Benz Indonesia Memperingati Ulang Tahun ke-45

IMG_0232

 

Pada hari ini, 4 Mei 2015 Mercedes-Benz Indonesia memulai serangkaian kegiatan ulang tahun ke-45 dengan tema “Glorious 45” atau “45 Tahun Berjaya”. Bertempat di Djakarta Theater XXI, acara ini menandai peluncuran Mercedes-Benz CLA 45 AMG serta tiga model C-Class terbaru yang dirakit di dalam negeri (C 200 Avantgarde, C250 Exclusive dan C 250 AMG).

Pada sore harinya, di tempat yang sama diselenggarakan acara Mercedes-Benz Talk bertema “Preserving Indonesian Heritage” yang menampilkan sejumlah pembicara yang dihormati di bidangnya masing-masing. Di antaranya Fashion Designer Lenny Agustin, Chef Degan, dan Artistic Director Gianti Giadi (Gigi). Berbagai kegiatan perayaan lainnya telah berlangsung, seperti kompetisi pembuatan poster yang berkaitan dengan 45 tahun Mercedes-Benz di Indonesia, dan ini akan terus berlanjut, yang berpuncak pada perayaan ulang tahun Mercedes-Benz Indonesia pada tanggal 8 Oktober.

Pada perayaan ulang tahun yang ke-45 ini, Mercedes-Benz Indonesia menampilkan sebuah logo yang terinspirasi dari motif batik Mega Mendung yang melambangkan siklus kehidupan dan dianggap mewakili nilai-nilai sakral hidup.

“Kami sangat berterimakasih kepada masyarakat Indonesia, terutama semua penggemar Mercedes-Benz, untuk kepercayaan dan kesetiaan mereka, yang telah memungkinkan kami untuk mampu mencapai tonggak besar ini, yaitu menjadi pemimpin pasar mobil premium selama 45 tahun. Ke depannya, kami akan terus menjaga komitmen ini karena kami percaya Indonesia memiliki masa depan yang menjanjikan,” ujar Dr. Claus Weidner, President and CEO of Mercedes-Benz Indonesia.

Secara historis, kendaraan Mercedes-Benz yang pertama kali didatangkan dari Jerman ke Indonesia pada tahun 1894 adalah Victoria Phaeton, yang memiliki spesifikasi 1 silinder, bermesin 2.0 liter dan tenaga 5 hp, milik Susuhunan Surakarta. Sejak itu kehadiran kendaraan Mercedes-Benz di Indonesia terus berdatangan, dan pada tahun 1970 Mercedes-Benz Indonesia resmi didirikan.

Beberapa tipe kendaraan Mercedes-Benz telah dirakit di pabrik Mercedes-Benz di Wanaherang, Bogor. Termasuk di antaranya yaitu mobil andalan C-Class, E-Class, S-Class, M-Class, GL-Class, dan chassis bus di kategori kendaraan komersial.

“Kami dengan bangga menginformasikan bahwa lebih dari 75% kendaraan Mercedes-Benz yang dijual di Indonesia merupakan hasil rakitan di dalam negeri. Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada para karyawan yang telah memberikan dedikasi dan komitmennya dalam bekerja bersama kami,” tambah Dr. Weidner.

Didukung oleh beberapa model lain yang diimpor dalam versi Completely Built-up (CBU), termasuk model AMG dengan ciri khasnya, “One Man One Engine”, pada tahun 2014 Mercedes-Benz tetap menjadi pemimpin di pasar mobil premium dengan total penjualan sebanyak 3.000 mobil. Sampai saat ini, penjualan mobil Mercedes-Benz telah didukung oleh dealer resmi yang tersebar di seluruh Indonesia untuk mobil penumpang maupun kendaraan komersial seperti bus, truk, dan van Sprinter. Di tahun-tahun mendatang, jumlah dealer showroom pun akan bertambah banyak.

Mercedes-Benz juga menekankan pentingnya Ketenangan Pikiran (Peace of Mind) bagi para pelanggan, yang digawangi oleh divisi Layanan Purna Jual. “Kesetiaan para pelanggan kami tidak mungkin dapat bertahan tanpa kerja keras dan upaya dari tim purna jual kami,” Dr. Weidner menjelaskan, “Sejak tahun 1978 kami membuka Pusat Pelatihan dan Layanan Purna Jual sebagai bentuk komitmen kami dalam membangun orang-orang di satu sisi, dan di sisi lain untuk menyediakan layanan prima bagi para customers.”

Reputasi dan kepemimpinan Mercedes-benz di Indonesia tak terlepas dari tradisi dan nilai perusahaan untuk selalu memberikan yang terbaik kepada customers. Motto “The Best or Nothing” menjadi prinsip utama Mercedes-Benz dalam menghasilkan karya yang brilian selama ini. Hasilnya adalah seluruh aspek detil kendaraan, mulai dari desain eksterior dan interior, performa mesin, sistem keamanan dan kenyamanan, keramahan pada lingkungan, inovasi teknologi dan layanan purna jual yang prima – dimana seluruhnya membuat customers puas dan bangga.

Mercedes-Benz Indonesia juga percaya bahwa bisnis dan aksi sosial tidak dapat dipisahkan. Komitmen ini telah terwujud dalam berbagai kegiatan yang mengikutsertakan berbagai pihak. Beberapa kegiatan yang telah dilakukan antara lain, menanam lebih dari 5.000 pohon di area Jakarta dan Lampung, menyediakan fasilitas air bersih di desa-desa sekitar pabrik, meningkatkan pendidikan Sains dan Matematika melalui metode e-learning kepada murid sekolah dasar yang disebut sebagai Starlight Children, dan memfasilitasi bantuan kemanusiaan di bawah program sukarelawan karyawan Starlight Crew.

Setelah meluncurkan beberapa mobil baru pada hari ini, Mercedes-Benz Indonesia juga mengundang masyarakat untuk menunjukkan kepedulian mereka terhadap warisan budaya bangsa, melalui Mercedes-Benz Talk yang bertema “Preserving Indonesian Heritage”.

Acara ini menghadirkan Lenny Agustin – seorang perancang busana yang mempromosikan batik dan tenun tradisional Indonesia dalam desain kontemporernya; Chef Degan – seorang ahli kuliner yang terus-menerus mempromosikan kekayaan kuliner Indonesia di ajang kuliner internasional; dan Gianti Giadi – seorang koreografer muda yang luar biasa artistik dan sering mengolaborasikan tarian tradisional Indonesia dengan koreografi modern.

Tema “Preserving Indonesian Heritage” juga terkait dengan bagaimana semangat Mercedes-Benz menjaga nilai-nilai tradisi yang diemban sejak awal berdirinya yaitu melalui motto “The Best or Nothing” dan nilai-nilai perusahaan Passion, Respect, Discipline, dan Integrity.

“Dengan motto ‘The Best or Nothing’, kami berhasil menjadi pemimpin di kendaraan premium kelas dunia selama beberapa dekade, termasuk di Indonesia. Kami harap motto ini dapat menjadi inspirasi bagi kita semua. Sejalan dengan hal itu, nilai-nilai seperti passion, respect, integritas, dan disiplin akan senantiasa menjadi kunci bagi kami untuk terus memberikan produk dengan kualitas terbaik dan pelayanan dengan kualitas terbaik kepada pelanggan di Indonesia.” Dr. Weidner menyimpulkan.

Leave a Reply