Pertamina Lubricants & Rifat Sungkar Gelar Acara Co Driver Experience

DSC_2498

Pasca berakhirnya seri Kejurnas Speed Offroad 2014, hari ini, 1 Desember 2014, PT Pertamina Lubricants bersama dengan Rifat Sungkar menggelar acara Co Driver Experience. Dilaksanakan di Sirkuit Paramount Serpong,

Rifat bersama co driver M. Indra Prasetyo, Deden Kusuma Bagja dan Ade Ramadhan berbagi ilmu serta pengalaman bersama dengan 7 orang penggemar otomotif, yang sangat antusias mengikuti acara tersebut. Harapannya adalah dari satu kegiatan pada hari ini, akan ada kelanjutan  berupa kegiatan-kegiatan serupa yang pada akhirnya akan menumbuhkan keinginan khususnya anak-anak muda menjadi seorang co driver handal.

Di seri terakhir Kejurnas Speed Offroad akhir pekan lalu, Pertamina Fastron Offroad Team yang digawangi oleh Rifat Sungkar bersama co driver M. Indra Prasetyo, berhasil menjadi juara di Kelas G4.2. Tetapi sayangnya, titel sebagai Juara Nasional Speed Offroad 2014 Kelas Free For All (FFA) akhirnya direbut oleh Tb Adhi.

Menurut Rifat, apapun hasil yang diperoleh haruslah diterima, karena disitulah terletak karakter sejati seorang olahragawan. Kemenangan adalah hasil sebuah kerja keras yang harus diusahakan untuk dipertahankan, dan kekalahan adalah suatu peringatan untuk selalu memperbaiki diri dan berprestasi lebih tinggi.

Terlepas dari hasil yang diperoleh kali ini, Rifat mengakui bahwa peran seorang co driver itu sangatlah penting bagi dirinya. Sayangnya, seringkali seorang co driver tidak begitu dikenal atau dihargai seperti si driver. Sebagai contoh, sebuat saja  nama Sebastian Loeb yang mungkin sudah tidak asing bagi para penggemar olahraga otomotif, khususnya dunia reli. Tetapi tidak banyak orang yang tahu siapa itu Daniel Elena.

Daniel Elena adalah seorang co driver yang sangat berjasa membantu Sebastian Loeb untuk meraih gelar juara dunia sembilan kali di ajang World Rally Championship (WRC). Hal yang sama juga dialami oleh Rifat . Dari berbagai prestasi yang diraihnya, Rifat selalu didukung oleh seorang co driver handal, seperti misalnya Scott Beckwith, Steve Lancaster, Marshall Clarke, dan terakhir yang selama dua tahun mendampingi Rifat di ajang Speed Offroad Nasional, M. Indra Prasetyo.

Rifat sangat paham pentingnya seorang co driver bagi dirinya. Bahkan Rifat menganalogikan seorang co driver itu bagaikan pacar bagi seorang atlit otomotif seperti dirinya. Menurut Rifat, pebalap dan seorang co driver itu harus memiliki hubungan yang harmonis.

Banyak orang yang tidak mengetahui secara spesifik bagaimana peran, ataupun sejauh mana pengaruh seorang  co driver dalam mengantarkan pebalap menjadi juara. Seorang co driver mengambil peran hampir 70 persen dalam sebuah laga. Rifat menegaskan bahwa pekerjaan seorang co driver cukup sulit dimana ia harus memiliki feeling yang kuat tentang speed, jarak akurat dan tentunya ketahanan fisik yang tinggi sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat, kapan harus berbelok, kapan harus mengerem, dan sebagainya.

Tidak hanya itu, pada saat balapan, co driver berperan untuk membacakan pace note, yaitu catatan yang digunakan untuk menjabarkan lintasan yang akan dilalui secara lengkap. Pace note sendiri didapat setelah melakukan survei atau recee. Bahasa pace note berpatokan pada jarum jam, ada yang menggunakan 1-2-3-4-5, ada juga sebaliknya 5-4-3-2-1.

Saat ini, survei atau recee dapat direkam dengan video, yang kemudian pada malam harinya, seorang co driver akan mereviewnya  dan membuat pace note-nya. Pada keesokan harinya bersama dengan si pebalap, video dan pace note akan kembali dipelajari untuk melihat apakah mungkin masih ada kekurangan yang harus diperbaiki.

Itu sebabnya co driver sangat dibutuhkan seorang pebalap dalam setiap balapan. Sangat tidak mungkin pebalap dapat menghafal detil lintasan yang dilalui, yang bisa sampai ratusan kilometer. Untuk itu dibutuhkan seorang co driver yang dapat membantu mengarahkan pebalap hingga garis finish bahkan meraih kemenangan.

Dalam balapan, co driver untuk sprint rally, speed rally maupun speed offroad pada dasarnya tidaklah jauh berbeda. Yang membedakan hanyalah jarak tempuh dan staminanya. “Untuk reli, dibutuhkan stamina yang lebih tinggi karena jarak tempuh yang harus dilalui hampir 500 kilometer setiap harinya, sedangkan offroad hanya sekitar 15 kilometer.” jelas Rifat Sungkar.

Sebagai pebalap yang sudah berlaga di kancah internasional, Rifat juga memiliki pengalaman unik tentang co drivernya. “Intinya bahwa semua orang pernah buat kesalahan, Saya pernah salah mengerti  maksud co driver saya, yang akibatnya mobil saya terjun ke jurang sedalam 15 meter di China. Namun dengan co driver yang sama pula, saya tiba 6 menit lebih cepat saat check in .” ungkap Rifat.

Perkembangan co driver sendiri baik di dalam maupun di luar negeri tidaklah  jauh berbeda. Rifat menuturkan “Yang paling penting adalah berapa banyaknya event yang digelar, sehingga mampu memunculkan banyak pebalap dan co driver yang baru.” tutup Rifat.

Please follow and like us:

Leave a Reply