Gandeng Pertamina, Rifat Sungkar Rintis Regenerasi Atlit Otomotif Indonesia

Fastron Junior Team

Di era tahun 70an hingga 90an, Indonesia sempat memiliki banyak nama yang meramaikan dunia balap tanah air seperti  Beng Siswanto, Tinton Suprapto, Dolly Indra Nasution, Alex Asmasoebrata, Hutomo Mandala Putra, Chandra Alim, Ricardo Gelael  dan masih banyak nama-nama lainnya.

Pada tahun 90an inilah Indonesia pernah mengecap kejayaan olahraga otomotif diantaranya dengan terselenggaranya kejuaraan internasional seperti reli dunia WRC, kejuaraan dunia motorcross serta MotoGP.

Setelah era tersebut, dilanjutkan oleh  generasi berikutnya  seperti Rifat Sungkar, Rizal Sungkar, Ananda Mikola, Moreno Suprapto dan Subhan Aksa, tetapi setelah nama-nama tersebut di atas, tidak banyak lagi nama-nama baru yang muncul sebagai atlet otomotif Indonesia saat ini.

Demikian gambaran umum mengenai proses regenerasi atlit otomotif di Indonesia yang dalam satu dekade terakhir ini berjalan sangat lambat. Banyaknya event yang digelar, tidak sebanding dengan nama-nama baru yang muncul, dari 100 peserta, hanya sekitar 5-10 nama baru yang muncul.

Banyak hal yang bisa menjadi penyebabnya, misalnya bahwa atlit tidak memiliki jenjang karir yang jelas, atau tidak memiliki fasilitas maupun budget untuk latihan. Namun di sisi lain bagi mereka yang telah  berprestasi dan mampu bertahan,  bukan berarti hambatan-hambatan tersebut tidak ada, hanya saja mereka telah berhasil mengatasi masalah-masalah tersebut.

Untuk menjadi seorang atlit berprestasi, seseorang haruslah memiliki kemauan, komitmen dan konsistensi. Memiliki kemauan itu bagus tapi juga harus didukung dengan komitmen dan konsistensi. Konsisten di sini bukan berati melulu harus menjadi seorang juara, tetapi eksis di bidang olahraga yang digeluti dan tidak menyerah dalam sebuah kekalahan, yang artinya ia mempunyai jiwa seorang juara yang memiliki prinsip.

Untuk seorang atlet otomotif, pengetahuan dasar yang harus dipahami  dan bisa dipelajari melalui video  adalah dengan memperhatikan karakter –karakter masing-masing kendaraan  khususnya saat berbelok.

Untuk cabang olahraga roda empat, ada 3 (tiga) tipe jenis kendaraan dengan karakter berbeda yaitu kendaraan berpenggerak roda depan dengan karakter understeer, kendaraan berpenggerak roda belakang dengan oversteer, sedangkan penggerak 4 wheel drive berkarakterundersteer dan oversteer.

Kesemua karakter ini dapat dipelajari dalam gokart, karena gokart tidak memiliki suspensi, namun sasisnya bisa disetting, sehingga pegokart dituntut harus sensitif dengan setelan kendaraan. Selain itu latihan gas, rem dalam gokart merupakan sarana terbaik untuk left foot breaking (rem kaki kiri). Teknik ini nantinya akan dipakai sampai karir profesional.

Berbekal pengalamanan yang mumpuni di dunia olahraga otomotif, dan dilatar belakangi regenerasi yang kurang cepat bahkan cenderung merangkak, Rifat Sungkar ingin memunculkan nama nama baru yang dapat diandalkan Indonesia di masa yang akan datang,  khususnya melalui cabang olahraga gokart.

Saat ini, Rifat sedang merintis Fastron Junior Team, dimana konsepnya membina anak-anak usia yang sangat muda (berusia 8-16 tahun) yang memiliki bakat di otomotif agar bisa tersalurkan di arena kompetisi yang sebenarnya. Konsep ini sendiri bertujuan untuk menanamkan bagaimana pebalap junior ini memiliki karakter sebagai  seorang pemenang, karena bekal nyetir untuk menjadi juara saja tidak cukup.

Dengan berbagai pengalaman yang dimiliki,  Rifat sadar bahwa tidaklah mudah mencari bibit-bibit unggul,  namun bakat juga tidak akan pernah terlihat kalau tidak diberi kesempatan.Karakter seseorang masih sulit dilihat saat masih sangat muda, tetapi kepercayaan diri yang tinggi merupakan refleksi atas kepribadian seseorang.

”Apa yang saya lakukan adalah kepanjangan tangan Pertamina untuk membuat kesempatan itu terjadi. Insya Allah hasilnya positif, dan memiliki juara baru di masa yang akan datang setelah jamannya Rifat Sungkar. Pesan saya If you want to be a champion, act like a champion.” jelas Rifat Sungkar, yang juga mengawali kiprah balapnya dengan gokart.

“Semoga program pembinaan di cabang balap ini bisa didengar oleh para calon sponsor, karena tentunya ini bukan program 1-2 tahun, tetapi merupakan program jangka panjang. Dan semoga pengalaman dan prestasi yang saya miliki dapat memotifasi anak-anak muda ini untuk menjadi the next Rifat Sungkar.” harap Rifat.

Beberapa pebalap muda yang saat ini sudah mulai mendapatkan perhatian dan bimbingan dari Rifat adalah Ammar Pradira Putra (7 tahun), Imran Wewengkang (9 tahun), Makaio Wimylie (9 tahun), Alroy Syadavirya (17 tahun).

Keempat pebalap ini, di akhir pekan kemarin turut serta dalam Kejuaraan Rotax Max putaran kelima yang dilaksanakan di Sirkuit Gokart Sentul. Di kelas Cadet Comer – Rising Star, Imran dan Ammar meraih posisi satu dua, dan di kelas Senior Rising Star, Alroy Syadavirya berhasil menjadi yang terbaik. Sementara Makaio Wimylie yang berada di kelas Micro Max, kali ini baru berhasil meraih posisi ke tujuh.

“Saya tidak berharap mereka bisa langsung menjadi juara, dan juga memang saat ini tidak ada target yang dibebankan kepada para pebalap muda ini, tetapi beriringan dengan berjalannya waktu, saya sangat berharap bahwa pebalap-pebalap muda ini terus dapat meningkat prestasinya, dan suatu saat juga bisa mengharumkan nama Indonesia  melalui dunia otomotif di tingkat nasional maupun internasional” tutup Rifat.

Please follow and like us:

Leave a Reply