Achilles & Corsa Sambut Pulangnya 5 Anak “Gerakan Sejuta Bola” dari Inggris

CIMG0031

PT Multistrada Arah Sarana, Tbk (MASA), produsen ban Achilles dan Corsa pada hari ini (26/08/2014) menyambut kepulangan dari 5 Anak “Gerakan Sejuta Bola” yang sudah diberangkatkan ke Old Trafford, Manchester, Inggris pada 15 Agustus 2014 lalu, dan telah kembali ke Tanah Air pada 25 Agustus 2014, kemarin. Kelima anak ini terpilih melalui “Gerakan Sejuta Bola” yang diprakarsai oleh PT MASA dan Kick Andy Foundation.

Selama di inggris kelima anak ini berkesempatan mengikuti pelatihan sepak bola di Manchester United Soccer Schools (MUSS) selama seminggu penuh di Staffordshire, Inggris, serta menonton langsung pertandingan perdana Manchester United di season 2014-2015 yang dihelat di Theatre of Dreams, Old Trafford. Setelah itu, tur keliling kota Manchester dan London.

Anak yang diterbangkan ke Old Trafford merupakan anak-anak usia produktif yang gemar sepakbola namun berasal dari kalangan keluarga pra-sejahtera. Keenam anak yang terpilih adalah Richard Ferdinant dari Tangerang, Jani Robert Yawan Bedes dari Merauke, Asep Setiawan dari Bandung, Appringga Putra Kafabi dari Mojokerto, Bastian dari Hambau Kalimantan Timur, dan Jeksen Marlif Yohanes Najoan dari Manado. Namun sayangnya Robert dari Merauke tidak dapat ikut berangkat tahun ini karena masalah administrasi kependudukan yang belum berhasil diselesaikan.

CIMG0033

Jeksen Marlif Yohanes Najoan, Richard Ferdinant, Appringga Putra Kafabi, Bastian, dan Asep Setiawan

Presiden Direktur PT MASA, Pieter Tanuri mengatakan, “Seharusnya ada enam anak yang kami berangkatkan, namun Robert belum memiliki akte kelahiran sehingga tidak bisa mengikuti proses pembuatan paspor. Namun demikian kami harap tahun depan Robert akan kami berangkatkan juga. Kembalinya mereka dari Inggris kami harap dapat memberikan contoh kepada seluruh generasi muda untuk tetap giat berusaha dan berdoa untuk meraih mimpi. Karena bersama Achilles Corsa, We Make Dreams Come True,” papar Pieter Tanuri dalam acara penyambutan yang dgelar hari ini di Wisma Achilles, Kedoya, Jakarta Barat..

Kembalinya kelima putra bangsa ini tentunya membawa kisah kenangan tersendiri. Mulai dari bahagia, sedih, haru, kesulitan yag mereka temui, dan lain sebagainya. Berikut ini adalah komentar yang diberikan kelima anak tersebut.

“Awalnya sih saya takut tapi saya sangat senang, ini kedua kalinya saya naik pesawat pergi ke Manchester dan saya sangat senang bisa pergi bersama teman-teman dan senang bisa membawa nama Indonesia, menonton Rooney dan kawan-kawan melawan Swansea City,” kata Jeksen Marlif Yohanes Najoan asal Manado.

Bastian yang berasal dari desa Hambau, Kalimantan Timur bercerita kisahnya saat ikut peatihan “Kami semua sangat senang latihan bola di Soccer School bisa bertemu banyak teman-teman dari negara lain,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan Asep Setiawan dari Bandung. “Saya sangat senang bisa ke Manchester dan saya senang juga karena pergi bersama teman-teman keliling kota, dan jalan-jalan di studio pembuatan film Harry Potter,” kata Asep sambil menagis terharu bahagia.

Sementara Appringga Putra Kafabi bercerita. “Mulai latihan saya dan teman-teman di bagi grup. Waktu pendaftaran saya takut karena gak bisa bahasa Inggris, untung aja ada teman aku Asep dan Richard yang ngerti bahasa Inggris, tapi di sana saya hanya bisa makan roti karena makanan yang lain saya tidak suka.” ungkap Kafabi.

“Perasaan saya pertama senang, karena baru pertama kali keluar negeri apalagi bisa ke Manchester United dan latihan. Setelah 12 jam terbang akhirnya nyampe juga dan bisa nonton Manchester United itu syukur banget dan itu suatu keberuntungan bagi saya dan gak lupa itu semua berkat yang luar biasa dari Tuhan meski Manchester United kalah tandimg, tapi penonton sangat antusias, disiplin, dan tidak melakukan hal-hal kriminal, disitu kami sempat berfoto selfie,” ungkapnya.

Gerakan Sejuta Bola Untuk Anak Indonesia bukanlah mencari bibit pemain bola professional. Lebih jauh lagi, sepakbola merupakan media untuk penanaman nilai-nilai positif kehidupan, serta memberi kesempatan anak-anak untuk dapat melihat dunia luar dan membangun cita-cita.

Seperti bola yang bundar, kehidupan akan berputar. Melalui sepak bola, anak-anak dapat membangun mimpi dan membangkitkan semangatnya untuk meraih masa depan yang lebih baik, menjadi manusia yang bermanfaat untuk dirinya dan lingkungan sekitarnya.

Please follow and like us:

Leave a Reply