Mengunjungi Museum Antonio Blanco bersama New Fiesta EcoBoost 1.0L

DSC_0073

Dalam acara New Fiesta EcoBoost 1.0L Media Ride & Drive pada Senin-Selasa (11-12/08/2014), PT Ford Motor Indonesia(FMI) mengajak semua jurnalis termasuk Otosl.com mengunjungi sejumlah objek wisata di Bali. Mulai dari Ketupat Restaurant & Villa, Pantai Pandawa, Blue Heaven, Desa Seni Kamasan Klungkung, Museum Renaissance Antonio Blanco, Hingga Pusat Oleh-oleh Erlangga 2.

Namun dari semua objek wisata tersebut, yang paling berkesan adalah Museum Renaissance Antonio Blanco yang terletak di kawasan Ubud, Bali.

Ubud sejak dulu memang dikenal sebagai “kampungnya” para seniman besar. Di tempat ini banyak seniman mengembangkan karir keseniannya. Sebut saja nama seniman besar seperti Miguel Covarrubias, penulis The Island of Bali, Walter Spies bersama I Wayan Limbak, mereka berdua menciptakan Tari Kecak. Ketiga seniman ini pernah tinggal di Ubud, Bali pada tahun 1920-an.

Don Antonio Blanco, memang bukan warga asli Bali. Beliau adalah pelukis kenamaan berdarah Spanyol yang mulai menetap di Ubud sejak 1952. Pelukis kelahiran 15 September 1911 di Manila, Filipina ini terpesona dengan keindahan Pulau Bali saat Blanco muda menemukan buku klasik karangan Miguel Covarrubias.

Museum Renaissance Antonio Blanco sendiri mulai dibangun pada 28 Desember 1998, setahun sebelum kematiannya. Sayangnya, Antonio Blanco tidak dapat menyaksikan peresmian museum yang bernama ‘The Blanco Renaissance Museum‘ ini pada 15 September 2001.

Mengunjungi Museum Antonio Blanco bersama New Fiesta EcoBoost 1.0L

Mengunjungi Museum Antonio Blanco bersama New Fiesta EcoBoost 1.0L

Museum ini sengaja dibangun untuk mengenang dan memamerkan karya-karya besar Antonio Blanco yang banyak memperkenalkan subyek budaya Bali kepada dunia. Museum tersebut dikelola oleh anak kedua Antonio Blanco, yaitu Mario Blanco yang juga mewarisi keahlian ayahnya sebagai maestro seni lukis.

Museum Renaissance Antonio Blanco menempati area seluas 20.000 m2 dengan bangunan bergaya Eropa. Berbagai ornamen khas Bali, tetap menjadi ciri khas dari museum ini. Di depan pintu masuk museum, dipajang foto Antonio Blanco yang melambangkan kepercayaan orang Bali sebagai penolak bala. Pada bagian atap museum, terdapat sebuah replika telinga yang sengaja dibuat sesuai pesan Antonio Blanco. Sebab, jika kelak ia meninggal, ia tetap ingin mendengar pujian maupun kritikan terhadap karya-karyanya.

Terdapat 300 koleksi lukisan Antonio Blanco yang dibuat antara 1937 hingga 1999 yang memperlihatkan tahapan-tahapan pencapaian estetik dari sejak memulai kariernya hingga karya yang paling mutakhir. Memasuki gerbang depan museum, wisatawan akan segera disambut oleh suasana yang sangat alami. Berbagai hewan peliharaan Antonio Blanco, seperti burung Golden Macaw, Kakatua Raja, dan Kakatua Putih seolah menyambut kunjungan para wisatawan dengan kicauan khas hewan-hewan cantik ini.

Rekan Media Mengunjungi Museum Antonio Blanco bersama New Fiesta EcoBoost 1.0L

Rekan Media Mengunjungi Museum Antonio Blanco bersama New Fiesta EcoBoost 1.0L

Setelah mengisi daftar hadir, wisatawan akan dipandu oleh seorang staf untuk melihat-lihat karya serta memberikan penjelasan seputar karya yang dipamerkan di museum ini. Sayangnya wisatawan dilarang memotret agar karya lukisan yang ada tidak cepat rusak karena lampu kilat kamera.

Lukisan-lukisan Antonio Blanco dipamerkan di lantai satu dan lantai dua. Tema lukisannya bertema ekplorasi tubuh perempuan Bali, termasuk istrinya (Ni Rondji) dan putri pertamanya, Tjempaka Blanco. Blanco memang sangat mengagumi obyek tubuh perempuan sehingga dia dijuluki seorang pelukis dengan aliran ‘impresionis romantis‘. Selain tubuh perempuan, ada juga beberapa lukisan yang menggambarkan alam dan budaya Bali.

Di Museum ini ada ruangan bernama “Erotic Room”. Sesuai namanya, di ruangan khusus ini dipajang berbagai koleksi pribadi Antonio Blanco dengan tema yang lebih “liar”, yang menggambarkan keelokan tubuh lelaki dan perempuan. Karena koleksinya yang nyentrik ini, maka hanya pengunjung berusia di atas 17 tahun yang boleh masuk.

Ruangan lainnya yang memamerkan kilasan perjalanan karier dan keluarga Blanco adalah ruangan yang memajang foto-foto Antonio Blanco, foto keluarga, serta foto orang-orang penting di sekitar kehidupan dan karier Antonio Blanco.

Museum Renaissance Antonio Blanco terletak di Jalan Raya Campuhan, Desa Sayan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, Indonesia. Museum ini berjarak sekitar 40 kilometer dari Bandara I Gusti Ngurah Rai, museum buka setiap hari dari pukul 09.00 hingga 17.00 WITA.

Jika ingin berkunjung ke museum ini dikenai biaya tiket yang berbeda, yaitu Rp30.000,00 untuk wisatawan domestik, dan Rp. 50.000,00 untuk wisatawan asing. Yang menarik para pemandu yang bertugas di Museum ini masih anggota keluarga Don Antonio Blanco. Mereka menceritakan sejarah kehidupan Antonio Blanco sejak awal kariernya, hingga menetap dan meninggal di Bali.

Berikut ini adalah foto-foto perjalanan wisata di Bali bersama New Fiesta EcoBoost 1.0L

Leave a Reply