Rally of Celebes 2014: tuan rumah ditantang Pereli Sumatra, Jakarta dan Kalimantan

IMG_4722_resize

Event reli mobil nasional boleh terkesan menurun, tapi animo peserta tampak tetap tinggi. Itu terlihat dalam daftar peserta yang akan mengikuti putaran perdana dari tiga seri Kejuaraan Nasional 2014 bertajuk Rally of Celebes di Perkebunan Takalar, Makassar, Sulsel, 10-11 Mei. Beberapa di antaranya pereli muda penuh talenta.

Eddy WS tercatat sebagai peserta yang melakukan perjalanan paling jauh untuk ikut berkompetisi. Pereli asal Medan (Sumatra Utara) ini memang terbilang rajin mengikuti event, termasuk di Takalar yang sejak era 1990-an acap dipakai sebagai ajang reli nasional maupun Asia Pasifik. Bersama sejumlah pereli Jakarta dan Kalimantan, Eddy akan bertarung dengan para pereli tuan rumah yang sudah sangat mengenal karakter trek Takalar. Tahun lalu ia menjuarai kelas GR2 di trek ini.

“Targetnya tentu tampil lebih baik dari sebelumnya, biar tak percuma kami datang jauh-jauh,” tandas Eddy yang menggeber Suzuki SX4.

Yang juga menggembirakan adalah munculnya para pereli generasi baru. Beberapa di antaranya sudah memulai debut sejak musim kompetisi tahun lalu dan mampu memberi perlawanan kepada seniornya, seperti pereli adik kakak Glen dan Ryan Nirwan dari Kalimantan Timur.

“Itu yang harus digarisbawahi. Buat pereli lokal maupun driver muda daerah lain, event ini sangat penting menjadi ajang mengasah skill dan membiasakan diri dengan atmosfer kompetisi. Bertanding di level kejurnas tentu akan memberikan tantangan dan pembelajaran penting,” komentar Subhan Aksa, pereli Indonesia yang dalam tiga tahun terakhir menjadi kontestan regular di ajang FIA World Rally Championship.

Subhan sendiri akan tampil sebagai peserta reli yang menempuh jarak tota 252 km dalam 13 SS ini dengan pacuan Mitsubishi Lancer Evo IX. Bersama navigator Hade Mboi, ia akan melayani tantangan juara nasional 2013 Akbar Hadianto maupun pereli senior lainnya macam Priamanaya Djan, Erwin Manca dan lainnya. Bahkan bukan tak mungkin perlawanan ketat akan datang dari Ryan Nirwan yang belakangan berkembang pesat.

Seperti sebelumnya, tantangan khas Takalar adalah gumpalan debu yang bergulung-gulung di berbagai bagian serta cuaca panas yang menyengat. Di dalam kokpit mobil, suhu bisa mencapai 40 derajat celcius. Keandalan mobil dan kesiapan fisik peserta sama pentingnya untuk mencapai hasil positif dan itu adalah ciri Takalar yang sudah fenomenal.

Dari keterangan panitia dipastikan kalau tak ada perubahan besar pada rute dan loksai SS. Dengan begitu peserta tahun lalu masih bisa menggunakan basis pacenote sebelumnya. Hanya kondisi lintasan yang berubah di beberapa bagian dan harus diantisipasi peserta karena banyak batu dan kerikil.

Scrutineering (pemeriksaan kendaraan) berlangsung Jumat (9/5) dan start pada Sabtu (10/5) pagi. Kedua sesi itu dilangsungkan di dalam Kota Makassar untuk lebih mendekatkan aktifitas reli pada publik.

Leave a Reply