Astra Otoparts resmikan Pusat Pendidikan & Pelatihan Otomotif yang pertama, kerjasama dengan SMK PGRI 20

Astra Otoparts & SMK PGRI 20

Pada 30 April 2014 PT Astra Otoparts Tbk (”Astra Otoparts”), perusahaan komponen otomotif terkemuka di Indonesia, yang memproduksi dan mendistribusikan suku cadang kendaraan bermotor baik kendaraan roda dua maupun roda empat, meresmikan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Otomotif yang pertama, kerjasama Astra Otoparts dengan SMK PGRI 20.

Pembukaan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Otomotif ini merupakan rangkaian Program CSR Astra Otoparts yang berkesinambungan di bidang pendidikan, yang diperuntukkan bagi murid-murid SMK PGRI 20. Peresmian ini dilangsungkan di SMK PGRI 20, yang terletak di Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur dan dihadiri oleh jajaran pimpinan Astra Otoparts dan juga Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, H. Laesro Marbun, SH.MH.

Sejak tahun 2007, Astra Otoparts telah terlibat dalam berbagai kegiatan yang memberikan kontribusi positif bagi pendidikan, guna lahirnya tunas bangsa berkualitas di bidang otomotif. Berawal dari kerjasama Astra Otoparts dengan SMK PGRI 20 untuk rekrutmen karyawan Shop and Drive, yaitu unit retail Astra Otoparts yang memberikan layanan penjualan suku cadang umum seperti oli, aki, dan shock absorber serta perawatan ringan bagi kendaraan roda dua dan empat.

Minimnya murid-murid SMK PGRI 20 yang diterima di Astra Otoparts pada proses rekrutmen saat itu, mendorong SMK PGRI 20 untuk terus menerus melakukan berbagai pembenahan guna mencetak tenaga kerja terampil sesuai dengan standar Astra. Hingga akhirnya, SMK PGRI 20 terpilih sebagai salah satu mitra kerjasama Astra Otoparts.

Untuk dapat melahirkan tunas bangsa berkualitas di bidang otomotif, SMK PGRI 20 dan Astra Otoparts membentuk ”Kelas Khusus Otomotif Astra Otoparts” sebanyak 5 kelas otomotif di setiap angkatannya. Selanjutnya lulusan dari kelas khusus tersebut akan direkrut menjadi karyawan Astra Otoparts. Pemantauan murid-murid sudah dimulai sejak duduk di kelas 1, yaitu mereka yang dianggap memenuhi kriteria untuk mengikuti program ini.

Setelah melalui proses penyaringan dari SMK PGRI 20 dan Astra Otoparts, selanjutnya di kelas 2, mereka diikutsertakan dalam Praktek Kerja Lapangan di gerai-gerai Shop and Drive di wilayah Jabodetabek selama 3 bulan. Kemudian memasuki tahun ketiga, mereka akan kembali mengikuti serangkaian test sebagaimana layaknya mereka akan bekerja.

Bagi mereka yang lolos test, akan masuk dalam Kelas Khusus Otomotif Astra Otoparts, yang merupakan kurikulum perpaduan antara SMK dan Astra. Dimana di kelas ini, mereka mendapatkan pendidikan dan pelatihan yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan dan standar dari Astra.

Program CSR ini merupakan program berkesinambungan, dimana telah berlangsung sekitar 7 tahun dan terus menerus mengalami pembenahan-pembenahan baik dari Astra Otoparts maupun SMK PGRI 20. Selain itu, Astra Otoparts juga turut secara aktif dalam proses pendidikan, seperti melakukan pelatihan di sekolah pada hari Sabtu.

Sehingga hasilnya, sekitar 40% dari sekitar 1000 karyawan Astra Otoparts di Unit Retail Shop and Drive adalah lulusan dari SMK PGRI 20, dan hal itu akan terus berkembang seiring dengan bertambahnya gerai-gerai Shop and Drive di Indonesia. Alumni SMK PGRI 20 yang kini menjadi karyawan Astra Otoparts tidak hanya ditempatkan di pulau Jawa tetapi juga tersebar di pulau-pulau lain di Indonesia seperti Bali, Sulawesi dan Kalimantan.

Direktur Astra Otoparts, Yusak Kristian, mengatakan, “Astra Otoparts berkomitmen menjalankan program CSR ini, dengan turut berperan aktif dalam pelatihan-pelatihan di SMK PGRI 20. Dengan banyaknya lulusan SMK PGRI 20 yang berhasil bergabung dengan Astra Otoparts, kami bersama SMK PGRI 20 berkomitmen untuk terus menerus meningkatkan kualitas anak didik, salah satunya dengan membangun Pusat Pendidikan dan Pelatihan Otomotif yang pertama, yang kami resmikan hari ini.”

Pada program CSR ini, Astra Otoparts masih terus mengembangkan kerjasama dengan sekolah-sekolah lain yang memenuhi standar Astra, yang hingga kini masih dalam proses pelatihan.

Kepala Sekolah SMK PGRI 20, Drs Purwosusilo mengatakan, “Terima kasih atas kepercayaan yang sudah diberikan kepada kami. Hasil yang dicapai selama 7 tahun bukan terjadi begitu saja, namun melalui proses pembenahan yang terus menerus untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak didik dan mempersiapkan tenaga siap pakai. Di pertengahan tahun ini sudah ada 1200 orang yang akan mendaftar, padahal diterima hanya sekitar 25 persen.”

Salah satu tujuan utama dari program ini adalah membentuk integrasi antara industri dan pendidikan sebagai salah satu wujud mencerdaskan kehidupan bangsa, dengan mencetak tenaga terampil di dunia otomotif, yang memiliki kesempatan untuk bergabung dengan perusahaan ternama seperti Astra Otoparts.

Leave a Reply