Malaysian Motosikal Community

402266_419004258156398_388674505_n
3 November 2009
. Artikel ini sekedar berbagi cerita tentang dunia motor di negara Malaysia yang terekam oleh kamera SL.com selama berada di Malaysia (23-25/10/2009) dalam acara: Shell Advance Malaysian Mortorcycle Grand Prix 2009.

Walaupun Indonesia dengan Malaysia bertetangga, dan memiliki bahasa Melayu, tetapi ketika kita bicara soal dunia sepeda motor ternyata Malaysia punya perbedaan dalam hal fasilitas dan selera motor yang dipergunakan.

Apa saja fasilitas buat para Malaysian motosikal? Sebuah istilah asal Malaysia yang ditujukan kepada para pengguna motor di negaranya? Mereka para bikers, jelas-jelas diperbolehkan oleh pemerintah setempat menggunakan jalan highway, atau jalan bebas hambatan.

Kelebihan dari negara tetangga Malaysia ini, yang namanya jalan highway terdapat dimana-mana, dan jalannya pun sangat lebar dan mulus. Di kota Kuala Lumpur saja, SL.com melihat jalan highway melintasi kepadatan kota dengan banyak sekali jembatan yang panjang dan bersilang di sana-sini.

Belum lagi jalan highway antar kota, sungguh luar biasa dan sangat nyaman buat dipakai berkendara dengan motor ukuran besar, atau motor-motor dengan kapasitas mesin diatas 400cc. Kalau mau informasi lebih jauh soal nikmatnya bagaimana pengalaman naik motor di Malaysia, hal ini bisa di baca pada blog Triatmono dan blog Nugroho.

Ketika SL.com naik bus dari bandara KLIA (Kuala Lumpur International Airport), dalam perjalanan melewati highway, dengan tujuan Sirkuit Sepang, terlihat beberapa motor cub, atau motor bebek sedang memacu kecepatan di samping kiri jalan atau bahu jalan. Paling tidak motor bebek tersebut bisa mencapai 80 km/jam karena beberapa dari antara mereka ada yang lagi memacu bus yang ditumpangi oleh SL.com.

Yang dapat diperhatikan, para bikersnya tetap tertib berada di bahu jalan dan tidak ada aksi menyilang atau berada di tengah jalan highway. Tapi ketika melihat motor-motor jenis superbike, mereka tampaknya boleh mengambil kecepatan lebih, sehingga posisi mereka sepertinya diperbolehkan berada di tengah jalan highway.

Apalagi pada hari race-day MotoGP, terlihat iringan motor-motor kelas Superbike memacu motornya dengan kencang dan mereka sungguh menikmati jalan highway sekitar KL-Sepang yang tidak pakai macet. Sedangkan motor-motor ukuran kecil tetap berada di bahu jalan.

Informasi yang diperoleh dari majalah lokal Malaysia, Bike Trader, dijelaskan bahwa  jumlah motor kelas Superbike (diatas 500 cc) berada dengan jumlah 1,800 unit. Hal ini menandakan bahwa Malaysia memiliki pasar potensial untuk pasar motor Superbike atau Supersport di wilayah Asean.

Info tambahan yang diterima SL.com dari seorang rekan, Ismadi Ishak yaitu seorang  wartawan dari Majalah Bikerz Magazine menyebutkan bahwa merek motor yang terbesar di Malaysia adalah Kawasaki untuk kelas motor Superbike. Sekitar 30% Kawasaki menguasai pasar Malaysia dengan bentuk penjualan motor CKD dan CBU.

Bicara soal motor Kawasaki yang konon cukup dominan di Malaysia, terbukti ketika SL.com datang ke Mall Area Sirkuit Sepang, dimana booth Kawasaki terlihat cukup luas, motor-motor Kawasaki yang dipajang juga sangat lengkap, demikian pula para SPG-nya tampil seksi.

Bagaimana denga  para pembalap mogtor Malaysia? Jangan ditanya soal ini, ketika balapan MotoGP sudah selesai, mendadak bikers dan pembalap Malaysia sudah bersiap masuk ke Sirkuit Sepang, dan jumlah mereka ada puluhan yang terbagi dengan dua kelas, Superbike/supersports dan kelas underbonne.

PHOTO GALLERY

12 thoughts on “Malaysian Motosikal Community

  1. Kalo di Indonesia Motor diperbilehkan masuk jalan tol dan bercampur dengan R4… bisa dipastikan akan macet… soale motor disini juml;ahnya buanyak banget…….

  2. andai di Indonesia minimal moge 400cc keatas boleh masuk tol… pasti mantap deh…
    tapi kayanya masih andai2… 🙁
    lagian dijakarta klo pake moge 400cc keatas harus sering2 berhenti untuk cooling down engine… secara, bentar2 macet jadi kepenasan dah tuh mesin… apalagi cuaca sekarang puuaanas… :p

  3. Wah kalo kita punya fasilitas yg sama di Indonesia tercinta mungkin persaingan di Moto GP didominasi ama fantastic four : Valentino Rossi, Casey Stoner, Jorge Lorenzo, Doni Tata :mrgreen:

  4. Coba ya di Indonesia kayak gitu…….tapi pasti lain lagi ya ceritanya.

  5. yuph,,,kyk nya kl d jkt kya gitu pasti tol bakalan macet….
    sekarang aja tol dah macet gara2 k’banyakan mobil….

  6. Jadi Mau bindah di malaysia ajah ah kendaraan nya tertip2 semua

  7. gambar ke 6 dari atas atau 2 dari atas di photo galery, ternyata ada RX king yang nampang di samping moge2

  8. ngak juga sih bro…kalo di Msia memang rata2 motorsikal bisa bebas masuk ke jalan tanpa ada hambatan…tapi bergantung lokasi…

    beberapa lokasi ie: Lebuhraya Persekutuan (Federal Highway) motor harus lewat jalan khusus motor (1 jalur) yang dibuat disamping jalan tol itu…ngak mau tau bawak LC135 (Jupiter MX) ato Y.R1…dua roda tetap harus lewat jalan…tapi selain itu…surga cui…

    Skrg lagi diskusi untuk menjadikan kota Kuala Lumpur bebas motorsikal gara2 banyak kasus jambret…beberapa lokasi terpilih dimana banyak tourist motor tidak dibenarkan masuk…sama kyk Bajai…uhhuhuuh

    Kalo dibandingin sih…iya gw liat di Msia lebih tertib dikit sih….karna disini masih ada pembali…terutama malam minggu….uhhuuhhu

  9. asep Tangerang says:

    info dari kabar burung, di Malaysia motor boleh masuk tol hanya pada saat gelaran motoGP aja, itupun jalan tolnya yang menuju sirkuit Sepang, katanya sih, apa betul?

    • @asep, emang burung siapa yg bilang ama kang asep? hehehe… semua motor (tau diri), dimana saja, boleh masuk highway..

  10. asep Tangerang says:

    Gitu ya, di Indonesia gimana? masak kalah sama “muridnya” dalam hal inovasi yang berhubungan dengan otomotif, plat nomer aja harus pake depan belakang, di Msia kayaknya belakang aja ya?

  11. joni firman says:

    dari semua itu yg penting harga motor di indonesia murah dan terjangkau ya untuk sportnya dikisaran 20jeti,gas kaya sekarang kisaran 40jeti.gigit jari dah dan aneh aja seharga mobil seken,dan yg pasti lebih nyaman.aneh….aneh

Leave a Reply