Mercedes-Benz Indonesia bersama Aksi Cepat Tanggap melakukan aksi kemanusiaan

Foto 5 Mercedes-Benz Indonesia yang tergabung dalam Starlight Crew bersama Perwakilan ACT memberikan bantuan kepada sekolah Perguruan Rakyat 2 secara simbolis di Posko ACT

Mercedes-Benz Indonesia bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT) berbuat nyata dalam membantu korban banjir di Jakarta, melalui aksi kemanusiaan untuk Sekolah Perguruan Rakyat 2, Jl. Kampung Melayu Kecil 1/38, Bukit Duri, Jakarta Selatan dan daerah sekitarnya. Acara berlangsung pada hari Minggu pagi, 2/3/14.

Kegiatan berupa memasak di dapur umum untuk 700 korban banjir, bantuan pemberian paket pendidikan serta memberi hiburan kepada 40 anak yatim sebagai bagian dari proses penyembuhan trauma, melibatkan karyawan Mercedes-Benz Indonesia yang tergabung dalam Starlight Crew (karyawan yang secara sukarela bekerjasama memberikan aksi nyata untuk mendukung berbagai kegiatan sosial dan kemanusian).

Kondisi sekolah yang jaraknya sekitar 100 meter dari Sungai Ciliwung itu sebelumnya dalam kondisi yang mengenaskan paska terendam banjir beberapa waktu lalu di awal 2014. Sarana dan prasarana belajarnya praktis rusak parah, sehingga bantuan masyarakat sangat diperlukan agar murid-muridnya dapat kembali bersekolah dengan nyaman.

Awalnya tim Starlight Crew telah siap untuk membantu pelaksanaan perbaikan sekolah, namun tak disangka pada pekan lalu (21-23 Februari 2014) hujan deras kembali mengguyur yang mengakibatkan terendamnya wilayah sekolah hingga 2 meter.

Dr. Claus Weidner, President & CEO Mercedes-Benz Indonesia menyampaikan, “Kami turut prihatin atas musibah yang kembali menimpa warga dan sekolah akibat hujan dan banjir pekan lalu. Tim kami telah siap untuk membantu menyediakan makanan di dapur umum untuk warga yang terevakuasi dan membantu perbaikan sekolah agar anak-anak dapat kembali bersekolah dengan lingkungan yang lebih nyaman.”

“Berbagai kegiatan yang kami lakukan ini diharapkan dapat membantu mengurangi rasa trauma yang tidak mudah mereka lupakan. Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menyelamatkan masa depan anak-anak.” tambahnya. Dalam upaya memperbaiki sekolah, tim relawan Starlight Crew berencana untuk membantu mengecat tembok sekolah yang kotor terkena lumpur.

“Untuk dapat melaksanakan kegiatan ini, kami akan menunggu hingga situasi benar-benar kondusif, dan semoga hal ini dapat terlaksana setidaknya pada akhir bulan ini,” ucap Dr. Weidner.

Sementara itu, beberapa tim relawan Starlight Crew dan ACT lainnya hari ini menyiapkan makanan dan memasak di dapur umum untuk 700 orang, serta menghibur 40 anak yatim melalui aksi mendongeng yang begitu diminati anak-anak korban banjir, dengan harapan anak-anak ini dapat melupakan sejenak kesedihan yang menderanya.

Presiden ACT Foundation Ahyudin menyampaikan, “Respon kemanusiaan Mercedes-Benz Indonesia membangkitkan semangat kami. Aksi mereka sangat mulia dan patut untuk dipuji. Hal ini seyogyanya ditiru oleh lebih banyak lagi perusahaan untuk menyempurnakan bisnisnya dengan kepedulian dan aksi kemanusiaan. Di masa lampau, kepedulian semacam ini dipandang sebagai bentuk pertolongan dari tim penyelamat kepada korban.”

“Kini sebaliknya, menjembatani aktivitas kemanusiaan yang diberikan untuk korban bencana merupakan tindakan mulia dan terbuka bagi siapapun atau organisasi manapun yang peduli,” kata Ahyudin.

Keterlibatan karyawan Mercedes-Benz Indonesia dalam aksi membantu korban banjir ini dilandasi dengan semangat berbagi serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Karyawan yang secara sukarela tergabung dalam Starlight Crew siap terjun untuk memberikan waktu dan tenaga mereka menjadi relawan guna menolong para korban bencana di masa mendatang.

Kegiatan mereka juga diiringi dengan donasi yang diberikan perusahaan untuk korban erupsi Gunung Sinabung dan Kelud. “Donasi kami kepada para korban Gunung Sinabung akan digunakan untuk penyembuhan trauma dan penyediaan peralatan sekolah. Sementara untuk korban Gunung Kelud, kami akan membantu untuk kebutuhan renovasi rumah, termasuk perbaikan atap rumah atau genteng yang rusak akibat debu erupsi,” jelas Dr. Weidner.

“Suatu kehormatan bagi Mercedes-Benz Indonesia dapat bermitra dengan ACT yang dikenal sebagai organisasi sangat cepat dan begitu tanggap dalam membantu korban bencana. Kami berharap karyawan kami yang tergabung dalam tim relawan Starlight Crew dapat belajar banyak dari mereka, khususnya kesungguhan dalam melakukan aksi nyata yang tulus untuk membantu sesama manusia,” tutur Dr. Weidner penuh harap.

Menanggapi harapan Dr. Weidner, Ahyudin berkomentar, “Ketika kegiatan ini menjadi kebijakan perusahaan, saya yakin perusahaan ini melesat menjadi lebih baik berkat kesegaran spiritual para karyawannya. Kebaikan yang dilakukan dengan tulus akan meningkatkan kinerja bisnis. Semoga Mercedes-Benz Indonesia kian cemerlang, sejalan dengan spirit kemanusiaan tim relawan Starlight Crew yang menstimulasi peningkatan kinerja perusahaan dan memberi inspirasi kepada masyarakat luas.”

Leave a Reply