Berwisata ke Jogja dan Solo bersama Ford New Fiesta

IMG_7108_resize

8 Oktober 2013. Siapa yang tak kenal dengan kota Yogyakarta dan Solo yang dikenal sebagai pusat kebudayaan dan seni Jawa. Ya.. kali ini SL.com kembali beruntung diajak oleh PT Ford Motor Indonesia (FMI) bersama sejumlah wartawan otomotif menikmati wisata budaya, seni dan kuliner Jawa sekaligus menikmati mobil terbaru New Fiesta jalan-jalan ke Yogyakarta dan Solo pada 2-4 Oktober 2013 yang lalu.

Disini SL.com tidak lagi membahas segi teknik dari kendaraan New Fiesta, sebab pada artikel ini sudah cukup dijelaskan beberapa kelebihannya. Dan pada halaman ini SL.com hanya berbagi cerita atau sekedar sharing tentang perjalanan wisata ke Yogyakarrta dan Solo yang telah dilewati selama 3 hari tersebut.

Pada acara wisata ke Jogja dan Solo tersebut, Ford menyediakan 6 mobil terbaru New Fiesta yang baru saja diluncurkan pada ajang Indonesia Intenational Motor Show (IIMS) 2013 tepatnya pada tanggal 19 September 2013. Informasi lengkap tentang peluncuran di IIMS 2013 dapat dibaca pada artikel ini, sedangkang harga jualnya ada di dalam artikel ini.

IMG_7121_resize

Masing-masing kendaraan New Fiesta diisi oleh 4 orang jurnalis, jadi jumlah jurnalis yang ikut serta totalnya adalah 24 orang. Sedangkan SL.com berada dalam Group 6 bersama dengan rekan jurnalis Bro Reza dari AutoBild, Bro Santoso dan Bro Andy dimana keduanya dari BlackExperience.com. Group 6 ini disebut Group Sporty dalam permainan yang digelar oleh pihak event organiser.

Rabu, 2 Oktober 2013

Rombongan jurnalis otomotif terbang dengan pesawat Garuda Indonesia dan mendarat dengan mulus di kota Yogyakarta pada sore hari. Masing-masing group langsung menuju ke mobil New Fiesta yang diparkir berjajar. Ohya.. seluruh mobil New Fiesta yang dipakai para jurnalis berwarna biru, sedangkan management PT FMI yang ikut serta menggunakan New Fiesta berwarna merah.

Iringan New Fiesta yang dipimpin oleh sebuah mobil polisi bersirene langsung meninggalkan halaman parkir bandara Adisutjipto. Tujuan pertama rombongan New Fiesta adalah makan nasi gudeg sebagai makanan khas Yogyakarta. Asyik.. tak perlu berlama-lama SL.com mengemudikan New Fiesta karena lokasi tujuannya sangat dekat dari bandara, yaitu Gudeg Yu Djum di Jl. Laksda Adisucipto KM. 9 No. 6A, (Maguwohaarjo, barat Pasar Sambilegi) dekat pertigaan ring-road.

JogjaSolo-2

Usai makan nasi Gudeg Yu Djum yang cukup terkenal itu, kemudian rombongan New Fiesta melanjutkan perjalanan menuju tempat penginapan, yaitu Hotel Tentrem di Jl. A.M. Sangaji 72A, Sinduadi, Yogyakarta. Menurut informasi hotel ini terbilang baru, masih 9 bulan dan pemiliknya adalah Jamu Sido Muncul.

Walah.. ketika SL.com tiba dilokasi Hotel Tentrem yang cukup jauh dari bandara Adisutjipto dan ditempuh melalui jalan ring road utara Yogyakarta ternyata berada dikawasan pemukiman penduduk. Memang benar, hotel berbintang lima dengan arsitektur modern bergaya budaya Jawa tersebut ternyata masih baru.

HotelTentremUsai check-in dan bersih-bersih sejenak di Hotel Tentrem Yogyakarta, acara selanjutnya adalah makan malam. Kembali rombongan jurnalis berkumpul di lobi hotel pukul 18.30 untuk selanjutnya bersama New Fiesta menuju Abhyagiri Restaurant di sekitar Candi Prambanan untuk acara makan malam dan ramah tamah dengan management PT FMI.

Pada rute ini, giliran Bro Reza ambil alih mengemudikan New Fiesta setidaknya kami saling bergantian untuk merasakan sensasi New Fista. Yups.. rombongan kembali melewati rute jalan riang road utara Yogyakarta dan selanjutnya mengarah ke Dusun Sumberwatu, Sambirejo Prambanan Sleman Yogyakarta.

Akhirnya rombongan New Fiesta tiba di lokasi Abhyagiri Restaurant yang sebenarnya menawarkan sensasi Casual Dining dengan pemandangan dramatik ke arah Candi Prambanan dan Gunung Merapi. Sayang.. rombongan tiba disana sudah pukul 19.30 dan menurut petugas adapun waktu yang indah untuk menikmati pemandangan di siang hari atau saat senja sekitar pukul 17.30.

Selama di Abhyagiri Restaurant rombongan jurnalis duduk-duduk diteras menikmati hawa sejuk alam Yogyakarta sambil melihat-lihat pemandangan malam ke arah lampu-lampu rumah penduduk. Ya.. lokasi ini berada di ketinggian bukit jadi pemandangan yang ditawarkan sebenarnya cukup bagus di kala siang hari atau sore hari.

JogjaSolo-3

Bagus Susanto (kiri) Managing Director dan Christian A. Gandawinata (kanan) Senior Manager Product & Marketing Launch PT Ford Motor Indonesia

Setelah sejenak bersantai diteras, selanjutnya rombongan masuk kedalam Abhyagiri Restaurant mendengarkan kata sambutan selamat datang dari Bagus Susanto, Managing Director PT Ford Motor Indonesia. Usai welcome speech dari Bagus Susanto, dilanjutkan dengan presentasi singkat mengenai New Fiesta oleh Christian A. Gandawinata selaku Senior Manager – Product & Marketing Launch PT Ford Motor Indonesia.

Usai sambutan dan presentasi dilanjutkan dengan makan malam dan kemudian hiburan live music dari dua orang penyanyi wanita bergaun biru. Hiburan musik ini lambat laun mampu menggoda para jurnalis otomotif untuk ikut bergoyang bersama-sama maupun dengan kedua penyanyi wanita tersebut. Seru dan terasa suasana semakin ceria ketika para penyanyi mengajak semua rekan-rekan jurnalis ikut berjoget, termasuk SL.com.

JogjaSolo-1

Sesudah itu, para jurnalis kemudian diajak ke halaman Abhyagiri Restaurant untuk bersama-sama memasang api di lentera kemudian melepaskannya ke langit. Peristiwa ini mengingatkan SL.com ketika berada di Chiang Rai Thailand (artikel ini) dimana saat itu bersama wartawan otomotif dan management FMI juga melalukan hal yang serupa. Beruntung lokasi Abhyagiri Restaurant di bukit yang tinggi sehingga api lentera yang dilepaskan dapat dilihat dengan jelas.

Kamis, 3 Oktober 2013

Perjalanan hari kedua di Yogyakarta dimulai dengan cara bermain Monopoli dimana masing-masing grup melemparkan dadu untuk mendapatkan arah tujuan. Disini masing-masing grup terpisah, dan tidak lagi jalan beriringan. Grup 6 dimana SL.com berada mendapat langkah pertama menuju lokasi kerajinan Wayang Bantul.

Segera saja grup enam ini meluncur ke daerah Bantul mengikuti seorang pemandu yang naik sepeda motor. Oops.. ternyata lokasi kerajinan wayang ini lumayan jauh tepatnya ke arah selatan kota Yogyakarta.

JogjaSolo-5

Setelah tiba, kami disambut oleh Bapak Riyadi sebagai salah satu pemilik sanggar kerajinan wayang di Bantul. Menurut Riyadi, di Bantul ada banyak pengrajin wayang, dan biasanya para pengrajin berkumpul dalam paguyuban atau perkumpulan.

Kita ketahui bahwa wayang adalah seni pertunjukan budaya Jawa asli Indonesia yang aslinya dimulai dari Jawa, dan disini SL.com melihat sendiri proses pembuatan wayang mulai pahatan, pengecatan, dan proses finishing.

Sebagai langkah kedua permainan Monopoli dari grup 6, kemudian menuju ke sanggar budaya kerajinan Batik Tulis Bantul yang lokasinya tidak jauh dari kerajinan wayang. Kami berhenti di Giriloyo Wukirsari Imogiri Bantul untuk melajar bagaimana membuat batik tulis.

JogjaSolo-4

Sebagaimana referensi, dan khususnya buat para penggemar batik motif klasik tradisional, bahwa Batik Sekar Arum Giriloyo ini dapat menjadi tempat tujuan wisata sekaligus berburu batik. Pasalnya para pengrajin batik disini selalu membuat batik dengan motif-motif klasik tradisional.

Saat acara makan siang tiba, seluruh grup New Fiesta berkumpul di warung Gulai Kepala Ikan Pak Untung – Timiho. Wouw sedap.. wisata kuliner pun menjadi bagian dari acara media tes drive New Fiesta. Dipandu dengan guide yang bertugas, kami pun segera meluncur ke warung makan gulai kepala ikan di Jl. Ipda Tut  Harsono No. 18 Timiho (sebelah utara Balai Kota Yogyakarta).

Perlu diketahui, yang namanya Gulai Kepala Ikan Pak Untung merupakan spesialis masakan gulai kepada ikan sejak tahun 2008 yang dimulai dari Semarang. Saat ini cabangnya telah tersebar di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Mojokerto, Jogjakarta dan Solo. Warung ini juga menyediakan berbagai jenis kepala ikan Salmon, Kakap, Nila, Dori, dan Shisamo.

JogjaSolo-6

Permainan Monopoli masing-masing grup dilanjutkan lagi, dari hasil lempar dadu kali ini grup 6 melangkah cukup jauh, yaitu ke Yayasan Seni Budaya Gito Gati di Pajangan Sleman, persisnya di sebelah utara Yogyakarta. Mobil New Fiesta yang sarat dengan fitur canggihnya langsung dikemudikan oleh Bro Reza dengan cepat. Setibanya disana, kami disambut dengan musik gamelan.

Ya… kedatangan kami di Sanggar Budaya Gito Gati untuk mencoba bermain musik Gamelan sebagai seni musik khas Jawa. Gamelan adalah ensembel musik yang biasanya menonjolkan metalofon, gambang, gendang, dan gong. Istilah gamelan merujuk pada instrumennya atau alatnya, yang mana merupakan satu kesatuan utuh yang diwujudkan dan dibunyikan bersama.

Menutip dari wikipedia, disebutkan bahwa kata Gamelan sendiri berasal dari bahasa Jawa gamel yang berarti memukul / menabuh, diikuti akhiran an yang menjadikannya kata benda. Orkes gamelan kebanyakan terdapat di pulau Jawa, Madura, Bali, dan Lombok di Indonesia dalam berbagai jenis ukuran dan bentuk ensembel. Di Bali dan Lombok saat ini, dan di Jawa lewat abad ke-18, istilah gong lebih dianggap sinonim dengan gamelan.

JogjaSolo

Oh ya.. di tempat Sanggar Budaya Gito Gati ini kami sempat berkenalan dengan seorang tokoh pelawak Rabies yang pernah ditayangkan di layar tv Indosiar. Lumayan dapat teman baru lagi. Mengakhiri kunjungan kami di Sanggar Budaya Gito Gati, maka kami kembali melempar dadu Monopoli untuk ambil langkah selanjutnya, dan akhirnya langkah kami harus menuju ke Kampung Labasa Tropical Resort di Jl. Kaliurang Km 17.5 Pakem Sleman Yogyakarta.

Lokasi resort ini milik Bapak Bonny Tello yang telah sabar menunggu dan menyambut kami dengan suguhan acara bagaimana meramu dan membuat minuman khas Jawa, yaitu Wedang Uwuh dan Wedang Jahe Sere Asam Gula Jawa. “Wah.. lagi-lagi menikmati kuliner khas Jawa, asyik bener.. dari tadi kita makan-minum mulu ya?” ujar Bro Santoso yang sejak tadi duduk didepan kiri menjadi navigator.

Beruntung SL.com juga adalah penyuka minuman Wedang Jahe dan baru kali ini melihat sendiri bagaimana proses pembuatannya yang sangat sederhana. Wedang Jahe (bahasa Indonesia: “Teh jahe”) adalah hidangan minuman teh jahe tradisional dari daerah Jawa Tengah yang dihidangkan dengan air panas.

JogjaSolo-7

Wedang” sendiri adalah bahasa Jawa yang berarti “minuman panas”, namun dalam hal ini berarti “teh”. Walaupun tanpa kandungan kafein, minuman ini disajikan dan dinikmati seperti teh. Minuman ini dibuat dari berbagai ramuan tradisional Jawa, seperti sere, asam gula Jawa, jahe dan gula batu. Wah.. rasanya mantap bro.. apalagi dinikmati saat istirahat melepas kepenatan.

Tak terasa perjalanan grup 6 New Fiesta di Yogyakarta sudah seharian, dan menjelang sore kami pun meluncur ke Westlake dengan alamat di Jl. Ring Road Barat, Bedog Trihango Sleman. Disini semua grup dari peserta media test drive New Fiesta berkumpul sebagai lokasi terakhir di Yogyakarta.

IMG_7124_resizeTak berlama-lama di Westlake, kemudian rombongan media test drive meninggalkan kota Yogyakarta mengarah ke kota Solo (Surakarta). Perjalanan beriringan New Fiesta yang dipimpim oleh sebuah mobil petugas polisi bersirene memperlancar konvoi hingga rombongan wartawan otomotif tiba untuk acara makan malam di Omah Sinten Restaurant di Jl. Diponegoro 34-54 Solo.

Selesai makan malam, kemudian rombongan media test drive kembali bergegas dengan masing-masing New Fiesta-nya menuju tempat penginapan di Hotel Paragon Solo. Rasa letih sekaligus rasa kenyang membuat rasa ngantuk semakin berat apalagi setelah melihat kasur dan bantal di kamar hotel Paragon, tak heran lagi SL.com pun langsung tertidur pulas sepanjang malam di kota Solo.

Jumat, 4 Oktober 2013

Hari ke-tiga rombongan media test drive New Fiesta kembali melanjutkan perjalanan. Usai breakfast di Hotel Paragon Solo, kembali iringan konvoi membelah kota Solo menuju House of Danar Hadi terletak di Jl Slamet Riyadi 261 Solo yang mana salah satu gedungnya adalah Museum Batik Kuno Danar Hadi. Lokasi ini terkenal sebagai kompleks wisata heritage terpadu yang terletak di kota Solo di Jawa Tengah.

Setelah rombongan media test drive New Fiesta masuk kedalam halaman House of Danar Hadi (HDH), SL.com diarahkan untuk melangkah masuk ke dalam Museum Batik Kuno Danar Hadi. Museum ini adalah obyek wisata utama di kompleks HDH dan telah dibuka terlebih dahulu pada tahun 2002 oleh mantan Wapres Megawati Soekarnoputri.

IF

Seorang pemandu museum menjelaskan tentang sejarah dan koleksi kain batik yang mencapai 10,000 helai dan diakui oleh MURI (Museum Rekor Indonesia) sebagai museum dengan koleksi batik terbanyak. Kain batik yang dipajang di museum ini berasal dari periode dan pengaruh kultur serta lingkungan yang berbeda-beda.

Koleksi kain batik di museum adalah koleksi pribadi dari H. Santosa Doellah, selaku pendiri PT Batik Danar Hadi yang juga merupakan pencetus kompleks HDH. Belakangan SL.com mendapat informasi bahwa penamaan merek kain batik Danar Hadir, berasala dari kata “Danar ” yang adalah nama istri sang pendiri, dan kata “Hadi” adalah nama mertua dari sang pendiri.

Selesai berwisata di House of Danar Hadi, selanjutnya rombongan media test drive  New Fiesta bergerak menuju Keraton Surakarta di Jl. Mangkubumen Sasaono Mulyo Solo. Ini adalah tempat istana Kasunanan Surakarta dmana keraton ini didirikan oleh Susuhunan Pakubuwono (Sunan PB II) pada tahun 1744 sebagai pengganti istana atau keraton Kartasura. Sayang sekali, roombongan tidak masuk kedalam keraton ini, namun hanya berfoto bersama di depan gerbang keraton.

IFAcara selanjutnya rombongan kembali dengan New Fiesta-nya meluncur ke Serabi Notosuman Klewer di Jl. Mohammad Yamin No. 28 Solo. Nah.. disini kami benar-benar menikmati kuliner makanan khas Solo, yaitu kue serabi yang terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan santan dan digoreng diatas perapian, kemudian disajikan diatas wadah dan dibungkus daun pisang. Wah.. rasanya sedap bro. Kalau ke Solo jangan lupa mampir, pasti ngga kecewa.

Berhubung dengan waktu dimana rombongan media rest drive New Fiesta ini harus terbang kembali Jakarta pukul 14.00 maka acara makan Serabi Notusuman Klewer sepertinya dikejar-kejar waktu. Wah apa boleh buat, tak bisa berlama-lama namun setidaknya SL.com sudah merasakan makanan serabi Solo tersebut di langsung dilokasinya.

Dan giliran SL.com yang kemudian mengemudikan New Fiesta segera tancap gas meluncur ke arah bandara untuk check-in. Sebelum check in rombongan berhenti dulu untuk makan siang di sebuah warung makan Sop Buntut dekat bandara yang juga sedap rasanya.

Tepat pukul 14.00 akhirnya rombongan media test New Fiesta terbang meninggalkan kota Solo dan kembali ke Jakarta dengan pengalaman wisata bersama New Fiesta yang tak terlupakan. Akhir kata terima kasih kepada PT Ford Motor Indonesia yang sudah menjamu dan mengajak SL.com bersama rekan-rekan media otomotif lainnya. Ditunggu event berikutnya yag lebih seru 🙂

Please follow and like us:

One thought on “Berwisata ke Jogja dan Solo bersama Ford New Fiesta

  1. […] saja menikmati jalan-jalan di Yogyakarta dan Solo bersama New Fiesta yang telah diceritakan pada artikel ini, dan tak lama kemudian SL.com kembali mendapat undangan exclusive dari Ford untuk ikut serta dalam […]

Leave a Reply