Atraksi Gymkhana Gantikan Ajang Drift War di IIMS 2013

DSC_0009

5 September 2013. Penghujung acara IIMS 2013 nanti, atraksi Drift War yang menjadi penutup event bakal ditiadakan. Pasalnya PT. Dapur Pacu Indonesia, pengelola situs berita otomotif www.dapurpacu.com, bersama PT Dyandra Promosindo, penyelenggara IIMS 2013, akan menghadirkan warna lain dengan mengadakan Gymkhana pada 19 – 29 September di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Pada IIMS tahun lalu, pada hari terakhir ajang IIMS 2013, ajang Drift War dilombakan sebagai puncak perhelatan pameran otomotif. Ajang tersebut menjadi ajang yang paling ditunggu-tunggu, baik ribuan pengunjung IIMS, maupun anggota komunitas otomotif nasional. Pada tahun ini, ajang Drift War ditiadakan dan digantikan dengan Gymkhana Race War.

Ajang ini merupakan bentuk baru balapan mobil di Indonesia, gaya balapnya merupakan perpaduan antara drifting dan slalom, dimana kedua olahraga ini sudah dikenal cukup luas di Indonesia. Saat ini, Komunitas penggemar ini sudah mulai tumbuh di Indonesia. Dan untuk pertama kalinya olahraga tersebut dilombakan secara resmi pada IIMS mendatang. Bahkan regulasinya pun mayoritas gabungan dari kedua unsur itu.

Untuk memenangkan balapan ini jauh lebih sulit, tak hanya butuh kecepatan, skill mengemudi yang mumpuni, ketahanan fisik, keandalan mobil, dan ban saja, pembalap dituntut untuk menghapal setiap titik lintasan dan rintangannya. Pasalnya, model dan rintangan selalu berbeda dari satu Heat (tahapan) ke Heat berikutnya.

DSC_0003

“Gymkhana murni time attack, itu tolok ukur utama. Beda dengan Drift yang masih ada unsur subyektifitasnya karena ada dewan juri yang salah satu faktor penilaiannya adalah aspek keindahan peserta dalam bermanuver. Ini sepenuhnya waktu tercepat yang dinilai meski aspek keindahan bermanuver akan tetap tersaji seperti sliding dengan kepulan asap dan decit ban yang berkepanjangan,” jelas Wisnu Guntoro, Chief Editor dari PT Dapur Pacu Indonesia yang dalam konferensi pers yang berlangsung hari ini (05/09) di Kemang, Jakarta.

Seperti halnya ajang Drift War, pihak GT Radial kembali menyatakan dukungannya dengan menyuplai GT Radial Champiro SX2, dan GT Radial Champiro HPY, sebagai ban terbaik untuk hajatan ini bersama sponsor lainnya seperti Toyota, Daihatsu, Tata Motors, dan KIA.

Gymkhana nantinya akan berlangsung pada 26-27 September dan terbuka untuk umum dan dibatasi sampai 50 mobil (1 mobil untuk 4 pembalap) saja. Nantinya bakal empat kelas yang dilombakan, yakni Front (tarikan ban depan) 1.000-1.200cc, 1.201-1.400cc, 1.401-1.600cc, dan kelas FFA (Free For All) RWD (tarikan ban belakang).

DSC_0011

“Semua jenis sedan bisa ikut balapan ini, boleh dimodifikasi tapi tentunya harus sesuai dengan regulasi dan peraturan pelengkapnya. Pendaftaran peserta tetap dibuka sampai satu hari sebelum scrutineering,” tambah Pria eksentrik yang akrab disapa Gareng ini.

Gymkhana sangat terkenal di Jepang dan sudah ada kompetisi regular. Olahraga ini menjadi sangat cepat terkenal karena ada cuplikannya di youtube.com yang diperagakan oleh Ken Block, pereli papan atas AS. Dari situlah popularitas Gymkhana.

Ia yakin jenis balapan baru ini akan tumbuh pesat di Indonesia karena sangat menantang bagi peserta dan di sisi lain jadi sebuah tontonan atraktif. Penyelenggaraannya pun relatif lebih mudah karena tak memerlukan lahan seluas sirkuit. Lebar lintasan Gymkana Race War di Pintu Barat JIExpo itu, misalnya, hanya ukuran 43 x 35 x 70 x 54 meter. “Tapi, bisa dikembangkan dengan berbagai variasi lintasan dan bentuk rintangannya,” tandasnya.

Untuk bisa ikut ambil bagian pada event Gymkhana, pesertanya diwajibkan bagi mereka yang sudah memiliki Kartu Ijin Start (KIS) dari IMI, baik KIS untuk drift ataupun slalom.

Please follow and like us:

Leave a Reply