10 Years Shell & Ducati Technical Partnership


400406_418587094864781_1275377183_n

28 Oktober 2009. Kemenangan Casey Stoner sebagai juara pertama di ajang Shell Advance Malaysian Motorcycle Grand Prix 2009, Sepang Malaysia (Minggu, 25/10/09), bisa disebut sebagai puncak perayaan hubungan kerjasama  dan kemitraan dibidang teknis antara Shell dan Ducati.

Artikel mengenai kemitraan antara Shell dan Ducati pernah diulas hanya saja saat itu SL.com belum berangkat ke Sepang Malaysia, dan juga belum tau siapa yang jadi pemenang MotoGP untuk podium pertama.
Namun demikian, SL.com selama berada di Sirkuit Sepang bisa melihat sendiri bagiamana fakta-fakta yang terjadi di lapangan, khususnya di garasi Ducati dan juga di arena balap motor Shell Advance Malaysian Motorcycle Grand Prix 2009 tersebut, barulah SL.com mendapatkan bukti yang sesungguhnya.

Tak cuma hanya melihat-lihat apa yang terjadi, bahkan SL.com dan sejumlah media atau tamu yang telah diundang oleh Shell datang ke Sepang, jutsru mendapatkan informasi secara langsung dari para technical expert Shell, serta kru dari tim balap Ducati, hingga penjelasan dan tatap muka dengan pembalap Ducati, Nicky Hayden dan juga Casey Stoner.

Pada hari pertama kunjungan (Jumat, 23/10/09) di sekitar paddock Sepang, pihak Shell sudah mempersiapkan seluruh agenda dengan cermat dalam rangka 10 tahun merayakan hubungan kerjasama teknis antara Shell dan Ducati. Perlu diketahui, bahwa hubungan kerjasama ini bukan dalam bentuk sponsorship, melainkan dalam bentuk kerjasama teknis.

Remi Sinai dengan jabatan Global Motorcycle Sponsorship Manager, membawa rombongan pertama sebanyak tujuh orang termasuk SL.com masuk ke dalam garasi Ducati. Terdengar suara bising seperti suasana di bengkel pada umumnya, ada suara air compressor, dan ada suara tools equipment yang sedang dipakai untuk bekerja.

Pria berdarah Perancis ini menjelaskan dalam Bahasa Inggris yang fasih soal kegiatan di dalam garasi Ducati. Namun sebelumnya ia meminta agar peserta tidak mengambil foto, khususnya motor balap Ducati yang sedang dibongkar.

Pada prinsipnya kehadiran Shell bersama dengan Ducati adalah memberikan beberapa solusi, antara lain: fuel and lubricant solutions, efficiency fuel systems, some guidance, consulting, solution for engine problem, durability of gear box, durability of engine, maximum engine, high power, maximum speed, and etc.

Ia pun menunjukkan perlengkapan logistik balapan tim Ducati, antara sebuah box Sheel, tangki bensin, gas tube, gas pump, yang kerap digunakan di ajang balapan MotoGP. Sementara itu kita ketahui bahwa ajang MotoGP membutuhkan 21 putaran, sedangkan panjang trek sirkuit Sepang adalah 5,543 Km. Regulasi kapasitas tangki bensin cuma diizinkan maximum 21 liter.

Artinya pembalap akan menempuh jarak 116,403 Km dengan konsumsi bensin 21 liter, dan secara otomatis bisa dihitung, bahwa satu liter bensin harus bisa menempuh jarak 5,543 Km atau sama dengan jarak satu putaran sirkuit Sepang.

Informasi ini langsung diperoleh SL.com ketika ngobrol dengan Michael Knaak, salah satu technical expert dari Shell Global Solution, Hamburg Germany.

Ketika itu obrolan terjadi selama satu jam di dalam bus dalam perjalanan antara Hotel Crowne Plaza KL menuju Sirkuit Sepang. Pria berusia 55 tahun ini ternyata sudah mengabdi dengan perusahan Shell selama 30 tahun, saat ini ia memiliki jabatan Automotive Lubricants, Motorcycle and Racing Products.

Kembali ke topik penjelasan Remi Sinai selama berada di dalam garasi Ducati, lagi-lagi ia meminta agar tidak mengambil foto-foto ke arah motor Ducati yang sedang dibuka fairingnya. Terlihat didalam garasi motor Ducati ada empat motor, dua unit motor Ducati bernomor 27 milik Casey Stoner, dan dua unit motor Ducati bernomor 69 milik Nicky Hayden.

Dijelaskan oleh Remi bahwa motor tim Ducati tersebut memiliki new bike, new fairing, new design, and new aerodynamic. Ditambahkan olehnya bahwa tim Ducati terdiri dari dua team dan dua riders.

Masing-masing dari riders Ducati, memiliki specific engineer, dan memiliki mekanik yang berbeda.  Kedua tim internal Ducati, masing-masing memiliki one main engineer, and support engineer. Sedangkan mekaniknya ada tiga atau empat orang, dan ini tergantung dari setiap tim.

Kalau secara total, jumlah kru Ducati bisa mencapai 30 sampai 35 orang, dan ini tergantung dari kebutuhan masing-masing tim.

Namun perlu diketahui, bahwa tim Ducati memiliki staff sangat effisien dan sangat terbatas, ini sudah termasuk para staff yang menangani bidang marketing, maupun bidang logistik.  Sedangkan kebangsaan dari para staff Ducati, kebanyakan berasal dari negara Itali, Amerika, Australia, dan juga beberapa negara lainnya.

Soal persiapan dan kehadiran tim Ducati di Sepang, sudah datang sejak hari Rabu petang, dan pada hari Kamis tim sudah sudah merakit dan menyetel motor, kemudian pada hari Jumat sudah ikut free-practise, selajutnya hari Sabtu ikut qualifiying, dan puncaknya hari Minggu adalah race day. Setiap kru tim Ducati selalu bekerja keras hingga malam untuk mendapatkan performa motor yang sesuai dengan karakter trek balap yang selalu berbeda dari setiap lokasi/musim.

Sedangkan soal pengiriman bahan bakar dan lubricant (pelumas), hal ini langsung didatangkan dari pabrik Shell di Jerman melalui kapal laut. Berarti tim logistik sudah harus memastikan bahwa setiap balapan di setiap negara yang berbeda, semua kebutuhan bensin Shell V-Power dan pelumas Shell Advance harus tersedia tepat waktu. Kalau tidak salah, jumlah bensin yang dikirim dari Jerman untuk setiap balapan adalah 400 liter tersimpan didalam drum Shell Racing Solutions.

Usai dari kunjungan garasi Ducati, SL.com kembali kedalam ruangan VIP Shell yang berada di lantai dua Paddock. Tak lama kemudian Nicky Hayden yang datang dan masuk kedalam ruangan untuk sesi interview. Terlihat beberapa jusrnalis dari Indonesia sangat aktif bertanya, dan dijawab oleh Nicky Hayden dengan panjang lebar.

Terlihat jelas gaya ‘Kentucky American’ dari dengan american slang-nya, you know, dikatakan oleh Nicky secara berulang-ulang.

Pada prinsipnya Nicky sangat gembira hadir bersama Ducati dan mendapatkan motor yang kencang dan powerfull berkat kerjasama yang baik dari Shell dengan Ducati. Pada puncak balapan MotoGP di Sepang hari Minggu (25/10), Nicky finish di urutan ke-lima, dan ini sesuai dengan harapannya, paling tidak masuk lima besar, sebagaimana ia sudah katakan dalam wawancara.

PHOTO GALERY

8 thoughts on “10 Years Shell & Ducati Technical Partnership

  1. liputannya OK banget bro 🙂

  2. @Mitra, enjoy reading.. masih ada lagi yg seru2.. 🙂

  3. […] “pass premium paddock” yang memungkinkan SL.com berada disekitar paddock, bahkan bisa masuk ke garasi Ducati (dua kali), dan juga berfoto-foto sebanyak mungkin di belakang […]

  4. […] berada di garasi Ducati, kami juga mendapatkan keterangan secara lengkap on the spot dari para petugas Shell dan Ducati. SL.com mendapat kesempatan dua kali berkunjung kedalam garasi […]

  5. […] Pada hari Sabtu, 24 Oktober 2009 bertempat di Hotel Crowne Plaza Kuala Lumpur, Malaysia dimana para tamu Shell tingkat regional berkumpul, pihak Shell membuat suatu acara dinner untuk merayakan hubungan teknis antara Shell dengan Ducati yang telah berjalan sepuluh tahun. […]

  6. […] nikmatnya jadi tamu VIP Shell, dan bahkan ada juga artikel tentang informasi perihal hubungan kerjasama teknis antara Shell dan Ducati yang sudah berjalan 10 […]

  7. […] bahwa Shell Advance adalah pelumas khusus untuk sepeda motor, yang sudah menjadi partner atau Shell adalah mitra tim balap Ducati sepanjang 10 tahun hingga tahun 2009 yang lalu, dan oleh karena itu Shell Advance masih ingin tetap […]

  8. […] SL.com dengan Michael Knaak ini sebenarnya sudah tiga kali, yang pertama pada tahun 2009, yang kedua tahun 2010 dan ketiga di tahun 2011 ini. Semua pertemuan tersebut belangsung dalam […]

Leave a Reply