Dipandu Juara Dunia, Subhan Aksa Pacu R5 ke Rally Jerman

Subhan Aksa & Elfyin Evans

17 Agustus 2013. Seri ke-9 WRC (World Rally Championship) di Jerman berlangsung 22-25 Agustus. Bagi pereli Indonesia Subhan Aksa, itu putaran ketiga dalam 6 seri perjuangannya di kelas WRC2 musim ini. Event penting karena di situlah Ubang – panggilannya, akan berjuang memetik poin perdana WRC buat Indonesia.

Punggawa Bosowa Fastron Rally Team (BFRT) itu pun berangkat lebih awal untuk mempersiapkan diri. Setelah menempuh perjalanan panjang dari Jakarta, Subhan dan navigator Nicola Arena (Italia) langsung tancap gas dengan mobil baru Fiesta R5.

Ini kali pertama ia mengendarai mobil reli spesifikasi tertinggi kedua dari lima katagori spek mobil di kelas WRC2 itu. Dalam dua seri lomba sebelumnya di Rally Portugal dan Yunani, ia menggeber versi RRC (Regional Rally Car) dan belum membuahkan poin. Kedua mobil kompetisi ini dibangun oleh rumah modifikasi M-Sport yang punya pengalaman panjang di kancah reli dunia.

“Hari ini kami tes mobil sejauh 100-an km. Sangat produktif. Performa mobil sangat beda dengan RRC dan secara teknis sudah sangat dekat dengan spek mobil WRC (World Rally Car),” ujar Ubang usai melahap beberapa lintasan aspal Rally Jerman pada Jumat (16/8).

IMG_3690

Adaptasi dan pengenalan awal pada karakter mobil terbilang cepat dan sangat terbantu oleh arahan Elfyin Evans yang merupakan juara dunia Junior WRC 2012. Pereli Inggris itu memang sangat paham R5 karena ia ikut mengembangkannya. R5 sendiri baru diluncurkan resmi dalam kompetisi pada Rally Finlandia pada 1-3 Agustus lalu. Dalam debut itu tercatat lima pereli telah menggunakannya dan langsung berhasil podium pertama di kelas WRC2.

“Elfyn banyak memberi masukan penting. Soal kecepatan mobil memang masih tertinggal. Itu karena belum terbiasa saja dan perlu sedikit waktu lagi untuk membiasakan diri dan mendapatkan feeling di balik kemudi,” tambah Ubang yang pekan depan sudah mulai melakukan survey untuk Rally Jerman.

Dalam tes itu ia akui masih merasakan sedikit kesulitan meng-handle kemudi R5. Selain karena mobil baru dengan spek baru, lintasan juga full aspal yang belum terbiasa dijelajahi satu-satunya pereli Asia Tenggara di reli dunia itu. Terakhir ia ikut reli aspal pada November 2012 saat masih bertarung dalam katagori PWRC dan finish 5 Besar di akhir kompetisi.

“Dari segi teknis, sedikit perbedaan dibandingkan versi RRC. Untuk keluar dari low corner (tikungan pelan), mobil RRC lebih punya power. Saya agak kesulitan dengan R5 pada tikungan seperti itu. Tapi, ini saya kira soal waktu dan kebiasaan saja. Sejalan dengan reli yang akan berlangsung pekan depan semoga bisa lebih dimaksimalkan.”

Ubang maupun manajemen tim BFRT berharap dapat poin perdana di kelas WRC2, kelas yang yang baru tahun ini diperkenalkan FIA (Federasi Balap Mobil Internasional). Dengan begitu juga jadi poin perdana Indonesia di level yang hanya sejengkal lebih rendah dari WRC itu. Kesempatan Ubang tentu terbuka dengan mobil barunya meski reli akan berlangsung sepenuhnya di lintasan aspal.

Pengalaman tahun lalu di Rally Jerman jadi modal berharga. Ia masih bisa finish urutan 6 PWRC meski dilanda problem nonteknis yang membuatnya banyak kehilangan waktu.

“Untuk saat ini agak sulit memprediksi kemungkinan posisi kita di antara begitu banyak pereli andal Eropa di kelas WRC2. Seperti target tim sejak awal, musim perdana ini adalah program belajar untuk persiapan musim depan. Namun, sebagai atlet, tentu saya pribadi selalu punya terget. Masuk 10 Besar di Jerman dan dapat poin sudah merupakan perjuangan besar dan itulah yang akan saya perjuangkan sekaligus kado untuk ulang tahun kemerdekaan Indonesia. Insya Allah bisa,” tandas pemuda Makassar berusia 26 itu.

SEKILAS WRC-2

WRC-2 diluncurkan FIA (Federasi Balap Mobil Internasional) mulai 2013 sebagai pengganti kelas SWRC dan PWRC. Di bawah kelas ini adalah WRC-3 yang merupakan pengganti PWRC dan Junior WRC Championship (menggunakan mobil katagori R1, 2, dan 3 berpenggerak 2WD) yang dikhususkan buat peserta di bawah usia 26 tahun dan belum berpengalaman.

Penyelenggaran WRC-2 berbarengan dengan kelas WRC dengan menggunakan lintasan yang sama.

WRC-2 melombakan mobil-mobil katagori RRC, R5, R4, Super 2000 dan Grup N4 berpenggerak 4-WD. Masing-masing punya kejuaraan kelas masing-masing, tapi saling bertempur untuk perebutan poin kejuaraan dunia.

Kontestan WRC-2 harus ikut minimal 7 seri lomba dan boleh memilih yang mana saja dari 13 seri lomba WRC 2013. Namun, poin yang dihitung untuk menentukan gelar dunia hanya diambil pada enam hasil finish terbaik.

Please follow and like us:

Leave a Reply