Ikut Recce, Ubang Jadikan Rally Finlandia Sebagai Pemanasan ke Jerman

Subhan Aksa_Nicola Arena_reccee finland

2 Agustus 2013. Seorang pereli internasional belum bisa ditahbiskan sebagai pereli komplet jika belum menjajal Rally Finlandia yang sangat popular dengan sebutan 1000 Lakes Rally (Reli 1000 Danau). Event ini ibarat Piala Dunia bagi seorang pesepakbola, ibarat naik haji bagi seorang muslim. Itu karena fakta Finlandia sebagai ajang reli tercepat sedunia yang tingkat kesulitan dan tingkat bahayanya sama tinggi.

Sejak dihelat pertama kali dengan nama Jyväskylän Suurajot (Jyväskylä Grand Prix) pada 1951, reli ini sudah menelan banyak korban, baik peserta maupun penonton. Terakhir terjadi pada sesi recce (survey) Rally Finlandia 2013 yang berlangsung 29-31 Juli lalu. Jose Alexander Gelvez (Venezuela) yang tarung di kelas WRC2 gagal melakukan jumping (lompatan) dengan baik. Mitsubishi Evo X yang dikendarainya kehilangan kontrol dan mengarah pada kerumunan penonton. Salah satu penonton gagal menghindar dan meninggal saat itu juga.

Itulah salah satu uniknya Rally Finlandia. Biarpun masih sesi recce, penonton sudah membludak. Umumnya menunggu di lokasi jumping yang jumlahnya bertebaran. Makin kencang laju mobil, semakin tinggi dari permukaan, bisa mencapai 2 meter. Beberapa bagian mutlak menuntut skill mumpuni dari sang driver. Pasalnya, laju mobil langsung masuk tikungan saat mendarat. Sedikit saja salah, akibatnya fatal karena rata-rata dijelajahi dengan kecepatan tinggi.

“Lintasannya seru banget, sangat menantang. Tangan saya sampai keringatan nyetir mobil dan rasanya ingin langsung ikut berlomba,” tutur pereli Indonesia Subhan Aksa yang mendapat kehormatan tampil resmi di sesi survey meski bukan kontestan Rally Finlandia (seri ke-8 WRC 2013) yang digelar 1-3 Agustus ini.

Ubang bersama navigator Nicola Arena (Italia) sebagai peserta regular FIA 2013 World Rally Championship (WRC)-2 memang diundang penyelenggara. Karena pakai mobil sewaan yang spesifikasinya jauh dari mobil reli, tentu saja Ubang tak bisa pol-polan pada kesempatan tersebut. Apalagi, ada perjanjian tertulis bahwa itu mobil langsung ditarik dan ganti rugi bila terjadi kerusakan.

“Tapi, setidaknya dapat atmosfernya. Beberapa trek pernah saya jalani saat ikut pada 2008, sebagian lagi lintasan yang baru kali ini saya masuki. Biarpun hanya survey, kami sangat menikmati kesempatan ini. Lintasannya gravel padat, lebar, dan rata-rata ditempuh dalam kecepatan tinggi. Banyak tikungan buta (crest) yang ujungnya tak terlihat. Itu tantangan sejak sesi survey karena pacenote yang sempurna wajib hukumnya di sini agar bisa mencapai finish,” komentar Ubang yang tercatat sebagai salah satu peserta yang alami kecelakaan spektakular pada 2008 lalu. Mobilnya terguling-guling beberapa kali ke luar lintasan. Kemungkinan besar ia akan ikuti Rally Finlandia tahun depan.

Tiga hari di atas ‘mobil reli’ itu dijadikan Ubang sebagai pemanasan ke Rally Jerman, 22-25 Agustus. Itu seri ke-9 WRC dan seri ketiga WRC2 dari enam jadwal kompetisi Ubang musim ini.

“Karakter lintasannya memang beda banget karena Jerman sepenuhnya lintasan aspal. Ini latihan untuk membiasakan diri dengan suasana reli dan reflek di balik kemudi. Sejak Rally Yunani dua bulan lalu sama sekali belum menyentuh kegiatan reli lagi,” tambahnya.

Selain itu Ubang pun punya misi khusus di Finlandia, yakni mengamati performa mobil reli Ford Fiesta R5 yang tampil perdana setelah mendapatkan homolagasi FIA pada Juli lalu. Pacuan besutan rumah produksi M-Sport yang dikembangkan sejak 2011 itu sudah dipakai lima pereli di Finlandia. Itu produksi pertama katagori R5 sebagai pacuan tertinggi di kelas WRC2. Kabarnya sudah 20 pereli yang memesan mobil yang speknya sangat tipis dengan katagori WRC itu, termasuk Ubang untuk digunakan pada Rally Jerman.

“Sejak awal memang programnya demikian. Pastinya mobil ini lebih kompetitif dari versi sebelumnya. Semoga saja hasil di Jerman bisa lebih baik dari tahun lalu,” harap Ubang yang di seri Portugal dan Yunani menggeber seri RRC (Regional Rally Car). Ya, semoga!

SEKILAS WRC-2

WRC-2 diluncurkan FIA (Federasi Balap Mobil Internasional) mulai 2013 sebagai pengganti kelas SWRC dan PWRC. Di bawah kelas ini adalah WRC-3 yang merupakan pengganti PWRC dan Junior WRC Championship (menggunakan mobil katagori R1, 2, dan 3 berpenggerak 2WD) yang dikhususkan buat peserta di bawah usia 26 tahun dan belum berpengalaman.

Penyelenggaran WRC-2 berbarengan dengan kelas WRC dengan menggunakan lintasan yang sama.

WRC-2 melombakan mobil-mobil katagori RRC, R5, R4, Super 2000 dan Grup N4 berpenggerak 4-WD. Masing-masing punya kejuaraan kelas masing-masing, tapi saling bertempur untuk perebutan poin kejuaraan dunia.

Kontestan WRC-2 harus ikut minimal 7 seri lomba dan boleh memilih yang mana saja dari 13 seri lomba WRC 2013. Namun, poin yang dihitung untuk menentukan gelar dunia hanya diambil pada enam hasil finish terbaik.

Please follow and like us:

Leave a Reply