Subhan Aksa Siap Hadapi Rally of God di Yunani

20130412

31 Mel 2013. Menghadapi seri kedua Subhan Aksa di ajang Kejuaraan Reli Dunia (WRC) pekan depan tampak dihadapinya dengan percaya diri. Pasalnya, dengan modal meraih podium ke-2 pada musim kompetisi tahun 2012 lalu dikelas PWRC merupakan modal yang utama dalam menghadapi lintasan kasar khas Yunani dengan batu-batu keras bertebaran disepanjang lintasan terutama SS-SS yang berlangsung hari Sabtu (1/6).

Ditambah catatan-catatan pacenote tahun lalu sudah diserah terima dari navigator tahun lalu Jeff Judd kepada pasangan tetapnya tahun ini Nicola Arena sehingga mempermudah tim Bosowa Fastron Rally Team beradaptasi dengan lintasan-lintasannya baik dari sisi teknis maupun non-teknis.

“Insya Allah kami bisa tampil baik kali ini dan bermodalkan pengalaman tahun lalu serta kerja sama yang sudah terbina lebih baik dengan seluruh awak tim kami berharap bisa membawa hasil yang maksimal dan mengharumkan nama Indonesia dikancah dunia,” doa dan harapan Ubang – panggilan akrab Subhan Aksa.

Satu dan lainnya yang menjadi perhatian Ubang adalah peralihan pacuannya ke mobil kelas RRC (Regional Rally Cars) yang belum sepenuhnya bikin nyaman Subhan Aksa di dalam kokpitnya. Adaptasi masih berlangsung, terutama untuk meng-handle sistem kemudi kiri dan operasional pesneling dan rem tangan di sisi kanan. Sesekali, tanpa sadar, reflek tangan kirinya yang ingin bergerak saat hendak berakselerasi.

20130082164_wm

“Belum seperti harapan dan adaptasi ini terus berjalan hingga lomba nanti. Tapi, sudah lumayan okelah kalau dibandingkan saat ikut Rally Portugal lalu. Tinggal memantapkan saja. Jam terbang semakin banyak, Insya Allah hasilnya juga semakin baik,” terang Ubang di sela-sela survey hari kedua (Kamis 30/5) bersama navigator Nicola Arena dengan menggunakan mobil khusus yang disediakan tim M-Sport.

Ia menegaskan juga, walaupun meraih podium sebagai runner up kelas PWRC tahun lalu di Rally Yunani bisa menjadi penambah semangat dan keyakinan dirinya bukan berarti bisa dijadikan parameter untuk memprediksi kemungkinan prestasi yang bakal diukir musim ini.

Sebab, sangat banyak yang berubah karena musim ini ia promosi ke WRC (World rally Championhip) 2 yang level teknis dan kompetisinya di atas PWRC. Karakter dan spesifikasi mobil yang berbeda jadi tantangan terbesarnya karena banyak mengubah feeling dan driving style-nya yang sudah tahunan melekat. Pada sektor tertentu, hal itu tentu juga mempengaruhi kualitas skill-nya terutama saat melibas tikungan-tikungan sempit yang sangat vital dalam reli mobil.

“Tambah lagi kapasitas dan kualitas kontestannya, jauh lebih berat dari tahun lalu,” tambah satu-satunya pereli Asean di kejuaraan dunia itu dan bertarung dengan bendera Bosowa Fastron Rally Team (BFRT) yang tentunya juga terkait sokongan BUMN Pertamina untuk mendongkrak prestasi anak bangsa di panggung world motosports.

Copy of IAM_9898

Mungkin tambahan yang bisa menjadi acuan sahih untuk mengukur peluang Ubang di Yunani kali ini adalah hasil di Rally Portugal lalu, saat melakoni debutnya di WRC2. Saat itu ia finish urutan 11 atau selangkah lagi masuk zona poin. Namun, pada 5 SS awal posisi Subhan sempat di 7 Besar dengan potensi ke 5 Besar karena selisih waktu yang singkat dengan dua pereli di atasnya. Sayang, peluang itu terbuang akibat kecelakaan di SS 6 yang membuatnya kehilangan beberapa SS dan kerugian waktu sangat banyak.

“Mengacu pada performa di Portugal, target realistis di Yunani kali ini adalah finish 10 Besar. Artinya dapat poin saja sudah bagus, itu sekaligus poin pertama Indonesia di ajang WRC2. Kalau di tengah lomba ada kesempatan ke podium, tentu kita akan perjuangkan maksimal,” ujarnya.

Dan, perjuangan itu sudah tentu bukan hal mudah. Di antara 43 starter seri keenam FIA 2013 WRC itu terdapat 17 petarung dikelas WRC2. Beberapa di antaranya musuh bebuyutan Subhan di PWRC seperti Nicholas Fuchs (Peru), Valeriy Gorban (Ukraina), Kikireshko (Ukraina), Marcos Ligato (Argentina), Ricardo Trivino (Meksiko), dan Lorenzo Bertelli (Italia).

Selain mereka terdapat juga pereli tangguh A. Al Kuwari (Qatar) yang tengah memimpin klasemen sementara WRC2 dengan dua kemenangan dari 3 penampilannya di serial WRC2 dengan total poin 60. Fuchs ada di bawahnya dengan nilai 58 dalam empat lomba. Hanya saja, jatah poin Fuchs tinggal tersisa di dua seri lomba sesuai ketentuan WRC2 yang menghitung poin terbaik dalam enam dari 7 jatah lomba.

“Nama lain yang sangat patut diperhitungkan adalah Sepp Wiegand (Jerman) dan Robert Kubica (Polandia). Seperti kita tahu, Kubica ini eks pembalap F1 tapi juga garang di lintasan reli. Bertarung dengan nama-nama besar seperti mereka, mudah-mudahan saja bisa jadi pengalaman dan pelajaran penting buat saya,” tutup Ubang yang sepanjang Kamis (30/5) mulai sibuk membuat set up mobil bersama tim teknis M-Sports.

Please follow and like us:

Leave a Reply