Testimoni Dealer & Pengguna Honda: “Motor Injeksi Honda Lebih Baik”

537453_494168210635134_1212161949_n

18 Mei 2013. Motor injeksi Honda banyak dipilih masyarakat karena biaya perawatan dan suku cadangnya terjangkau. Sejumlah pemilik dealer di beberapa daerah mengakui, penjualan sepeda motor Honda makin meningkat setelah hadirnya motor injeksi. Menurut mereka, citra Honda sebagai motor yang berkualitas dan hemat BBM makin kokoh.

Apalagi dengan tingginya uang muka (DP), masyarakat lebih memilih motor yang hemat. Sehingga, bisa mengurangi biaya operasional sehari-hari bagi konsumen.

“Sekarang konsumen sudah cerdas dan selektif. Mereka memilih motor yang berkualitas dan hemat bahan bakar,” kata Muhammad Rizal dari dealer Daya Motor Pare-Pare, Sulawesi Selatan.

Dengan hadirnya motor injeksi, sepeda motor Honda yang terkenal irit BBM, kini makin irit. Selain itu, perawatannya mudah. Makanya, motor injeksi Honda khususnya di kelas matik, naik tajam dan diterima secara luas di Pare-pare. Beberapa dealer sepeda motor Honda di Pare-Pare, Sulawesi Selatan mengaku, motor injeksi matik yang banyak dipilih masyarakat ketimbang jenis bebek dan sport.

Hal senada dikatakan Lenny Thungady, pemilik dealer Gowata Sakti Motor, Sulawesi Selatan. Ia mengatakan, sepeda motor Honda sudah teruji terus memimpin pasar di Sulsel. “Di kelas skutik, Honda jauh meninggalkan para pesaingnya. Motor jenis matik ini memang diterima luas masyarakat Sulsel,” ujarnya.

DSC_0011

Sepeda motor Honda memang masih memimpin pasar di Sulsel. Berdasarkan data AISI, sepanjang Februari 2013 lalu, dari total penjualan sepeda motor di Sulsel sebanyak 22.551 unit, Honda meraih pangsa pasar 46% dengan mencetak penjualan 10.361 unit. Posisi kedua ditempati Yamaha dengan penjualan 8.805 unit (pangsa pasar 39%), lalu Suzuki ditempat ketiga dengan 2.409 unit (10%).

Kondisi serupa terjadi di Sumatera Selatan. Motor Honda juga menguasai pasar di sana. Kehadiran motor injeksi ternyata mampu memperkuat dominasi motor Honda di penjualan sepeda motor se-Sumsel. Irwan Taslim, pemilik dealer Lestari Motorindo Palembang mengatakan, pihaknya optimistis Honda tetap mempertahankan posisi pertama di Sumsel. Ia dan beberapa dealer lainnya di Sumsel makin gencar memberikan pelayanan.

Widya Graha, dari dealer Anugerah Kencana Motor (AKM) mengatakan hal yang sama. Ia yakin, masyarakat akan makin menerima motor Honda dengan hadirnya teknologi mutakhir PGM-FI yang membuat motor lebih hemat. “Sekarang itu, masyarakat memilih motor yang hemat dan berkualitas. Itu semua ada di motor Honda,” katanya.

Beberapa anggota komunitas motor Honda di beberapa daerah pun mengakui, teknologi injeksi motor Honda membuat motor makin irit.

“Semakin irit, semakin diminati. Apalagi buat kami yang memang kebanyakan anggotanya adalah pelajar,” ujar Ketua Umum Beat Owner Club (BOC) Pare-pare Hendra Enda.

Ketua Paguyuban Motor Honda Palembang Hilda “Bunda” Munib menjelaskan, pengguna sepeda motor Honda di Sumsel terus meningkat. Hal itu karena citra Honda sebagai motor yang hemat BBM makin kuat. Kini, citra itu makin diperkuat dengan hadirnya motor injeksi di semua lini produk Honda. “Sepeda motor Honda sudah merajai tidak hanya di Palembang, tetapi juga secara nasional. Sebab, motor ini terkenal hemat dan lebih awet daripada motor merek lainnya,” kata Bunda.

Berdasarkan data Polri Registration (Polreg) 2012, Honda memimpin pasar penjualan sepeda motor di Sumsel dan Bengkulu dengan total penjualan 139.377 unit. Sedangkan Yamaha yang berada di posisi kedua mencatat penjualan 123.916 unit.

DSC_0023

Pangsa pasar Honda di Sumsel dan Bengkulu malah meningkat, bahkan menjadi pemimpin pasar. Honda menutup tahun 2012 dengan pangsa pasar 49,6%, sedangkan kompetitor terdekatnya, Yamaha, hanya mencapai 44,1%.

Padahal, selama beberapa tahun, Yamaha terus memimpin pasar penjualan motor di Sumsel dan Bengkulu. Pada tahun 2011, Yamaha memimpin pasar dengan pangsa pasar 46% (188.143 unit), sedangkan Honda hanya 43% (181.316 unit). Pada tahun 2010, Yamaha juga masih memimpin dengan 48,2% dan Honda 41,2%.

Kini keadaan berbalik, Honda menjadi pemimpin pasar. Bahkan, jika dilihat dari posisi perbandingan bulan per bulan, perbedaan pangsa pasar antara Honda dan Yamaha sangat signifikan. Pada November 2012 lalu, pangsa pasar Honda sudah mencapai 51,9%, sedangkan Yamaha 42,1%, lalu pada Desember 2012, pangsa pasar Honda sudah 58,2% dan Yamaha anjlok menjadi hanya 36,6%.

Berdasarkan data AISI, sepanjang Januari hingga Februari 2013, Honda juga menduduki posisi teratas penjualan sepeda motor di Sumsel. Selama dua bulan itu, Honda mencetak penjualan 23.469 unit atau 58,6% dari total penjualan sepeda motor se-Sumsel sebanyak 40.378 unit. Posisi kedua ada Yamaha dengan penjualan 15.735 atau 38,9%, dan Suzuki di tempat ketiga dengan 714 unit (0,1%).

Sebelumnya Johannes Loman, Executive Vice President PT Astra Honda Motor yakin, dengan inovasi teknologi injeksi terkini, sepeda motor Honda makin diterima masyarakat Indonesia. Ia memastikan, pihaknya akan terus berupaya memperluas produk injeksinya secara konsisten. Selain itu, pada langkah berikutnya Honda akan mengaplikasikan teknologi unik yaitu Idling Stop System yang dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar.

Loman mengatakan, Idling Stop System merupakan teknologi inovatif tahap lanjut yang menghasilkan konsumsi bahan bakar lebih baik. “Kami berharap melalui pengaplikasiannya pada salah satu model terlaris Honda Vario Techno 125, manfaat teknologi ini akan dirasakan secara luas di Indonesia. Kami yakin konsumen dapat membuktikan dan merasakan Idling Stop System ini mampu menghasilkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik,” tuturnya.

Please follow and like us:

Leave a Reply