Jelang Reli Portugal Subhan Aksa, Jalani Tes Khusus

DSC_0012

9 April 2013. Tinggal tiga hari lagi Vodafone de Rally Portugal digelar. Pereli Indonesia Subhan Aksa tak henti lakukan adaptasi dengan mobil yang akan dipakai. Berbagai cara digunakan, bahkan jadi sopir sekali pun. Itu dilakoni sebagai satu-satunya perwakilan pereli Asia Tenggara di kancah kejuaraan dunia itu saat melakukan tes khusus di Portugal, Senin 8 April.

Ia merangkap jadi sopir tim sepanjang kegiatan tes agar feeling, handling dan refleknya makin terbiasa di atas mobil dengan sistem kemudi kiri. Pasalnya, ia memang akan bertarung di seri WRC-2 dengan Ford Fiesta RRC setir kiri.

Dalam latihan sehari penuh itu, Ubang –panggilannya- sudah menggunakan tipe mobil RRC tersebut, lengkap dengan perangkat sequential gearbox yang berada di sebelah kanan setir. Untuk hal ini pun ia harus lebih membiasakan diri dan mencari waktu sebanyak-banyaknya untuk melatih diri. Demikian kuatnya proses latihan, sampai-sampai tangan pereli Bosowa Fastron Rally Team (BFRT) itu sempat membiru akibat dipaksa terus bergerak memindahkan persneling.

Tes khusus yang digelar M-Sport selaku penyuplai mobil Ubang di kancah WRC itu berlangsung di wilayah Saint Marcos, Portugal. Pilihan jalurnya pun disesuaikan dengan lintasan reli nanti yang sepenuhnya gravel.

“Treknya gabungan antara lintasan kecil dan lebar yang sangat teknikal. Karakter mobil sendiri cukup mendukung untuk melibas tipikal lintasan seperti itu. Beda banget dengan Group N, tentunya dalam konteks yang positif,” cerita Ubang.

Meski begitu ia belum bisa bicara banyak soal potensi pacuan maupun dirinya memsuki kompetisi nanti karena memang masih terus dalam proses adaptasi. Tes awal itu pun hanya sempat dilakukan sepanjang 68 km, jauh dari kata ideal.

“Ada peningkatan di beberapa aspek. Tapi, sama sekali belum cukup untuk menakar diri pada lomba nanti. Yang jelas, tim teknis M-Sport sangat mendukung dan profesional. Mereka sangat terlatih dan detil, saya perhatikan itu saat mengubah setingan pada suspensi maupun tenaga mesin. Suasana dalam tim juga sangat membantu. Semoga hasilnya makin bagus dalam tes resmi nanti,” harap Ubang yang sudah dinavigatori Nicola Arena (Italia).

Hari ini, Selasa (9/4), dan besok, keduanya melanjutkan dengan aktifitas survey lintasan. Di luar acara itu, Ubang kembali lagi pada fungsi sampingannya sebagai sopir tim.

Rally Portugal (11-14 April) merupakan putaran ke-4 dari 13 serial lomba FIA 2013 World Rally Championship (WRC). Tiga putaran sebelumnya sudah berlangsung di Monte Carlo, Swedia dan Meksiko.

Sesuai regulasi, kontestan WRC hanya wajib mengikuti 7 putaran dari 13 seri lomba, terserah memilih yang mana saja. Dari 7 ini pun nantinya hanya 6 hasil terbaik yang dihitung untuk menentukan gelar juara dunia WRC-2 dan peringkat masing-masing peserta.

Beberapa pereli WRC-2 sudah mengambil jatah di seri Monte Carlo, Swedia maupun Meksiko. Hasilnya, klasemen sementara WRC-2 2013 berada di tangan Sepp Wiegand yang mengoleksi poin 40 dari dua penampilan di Monte Carlo dan Swedia. Posisi 2 dan 3 ditempati Yuriy Protasov dan Ricardo Trivino yang telah ikut dalam 3 seri terdahulu. Ubang tentu belum dapat poin karena baru mulai berlaga di sesi Portugal.

Seperti sejumlah kontestan WRC-2 lainnya, termasuk Robert Kubica yang eks pembalap Formula1, manajemen BFRT memang sengaja memilih seri Portugal sebagai ajang pertama musim ini. Pertimbangannya tak lain adalah menambah pengalaman karena belum pernah turun di lintasan gravel khas Portugal.

SEKILAS WRC-2

WRC-2 diluncurkan FIA (Federasi Balap Mobil Internasional) mulai 2013 sebagai pengganti kelas SWRC dan PWRC. Di bawah kelas ini adalah WRC-3 yang merupakan pengganti PWRC dan Junior WRC Championship (menggunakan mobil katagori R1, 2, dan 3 berpenggerak 2WD) yang dikhususkan buat peserta di bawah usia 26 tahun dan belum berpengalaman.

Penyelenggaran WRC-2 berbarengan dengan kelas WRC dengan menggunakan lintasan yang sama.

WRC-2 melombakan mobil-mobil katagori RRC, R5, R4, Super 2000 dan Grup N4 berpenggerak 4-WD. Masing-masing punya kejuaraan kelas masing-masing, tapi saling bertempur untuk perebutan poin kejuaraan dunia.

Kontestan WRC-2 harus ikut minimal 7 seri lomba dan boleh memilih yang mana saja dari 13 seri lomba WRC 2013. Namun, poin yang dihitung untuk menentukan gelar dunia hanya diambil pada enam hasil finish terbaik.

Fiesta RRC (Regional Rally Car) adalah salah satu mobil kompak yang bertarung di WRC-2. Mobil 1.600 cc ini merupakan turunan Ford Fiesta RS WRC yang digunakan sejumlah pereli elit di kancah WRC. Bedanya hanya sedikit di bagian mesin dan sistem aerodinamika dan itu pun karena penyesuaian saja dengan regulasi teknis yang berlaku di WRC dan WRC-2. Demikian banyaknya persamaan, sehingga para teknisi bisa mengubah spek Fiesta RRC jadi versi RS WRC hanya dalam enam jam. Fiesta RRC adalah hasil kolaborasi Ford dengan rumah modifikasi M-Sport yang sudah lama membangun dan meluncurkan brand ini di WRC. Disebut Regional Rally Car karena konsepnya adalah jadi mobil penghubung bagi para juara nasional atau regional untuk menuju kelas puncak WRC.

Please follow and like us:

Leave a Reply