Rally WRC 2013, Subhan Aksa Gandeng Navigator Italia

IMG_3302

2 April 2012. Melalui acara press conference yang dihelat tadi pagi di Jakarta (Selasa, 2/4/13), ditegaskan bahwa pereli andalan Indonesia, Subhan Aksa akan memulai lagi perjuangan merajut prestasi di kancah Kejuaraan Reli Dunia (World Rally Championship).

Setelah finish 5 Besar FIA PWRC (Production World Rally Championship) 2012, pada musim 2013 Ubang (panggilan akrab Subhan) akan bertarung di kelas WRC-2 yang baru dilombakan tahun 2013 ini.

Ini kelas gabungan SWRC dan PWRC yang dilombakan beberapa tahun belakangan. Levelnya hanya setingkat di bawah kejuaraan utama WRC dengan kontestan yang umumnya juara nasional di negara masing-masing.

Atmosfer baru ini akan dijalani Subhan dengan mobil baru juga. Ia akan menggunakan Ford Fiesta RRC (Regional Rally Car) yang merupakan turunan dari Ford Fiesta RS WRC. Didukung penuh oleh M-Sport sebagai rumah modifikasi resmi yang mengembangkan mobil-mobil reli Ford, pilihan itu tak lain karena spesifikasi teknis mobil ini lebih klop dengan regulasi teknis yang ditetapkan FIA.

Spesifikasi kedua mobil ini sebenarnya hanya beda sedikit, antara lain sistem aerodinamika dan pipa turbo yang beda diameternya. Singkatnya, dengan waktu hanya enam jam, Fiesta RRC bisa dimodifikasi jadi Fiesta RS WRC hanya dengan menyesuaikan regulasi teknisnya.

“Dari aspek kenyamanan dan performa, saya sudah membuktikan keandalan Mitsubishi Evo X baik di PWRC maupun kejurnas. Ini pacuan yang telah saya pakai sejak awal menggeluti dunia reli dan telah memberikan 3 gelar juara Indonesia pada 2009, 2010, dan 2012,” kata Subhan di acara jumpa pers tadi menjelang Reli Portugal yang akan berlangsung 11 – 14 April 2013.

Ia merasa tak mungkin lepas dari Mitsubishi karena sedemikian panjangnya sudah perjalanan dengan mobil pabrikan Jepang itu. Bisa dibilang akrab dengannya sejak masa remaja dan saat mulai menggeluti reli dalam negeri.

“Jadi, jangan ada yang coba-coba menawar atau ingin membelinya,” gurau Subhan.

“Mobil itu tak akan nganggur karena tetap jadi andalan kami untuk Kejuaraan Nasional dengan target gelar keempat. Kami berani pasang target juara karena sudah paham betul karakter mobil ini dan daya gempurnya di lintasan reli Indonesia yang sebenarnya tak kalah berat dari reli di negara lain. Untuk WRC2 belum beranilah pasang target. Masih beradaptasi dengan mobil, setir kiri pula,” tandasnya.

Ia mengakui punya resiko tersendiri saat memilih pacuan dengan sistem kemudi kiri. Tak hanya butuh waktu untuk adaptasi karena inilah kali pertama ia pakai mobil reli dengan kemudi kiri. Akibat yang lebih signifikan adalah berubahnya driving style.

Resiko lain adalah kemungkinan sulitnya bersaing pada seri-seri awal. Selain karena proses tadi, calon-calon lawan di WRC-2 pun sangat berpengalaman. Selain beberapa peserta eks PWRC, para pentolan pereli muda dukungan pabrikan dari Skoda dan Proton pun bergabung di kelas ini.

Antara lain, Sepp Wiegand dan Esapekki Lappi dari pabrikan Skoda, Per-Gunnar Andersson dari pabrikan Proton yang sudah malang melintang di balap reli dan bahkan dari tim reli dunia seperti Qatar M-Sport WRT (World Rally Team) yang akan diwakili oleh pereli Elfyn Evans.

Semua nama ini sudah malang melintang dan punya prestasi di reli dunia. Bahkan Robert Kubica, eks pembalap Formula 1 yang sejak tahun lalu hijrah ke ajang reli, pun akan bergabung di kelas ini. Meski baru, skill-nya di atas mobil reli pun sudah bikin decak kagum pereli lainnya. Seperti Subhan, Kubica memulai pertarungannya dari Reli Portugal nanti.

“Melihat peta kekuatan dikelas WRC-2 tersebut persaingan akan berat tahun ini dengan total 29 pereli yang akan saling menjagal untuk merebut gelar juara dunia. Saya akan berusaha tampil maksimal untuk bisa mempertahankan posisi 5 besar tapi target realistis sebelum reli berlangsung kemungkinan berada 10 besar diakhir tahun atau di setiap reli Insya Allah tercapai,” katanya.

Berikutnya adalah soal navigator. Tahun lalu ia menggunakan empat navigator berbeda dalam 6 penampilan di PWRC. Kini di WRC-2, Subhan menggandeng Nicola Arena sebagai navigator permanen dalam 7 seri lomba yang diikuti. Navigator berpengalaman asal Italia itu sempat mendampinginya di Reli Italia 2012.

“Ia sudah ikuti 300-an kejuaraan reli. Pacenote yang ia miliki di berbagai trek akan sangat membantu. Komunikasi kami pun berjalan baik karena sudah kenal lama,” tambahnya. Apalagi nanti pada saat di Portugal, Ubang akan melakukan testing di lintasan SS yang pernah dijalani beberapa even reli dunia dimana Nicola Arena memiliki pengalaman menjalaninya.

Untuk Kejuaraan Nasional, Subhan tetap dinavigatori Hade Mboi. Seperti catatan prestasi Subhan, Hade pun menjadi pemegang gelar navigator terbaik pada musim 2009, 2010, dan 2012. Di kancah reli dunia, peran Hade masih sama seperti musim lalu, yakni sebagai tim manajer.

SEKILAS WRC-2

WRC-2 diluncurkan FIA (Federasi Balap Mobil Internasional) mulai 2013 sebagai pengganti kelas SWRC dan PWRC. Di bawah kelas ini adalah WRC-3 yang merupakan pengganti PWRC dan Junior WRC Championship (menggunakan mobil katagori R1, 2, dan 3 berpenggerak 2WD) yang dikhususkan buat peserta di bawah usia 26 tahun dan belum berpengalaman.

Penyelenggaran WRC-2 berbarengan dengan kelas WRC dengan menggunakan lintasan yang sama. WRC-2 melombakan mobil-mobil katagori RRC, R5, R4, Super 2000 dan Grup N4 berpenggerak 4-WD. Masing-masing punya kejuaraan kelas masing-masing, tapi saling bertempur untuk perebutan poin kejuaraan dunia.

Kontestan WRC-2 harus ikut minimal 7 seri lomba dan boleh memilih yang mana saja dari 13 seri lomba WRC 2013. Namun, poin yang dihitung untuk menentukan gelar dunia hanya diambil pada enam hasil finish terbaik.

Fiesta RRC (Regional Rally Car) adalah salah satu mobil kompak yang bertarung di WRC-2. Mobil 1.600 cc ini merupakan turunan Ford Fiesta RS WRC yang digunakan sejumlah pereli elit di kancah WRC. Bedanya hanya sedikit di bagian mesin dan sistem aerodinamika dan itu pun karena penyesuaian saja dengan regulasi teknis yang berlaku di WRC dan WRC-2.

Demikian banyaknya persamaan, sehingga para teknisi bisa mengubah spek Fiesta RRC jadi versi RS WRC hanya dalam enam jam. Fiesta RRC adalah hasil kolaborasi Ford dengan rumah modifikasi M-Sport yang sudah lama membangun dan meluncurkan brand ini di WRC. Disebut Regional Rally Car karena konsepnya adalah jadi mobil penghubung bagi para juara nasional atau regional untuk menuju kelas puncak WRC.

ALBUM PHOTO

Leave a Reply