Euphoria Sirkuit Sepang VS Sirkuit Sentul

Forza-0442

30 Maret 2013. Berjalan-jalan di teriknya Sirkuit Sepang, Malaysia pekan lalu bersama Forza GT3 Indonesia, dimana salah satu pebalapnya Bob Indrasasana masuk podium 3 di Malaysian Super Series, memang cukup melelahkan tapi juga menyenangkan. Melihat sekilas suasana Sepang dengan sirkuit Sentul, Indonesia pada dasarnya punya banyak kesamaan. Tapi kenapa hanya Malaysia yang sukses menggelar GP Formula 1?

GP Malaysia 2013 memang usai akhir pekan lalu, dan terbukti tim Red Bull Racing yang diperkuat Sebastian Vettel masih terlalu tangguh untuk lawan-lawannya. Lepas dari masalah kompetisi Formula 1, tim liputan MediaSL yang meliput langsung Malaysian Super Series 2013 memiliki cerita menarik untuk dibagikan dengan pembaca setia StephenLangitan.com.

Sirkuit Sepang yang dirancang oleh arsitek Hermann Tilke, dan dibuka sejak 7 Maret 1999 tidak pernah absen menggelar kompetisi Formula 1 hingga 2013. Hingga saat ini suasana semarak (euphoria) masih terasa. Iklan-iklan tentang GP Malaysia dan event balap lainnya sangat banyak terpampang sejak tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) hingga di sepanjang jalan-jalan kota.

Pihak penyelenggara dan pengelola sirkuit tahu betul apa yang dibutuhkan pengunjungnya. Ketika berada disana para pengunjung Sepang F1 akan disuguhkan dengan beragam hiburan dari berbagai hall sponsor, mulai dari merchandise hingga hiburan games seru seputar event yang sedang berlangsung. Kenyataan ini membuat kita bertanya-tanya, mengapa / kapankah Indonesia yang memiliki Sirkuit Sentul bisa menggelar F1 seperti Malaysia?

Forza-0432

Padahal kita punya sirkuit Sentul yang dibangun berdasarkan standar FIA, sejak tahun 1993 atau lebih dulu 6 tahun dibandingkan Sepang. Latar belakang keberadaan kedua sirkuit ini juga tidak jauh berbeda, karena diprakarsai oleh anak mantan pemimpin tertinggi pemerintahan masing-masing. Sepang oleh Dato’ Mokhzani Tun Dr Mahatir, sementara Sentul oleh Hutomo Mandala Putra.

Lalu kenapa nasib kedua sirkuit berbeda? Sekilas yang terlihat sangat jelas adanya peran perusahaan nasional seperti Petronas, yang mendukung GP Malaysia sejak awal. Namun Indonesia juga memiliki perusahaan minyak bernama Pertamina? Malaysia pernah melibatkan pembalapnya sendiri yakni Alex Young pada musim 2001. Meski hanya sesaat dia telah mencatatkan sejarah sebagai pebalap Asia Tenggara yang pertama.

Indonesia juga memiliki pebalap berpotensi seperti Ananda Mikola dan Rio Haryanto yang kini mengikuti kompetis GP3. Bahkan Prestasi Mikola bahkan masih di atas Alex Yoong saat masih di F3. Entah mengapa Indonesia yang pernah mengadakan GP 500cc tahun 1996, Sentul malah dihapus dari agenda GP 500cc. Dimasa lampau Sentul dipadati berbagai kegiatan internasional mulai Enduro Race, Formula Brabhram dan Asia, Touring, Drag Race hingga Superbike World Championship.

Namun pastinya insan otomotif Indonesia masih berharap Sentul tidak semakin terpuruk, dan bisa segera pulih agar dunia motorsport negeri ini semakin maju.

ALBUM PHOTO : Euphoria di Sirkuit Sepang Malaysia, Barisan Pitbabes di F1 Sepang

Please follow and like us:

Leave a Reply