Regulasi Drifting PP IMI Rampung, Kejurnas Drifting 2013 Siap Digelar

photo-2013-01-23-16-40-22-156

19 Februari 2013. Setelah menanti selama satu tahun, akhirnya PP IMI mengeluarkan peraturan / regulasi resmi olahraga motorsport Drifting. Tentu banyak para penggemar drifting yang hingga saat ini masih bertanya-tanya mengenai regulasi dan kelangsungan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drifting di tahun 2013.

Bertempat di sekretariat PP IMI Pusat, Senayan, Jakarta, pada Senin (18/02) kemarin. PP IMI resmi memperkenalkan dan memberlakukan regulasi drifting kepada sejumlah rekan media (termasuk tim MediaSL). Peraturan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drifting 2013 yang berisikan Peraturan teknis kendaraan, Peraturan keselamatan, Peraturan teknis penyelenggaraan, Hak & Kewajiban dewan Juri dan peserta lomba, Pembagian Kelas Lomba, Penentuan Hadiah, dan lain sebagainya.

“Setelah menggodok hampir satu tahun lebih, akhirnya kita memiliki sebuah Peraturan Perlombaan Drift yang diakui PP IMI dan bisa menjadi standar untuk kejuaraan nasional. Regulasi resmi ini mengatur segala hal detail mengenai kejurnas drifting,” jelas Rifat Sungkar, ketua Komisi Drift Indonesia di Kantor PP IMI, Jakarta.

DSC_0006

Rifat menambahkan peraturan perlombaan drifting yang diaplikasi Indonesia sudah mengalami penyesuaian agar bisa menyerap banyak peserta. Dan juga merupakan hasil analisa tim Komisi Drift Indonesia yang terdiri dari para drifter dan pebalap nasional.

“Di seluruh dunia regulasi drifting mengacu pada dua peraturan yaitu D1 (Drift 1) dan FD (Formula Drift). Di Indonesia kita lebih mengacu pada standar FD yang lebih mudah dipahami karena berbahasa Inggris, dan juga banyak drifter Indonesia yang terbiasa dengan peraturan ini,” tambah Rifat pereli nasional andalan Pertamina.

Peraturan drifting di Indonesia banyak penyesuaian dengan kebutuhan dan kondisi di Tanah Air. Untuk di Indonesia peraturan tersebut juga membagi kelas para drifter. Terdapat tiga kelas drifter pertama yaitu Drif Star, kedua Rookie, dan terakhir Profesional (Pro). “Dengan pembagian kelas ini kita bisa mengolah bibit-bibit muda drifter, sekaligus bertujuan agar kompetisi drifting berjalan berimbang,” katanya.

Sementara itu, guna meningkatkan kualitas juri drifting yang kerap selama ini dianggap kurang kompeten dan sering diprotes dari peserta, tim, hingga penonton, Rifat juga memastikan bahwa didalam peraturan baru ini telah ikut ditetapkan syarat seorang juri drift. “Juri adalah kunci kejuaraan drifting. Hanya juri bersertifikatlah yang bisa dipilih. Untuk mendapat sertifikatnya, para juri harus mengikuti seleksi dan tes yang dijalankan PP IMI dan Komisi Drift Indonesia.”

Selain itu. Komisi Drift membuka kesempatan kepada publik untuk turut serta mengikuti seleksi dan tes juri. “Siapapun orangnya bisa mengajukan diri untuk mendapat sertifikat juri drift. Bisa dari kalangan media, pecinta otomotif, ataupun bahkan karyawan kantoran,” jawab Rifat.

Akhir kata, dengan adanya Peraturan Perlombaan Drift resmi dari IMI ini, maka tahun 2013 ini Indonesia siap menggelar tiga dari lima kejuaraan nasional drifting. “Tahun ini yang pasti akan ada tiga kejurnas drifting, namun kita berharap masih ada dua kejuaraan tambahan hingga akhir tahun. Dua kejuaraan lainnya masih menunggu pihak-pihak sponsor,” tutup Rifat.

Please follow and like us:

Leave a Reply