Subhan Aksa Naik Peringkat, Guerra Tatap Gelar Dunia PWRC 2012

10 Movember 2012. Hari ketiga RACC Rally de Espana pada Sabtu (10/11) menyuguhkan 6 Special Stage (SS) yang seluruhnya lintasan aspal. Hanya tersedia 75 menit untuk tim mekanik menyusun ulang setingan mobil yang sehari sebelumnya digunakan di lintasan gravel.

Hal sama dilakukan Bosowa Rally Team yang bersama Subhan Aksa /Bill Hayes bertarung di kelas FIA 2012 Production World Rally Championship (PWRC). Kaki-kaki Mitsubishi Lancer Evo X yang dipacunya berubah total dan lebih mendekati set up racing car karena sangat rendah untuk dapatkan grip lebih kuat di trek aspal. Girboks juga dapat sentuhan agar akselerasi lebih baik saat keluar tikungan.

“Banyak yang harus disesuaikan, termasuk penggunaan ban slick. Tapi, yang tak kalah penting adalah cara mengemudi di balik setir. Saya harus banyak late braking untuk masuk tikungan dan gaspol setelah keluar,” ujar Subhan.

Hasilnya, SS7 sampai SS9 pada hari ini dilewati Subhan dengan baik. Posisinya yang ke-7 dalam overall PWRC hingga SS6 kemarin, hari ini naik ke posisi ke-4. Marcos Ligato (Argentina) yang sebelumnya memimpin lomba kini berada di urutan 5. Subaru besutan Ligato bermasalah dengan rem dan tergelincir di SS8 sehingga kehilangan banyak waktu.

Benito Guerra (Meksiko) yang sepanjang SS1 sampai 6 tampil cari aman, menepati janjinya untuk fight di lintasan tarmac hari ini. Dengan Evo X ia memenangi SS7 sampai 9 berturut dan membawanya memimpin perolehan waktu terbaik sementara dengan total waktu 2 jam 48 menit 19,7 detik. Ia dikuntit Valeriy Gorban (Ukraina), Michal Kosciuszko (Polandia) dan Subhan Aksa. Yeras Lemes yang bikin kejutan sehari sebelumnya, kini berada di peringkat tujuh.

Posisi sementara Subhan memang 4 Besar, tapi sangat berpotensi masuk 3 Besar karena Kosciuszko sesungguhnya tidak mencapai finish SS9 di Riba-roja d’Ebre. Evo X-nya terbalik di trek sepanjang 14,2 km itu. Hingga berita ini diturunkan belum ada kepastian apakah ia bisa melanjutkan lomba atau tidak. Meski tak sentuh garis finish, sesuai ketentuan maka waktunya disamakan dengan waktu tempuh terakhir di SS tersebut. Selisih waktu Subhan dengannya terpaut 8,6 detik.

“Lepas dari insiden beberapa pereli, kami memang sukses dengan setelan mobil hari ini. Saya salut dengan tim mekanik yang mengerjakannya di tengah malam dan membuahkan hasil bagus hari ini. Semoga di SS berikutnya tetap mendapatkan hasil baik,” imbuh Subhan.

Dengan komposisi hasil sementara itu, Guerra sepertinya sudah menatap gelar juara dunia PWRC. Mahkota itu sudah di depan mata karena sesungguhnya ia hanya perlu finish 3 Besar Rally Spanyol yang menjadi seri terakhir WRC tahun ini.

Subhan yang finish ketiga di SS9 pun bertekad mengamankan posisi di 3 Besar sembari melihat kemungkinan-kemungkinan untuk memenangi beberapa SS berikutnya. Ia merencanakan pemakaian ban lunak untuk menyusuri SS10 sampai SS12 sebagai akhir lomba pada Sabtu (10/11) petang waktu Spanyol atau tengah malam WIB.

Leave a Reply