Pereli Wild Card Bikin Kejutan, Subhan Terkendala Ban

10 November 2012. Start dari tengah kota Salou, RACC Rally de Espana memulai pertarungan SS (Special Stage) 1 di Gandeswa, Salou, sepanjang 7 km dalam kondisi hujan dan dingin dengan suhu di bawah 5 derajat celcius. Pereli Indonesia Subhan Aksa harus menghadapi tantangan itu, terlebih karena datang dari negeri topis. Tapi, bukan semata cuaca yang membuatnya finish urutan 9 di SS pertama pada hari Jumat kemarin (8/11).

Ia salah memasang ban berkompon keras (hard tyre), sementara yang ideal sebenarnya jenis soft tyre (lunak) karena kondisi lintasan yang sangat licin.

“Jadi fokus asal finish saja, jangan sampai kecelakaan. Soalnya harus lewati 3 SS baru masuk service area. Mulai SS4 kami akan pakai soft tyre,” tutur Subhan yang didampingi navigator Bill hayes (Australia).

Di SS2 Pesells 1, performa Subhan di atas Mitsubishi Lancer Evolution X mulai membaik. Ia finish ke-7. Padahal, di SS sepanjang 26,59 inilah banyak insiden menyulitkan peserta. Termasuk kontestan WRC seperti Therry Neuville (Citroen Junior Team) dan Petter Solberg (Subaru WRT Team). Keduanya terhenti di SS ini dan bisa melanjutkan lomba.

Berikutnya di SS3 Terra Alta 1 (44,02 km), pereli Bosowa Rally Team itu kembali finish di posisi 7. Itu membuat posisinya di hasil sementara keseluruhan lomba pun terpatok di peringkat 7 sekaligus kesempatan menjadi juara dunia 2012 sangat sulit bahkan bisa dibilang hanya keajaiban yang bisa membuat hal itu terwujud.

Hasil ini terbilang mengejutkan jika mencermati performa punggawa Bosowa Rally Team itu sejak ikut serial PWRC 2012 pada Rally Argentina medio April silam. Dari statistik penampilan di lima ajang sebelumnya, performa di awal Rally Spanyol ini menjadi hasil terburuk.

“Ini baru awal. Masih ada 15 SS di depan. Sangat tak mudah mengarungi reli ini yang sebagian di lintasan aspal dengan kondisi basah pula. Saya minim pengalaman di trek seperti ini dan inilah kesempatan untuk menimba pengalaman berharga,” tambahnya.

Kelas PWRC yang masih memperebutkan gelar juara dunia di event ini memang berjalan sengit dalam 3 SS awal. Marcos Ligato (Subaru/Argentina) yang berambisi mencetak gelar perdana setelah 11 tahun di PWRC, sukses menjuarai SS1 sementara Michals Kosciuszko (Mitsubishi Evo X Polandia) menjuarai SS2.

Benito Guerra (Mitsubishi Evo X/Meksiko) yang memimpin klasemen dengan poin 84 sepertinya ingin cari aman di seri ini dengan tak ngotot memenangi SS dengan segala resikonya. Soalnya, cukup finish di 3 Besar ia sudah mengunci gelar juara dunia 2012. Hingga SS 3 berakhir, Guerra bercokol di urutan 4 overall.

Yang mengejutkan adalah penampilan Yeras Lemes di atas Mitsubshi Evo X-nya. Pereli tuan rumah ini bukan peserta regular PWRC. Ia mendapat jatah wild card di negerinya berkat prestasi di kancah nasional Spanyol. Ia memenangi SS3 sekaligus mengambil alih tampuk pimpinan lomba sementara dari Ligato dengan selisih waktu 2,1 detik. Di dua SS sebelumnya, Lemes ada di urutan 4 dan 3.

Tentu saja performa Lemes menjadi daya tarik tersendiri. Ia bisa mengacak-acak hitung-hitungan perebutan gelar juara PWRC yang melibatkan enam pereli saat ini, termasuk Subhan.

“Sebenarnya itu tak terlalu mengejutkan. Pereli lokal memang banyak diuntungkan, khususnya pengenalan medan. Sejak awal kita sudah prediksi hal itu bisa jadi batu sandungan,” tutup Subhan yang saat ini berselisih 2 menit 40 detik dari Lemes.

Please follow and like us:

Leave a Reply