Rally Spanyol: Sengit di PWRC, Subhan Tunggu Momentum

7 November 2012. RACC Rally de Espana di Spanyol pada 8-11 November merupakan seri terakhir kompetisi reli mobil dunia 2012. Ada 4 katagori lomba yang resmi digelar dan diatur FIA (Federasi Balap Mobil International), yakni kelas utama WRC (World Rally Championship), Super 2000 WRC (SWRC), Production WRC (PWRC) dan WRC Academy.

Tinggal SWRC dan PWRC yang masih memperebutkan titel juara dunia 2012. WRC sudah menghasilkan Sebastien Loeb (Prancis/Citroen) sebagai juara dunia 2012 sekaligus gelar ke-9-nya. WRC Academy pun sudah menghasilkan juaranya, Elfyn Evans (Wales/Ford).

Di SWRC, Craig Breen dan PG Andersson bersaing ketat memperebutkan gelar. Keduanya punya poin 93 dan 91 di klasemen. Pesaing terdekat mereka adalah Yazeed al Rajhi yang mengoleksi nilai 73.

Yang paling sengit adalah di kelas utama supporting PWRC. Enam pereli masih berpeluang meraih gelar, termasuk juara nasional Indonesia, Subhan Aksa. Meski lebih berat dibandingkan lawan-lawannya, nama punggawa Bosowa Rally Team itu selalu disebut-sebut media internasional yang memberikan ulasan khusus terhadap PWRC yang merupakan kumpulan calon-calon pereli WRC, termasuk www.wrc.com yang menjadi website resmi reli dunia.

Meski gembira karena nama Indonesia sering disebut-sebut media, Subhan sendiri merasa tak terlalu perlu memperhatikan prediksi-prediksi yang dibuat. Yang ia inginkan adalah fokus pada diri sendiri dan selalu mencoba tampil maksimal.

“Yang paling penting adalah pengalaman dan menimba ilmu sebanyak-banyaknya. Ini tahun pertama saya berkompetisi penuh di PWRC. Kalau kemudian hasilnya seperti ini dan termasuk dalam enam peserta yang berpeluang meraih titel juara dunia, bagi saya sudah merupakan hasil besar,” ujar Subhan yang sudah berada di Spanyol sejak Sabtu (3/11) lalu.

Ia menjelaskan, dalam rangka menimba ilmu baru itulah sehingga ia dan timnya terkesan suka gonta-ganti navigator. Dalam enam seri PWRC musim ini yang ia ikuti, hanya sekali ia didampingi navigator setianya, Hade Mboi di Reli Argentina bulan April 2012. Selebihnya menggunakan 3 orang navigator asing. Yang terbaru adalah Bill Hayes (Australia) mendampinginya di Spanyol.

Kali ini dengan Bill, banyak hal baru yang ditemukan dan didiskusikan dengan Ubang (nama panggilan Subhan Aksa) terutama pada bagian pacenote (catatan-catatan yang akan selalu disebut-sebut navigator selama reli berlangsung untuk memberikan petunjuk bagi sang pereli) yang tujuannya adalah agar memberikan kepercayaan diri pada Ubang supaya bisa memacu mobilnya lebih kencang dilintasan aspal.

“Bill sangat berpengalaman, banyak masukan baru darinya. Terutama di trek aspal yang selama ini menjadi kelemahan saya karena minim pengalaman. Kami hanya perlu waktu untuk membiasakan diri,” tambah Subhan yang sepanjang Senin (5/11) melakukan latihan dilintasan aspal dan dilanjutkan Selasa (6/11) dan Rabu (7/11) melakukan survey lintasan resmi bersama Bill Hayes.

Berdasarkan latihan dan survey itu, Subhan menilai tantangan terbesarnya adalah cara menyetir di lintasan aspal dan gravel yang dihamparkan Rally Spanyol lantaran karakter-nya sangat berbeda. Ia harus mengubah kebiasaan di balik kemudi. Itu tak mudah, terlebih di lintasan aspal Spanyol yang tricky dan berbahaya.

Banyak hal yang telah dilakukan tim untuk mempersiapkan Rally Spanyol ini, selain tes ban tipe aspal yang lebih slick (tanpa kembangan yang besar) serta setting-an suspensi yang lebih rendah untuk mendapatkan speed pada saat melibas tikungan-tikungan cepat.

Sekaligus tim juga sudah memperbaiki body mobil Mitsubishi Evo X bagian kanan belakang yang sempat menghantam batu di Reli Italia 3 minggu lalu dan saat sekarang kondisi mobil sudah kembali normal dan siap untuk dipacu kembali hingga batas lebih dari 100 persen.

“Tantangan lain adalah cuaca. Sangat dingin, di bawah 5 derajat celcius,” tambahnya.

Soal kans memenangi reli ini, Subhan bilang selalu ada peluang karena banyak faktor yang menentukannya. Tampil tanpa beban menjadi nilai plus dibandingkan lima pesaingnya yang pastinya ngotot untuk bertarung memperebutkan gelar.

“Kita tunggu momentum saja. Kalau ada peluang jadi juara, pasti akan kami kejar. Kalau maksimalnya di 3 Besar, itu juga sudah sangat bagus,” tandas juara Indonesia 2009 dan 2010 itu.

Sekilas PWRC

Dulu kelas ini dikenal sebagai Grup N. PWRC dirilis FIA (Federation Internationale de l’Autombile/Federasi Otomotif Internasional) pada 2002 dengan sedikit perubahan regulasi. Mobil yang digunakan adalah produksi massal dengan modifikasi tertentu yang dibolehkan, misalnya penggunaan turbo dan sistem penggerak 4 roda (4 wheel drive).

PWRC merupakan salah satu kelas pendukung WRC, dilombakan bersamaan dengan event WRC dan menggunakan lintasan yang sama. Kompetisi ini dikelola dan di bawah sanksi FIA. Karenanya peserta yang berhak memburu gelar juara dunia adalah mereka yang terdaftar sebagai permanent entry FIA dengan keharusan mengikuti sejumlah seri yang ditetapkan, seperti musim 2012 ini di mana peserta wajib mengikuti minimal 6 dari 8 seri yang terjadwal.

Tahun ini terdaftar 12 peserta tetap PWRC. Dua seri terdahulu, Rally Monaco dan Mexico, hanya diikuti 3 dan 5 pereli PWRC terdaftar. Karena itu enam seri tersisa bakal menyuguhkan persaingan yang amat terbuka.

Seperti halnya GP2 di ajang balap F1, PWRC adalah gerbang terdekat ke WRC sebagai level tertinggi kejuaraan reli dunia. Nasser Al-Attiyah, contohnya, telah memperkuat tim pabrik Citroen di WRC.

Kelas pendukung lainnya adalah SWRC (Super 2000 World Rally Championship) dan WRC Academy yang bertarung dalam satu merek (Ford Fiesta).

Leave a Reply