Subhan Siap Hadapi Tantangan PWRC di Jerman

15 Agustus 2012. Pereli Indonesia Subhan Aksa akan memasuki babak baru dalam perjuangannya menorehkan prestasi di kancah reli dunia FIA 2012 Production World Rally Championship (PWRC 2012). Sebelum ia bertolak ke Jerman hari Jumat besok (17/8/12), Subhan menggelar acara buka puasa bersama dengan rekan media di Black Cat Jazz & Blue Resto, Gedung Arcadia Lt.2, Komplek Plasa Senayan, Jakarta hari Selasa malam (14/8/12) .

Setelah mencetak prestasi spektakular dalam tiga seri terdahulu yang mengantarnya ke 3 besar klasemen PWRC, perjalanan Subhan yang berikutnya adalah di tiga seri terakhir, yang bisa dibilang penuh tantangan dan sangat sulit diprediksi bakal hasil akhirnya, khususnya lomba terdekat di Rally Jerman pada 24-26 Agustus 2012.

Tiga laga sebelumnya di Argentina, Yunani, dan Selandia Baru dilalui pereli Bosowa Rally Team itu dengan mulus. Setelah finis ke-7 di Argentina, berturut-turut ia naik podium sebagai runner up di reli ganas Acropolis di Yunani dan seri Selandia Baru. Ketiga seri itu kebetulan berlangsung di lintasan tanah/gravel yang karakternya tak beda jauh dengan yang biasa dilakoni Subhan di Indonesia.

Beda dengan Rally Jerman yang berlangsung di lintasan aspal/tarmac yang jelas-jelas bukanlah trek yang akrab buatnya. Karena itu Subhan pun harus menyesuaikan feeling dan gaya mengemudinya di trek seperti itu dan ini pun jadi tantangan tersendiri. Untuk setingan mobil, ia yakin tim sudah punya gambaran tepat untuk diterapkan.

“Itu tantangan besar, namun saya sangat termotivasi untuk melewatinya dengan hasil terbaik. Seri Jerman akan menjadi ujian penting untuk seri selanjutnya di Italia dan Spanyol,” kata juara nasional 2009 dan 2010 itu. Selanjutnya rally PWRC Italia akan berlangsung 18-21 Oktober dan Rally Spanyol 8-11 November.

Sebagai persiapan ke Jerman, Subhan berlatih khusus langsung di kota Trier, Jerman, kota tempat berlangsungnya reli. Hal tersebut dilakukan untuk melatih feeling dan handling kendaraan di lintasan aspal yang sesuai dengan keadaan reli nantinya. Latihan tersebut dipakai juga untuk melakukan setingan pada suspensi. Lokasi latihannya sendiri dipilih yang berada sekitar 45 KM bagian Utara kota Trier dan sangat dekat dengan SS hari pertama.

Tantangan lain yang sangat serius adalah sengitnya perburuan poin di klasemen sementara yang memungkinkan saling sodok di antara kontestan. Saat ini ia menempati peringkat 3 PWRC dengan poin 42 di bawah Benito Guerra (Meksiko/62) dan Valeriy Gorban (Ukraina/52). Empat pereli lain memepetnya dengan selisih poin tipis, yakni Michal Kosciuszko (Polandia/40), Marcos Ligato (Argentina/37), Nicolas Fuchs (Peru/36), dan Louise Cook (Inggris/34).

Sengitnya persaingan membuat peserta akan memiliki tekanan mental tersendiri di Rally Jerman. Dalam konteks itulah peran navigator Jeff Judd (Selandia Baru) kembali digunakan. Apalagi, sinergi dan kerja samanya dengan Subhan pun terlihat kian kompak dengan dua podium di Yunani dan Selandia Baru.

“Usia maupun jam terbang Jeff jauh di atas kami yang sampai saat ini masih dalam proses pematangan. Khususnya Subhan, ia akan belajar banyak dari Jeff karena skill mengemudi dan keseimbangan emosional sama pentingnya saat melaju di lintasan. Dalam hal itu Jeff bisa diandalkan. Ia tahu persis kapan menyerang dan kapan bertahan dengan proses seperti apa. Terlebih lagi ia sangat paham dengan karakter lintasan di Eropa,” terang Hade Mboi yang bertindak sebagai Manajer Tim.

Seperti biasanya, Subhan tak ingin pasang target khusus dan selalu berprinsip wait and see menjelang lomba. “Akan sangat bergantung hasil survey dan beberapa special stage awal. Kalau situasinya bisa naik podium lagi, tentu kita akan maksimalkan itu. Yang pasti persaingan akan sangat ketat karena semua pereli terbaik PWRC turun bersama kali ini. Skill, performa mobil, dan mental bertanding sama pentingnya. Semoga saja bisa bertahan di 3 Besar dan untuk itu saja pun pastinya akan kami lalui dengan perjuangan keras,” kata Subhan, pereli asal Makassar berusia 25 yang menggeber Mitsubishi Lancer Evolution X.

Belakangan, ajang PWRC yang levelnya hanya setingkat di bawah WRC ini mendapat respons membanggakan dari komunitas reli dunia. Kelas ini dianggap lebih seru dan kompetitif dibandingkan WRC yang dilombakan pada tempat dan waktu sama, namun didominasi pereli itu-itu saja yakni Sebastian Loeb dan Mikko Hirvonen dari tim sama – Citroen WRT.

Sebaliknya di PWRC. Kini terdapat dua kubu, Amerika dan Eropa, yang senantiasa bertarung alot dalam perburuan gelar. Benua Amerika diwakili Guerro, Fuchs, dan Ligato yang tampil agresif. Sementara Eropa diwakili Gorban dan Kosciuszko yang tampil taktis. Di antara mereka hadir Subhan sebagai satu-satunya wakil Asia, namun sudah dianggap ancaman oleh kontestan lain berkat dua posisi runner up yang diraih.

Menjawab pertanyaan tentang kemungkinannya naik podium sebagai juara di sisa kompetisi musim ini, Subhan mengakui itu adalah ekspetasi yang wajar mengingat dua posisi runner up yang diraih berturut. Sebagai atlet, ia pun senantiasa berusaha mencapai hasil terbaik, yaitu juara.

“Tapi, semuanya harus dengan perhitungan cermat. Jangan sampai ambisi ini justru jadi bumerang. Dari segi teknis, jadi juara di Rally Italia lebih terbuka dibandingkan Jerman dan Spanyol. Mayoritas lintasannya gravel dan sempit. Kontur dan karakternya pun mirip Indonesia. Saya akan mempersiapkan diri untuk juara di sana,” tegasnya.

Di seri terakhir Spanyol (lintasannya campuran aspal dan gravel), Bosowa Rally Team yang didukung sepenuhnya oleh PT Semen Bosowa hanya menargetkan Subhan untuk bisa mempertahankan posisi 3 Besar. “Bisa finis di kelompok itu sampai usai kompetisi sudah merupakan prestasi besar dan di luar perkiraan awal. Semoga bisa kami wujudkan,” tambah Hade.

KLASEMEN SEMENTARA PWRC

1. Benito Guerra (Meksiko/poin 62)
2. Valeriy Gorban (Ukraina/52)
3. Subhan Aksa (Indonesia/42)
4. Michal Kosciuzsko (Polandia/40)
5. Marcos Ligato (Argentina/37)
6. Nicholas Fuch (Peru/36)
7. Louise Cook (Inggris/34 )
8. Gianluca Linari (Italia/32)
9. Ricardo Trivino (Meksiko/30)

Sekilas PWRC

Dulu kelas ini dikenal sebagai Grup N. PWRC dirilis FIA (Federation Internationale de l’Autombile/Federasi Otomotif Internasional) pada 2002 dengan sedikit perubahan regulasi. Mobil yang digunakan adalah produksi massal dengan modifikasi tertentu yang dibolehkan, misalnya penggunaan turbo dan sistem penggerak 4 roda (4 wheel drive).

PWRC merupakan salah satu kelas pendukung WRC, dilombakan bersamaan dengan event WRC dan menggunakan lintasan yang sama. Kompetisi ini dikelola dan di bawah sanksi FIA. Karenanya peserta yang berhak memburu gelar juara dunia adalah mereka yang terdaftar sebagai permanent entry FIA dengan keharusan mengikuti sejumlah seri yang ditetapkan, seperti musim 2012 ini di mana peserta wajib mengikuti minimal 6 dari 8 seri yang terjadwal.

Tahun ini terdaftar 12 peserta tetap PWRC. Dua seri terdahulu, Rally Monaco dan Mexico, hanya diikuti 3 dan 5 pereli PWRC terdaftar. Karena itu enam seri tersisa bakal menyuguhkan persaingan yang amat terbuka. Seperti halnya GP2 di ajang balap F1, PWRC adalah gerbang terdekat ke WRC sebagai level tertinggi kejuaraan reli dunia. Nasser Al-Attiyah, contohnya, telah memperkuat tim pabrik Citroen di WRC.

Kelas pendukung lainnya adalah SWRC (Super 2000 World Rally Championship) dan WRC Academy yang bertarung dalam satu merek (Ford Fiesta).

Please follow and like us:

Leave a Reply