Wisata Istana Maimoon dan Rumah Tjong A Fie di Medan

26 Juni 2012. SL.com bersama dengan rombongan “Media Test Drive All New Ford Ranger“, masih diajak oleh PT Ford Motor Indonesia (FMI) untuk jalan-jalan berwisata di Kota Medan, yaitu ke Istana Maimoon dan Rumah Tjong A Fie pada hari Kamis, 14 Juni 2012 yang lalu. Kunjungan ke Medan ini merupakan perjalanan hari terakhir di Sumatera Utara setelah menjalani ajang test-drive mobil All New Ford Ranger XLT 2.2L 4×4 MT di rute off road.

Bagi warga kota Medan dan Sumatera Utara pada umumnya, rasanya kedua tempat ini sudah tak asing lagi, apalagi mau dikunjungi dua atau tiga kali sudah pasti membosankan. Tapi lain cerita bagi mereka yang belum pernah kesana, atau mungkin sudah lama sekali tak pernah melihat,  maka kalau ada kesempatan untuk mampir dan berwisata pasti menarik juga.

Istana Maimoon

Istana Maimoon merupakan sebuah istana kesultanan Melayu yang terletak di Medan, Sumatera Utara, Indonesia. Dibangun pada tahun 1886. Istana ini di rancang oleh seorang arsitek Italia dan diselesaikan pada tahun 1888 semasa pemerintahan Sultan Mahmud Al Rasyid.

Saat ini istana tersebut masih didiami oleh keluarga–keluarga sultan. Ruangan pertemuan, foto–foto keluarga kerajaan Deli, perabot rumah tangga Belanda kuno dan berbagai senjata, terbuka bagi masyarakat yang ingin mengunjunginya. Saat rombongan Media Test Drive All New Ford Ranger datang, bersamaan terlihat rombongan anak-anak sekolah yang ikut meramaikan istana Melayu ini.

Satu blok dari istana Maimun kearah timur, berdiri Mesjid Raya dengan arsitek yang menawan merupakan daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Medan dan sangat mengagumkan. Nah, bagi pembaca yang ingin menyimak lebih lanjut soal sejarah Istana Maimoon, silahkan kunjungi Halaman Ini atau melihat Album Photo ini.

Rumah Tjong A Fie

Wah.. dulu sewaktu SL.com tinggal di Medan, rumah Tjong A Fie yang berada di Kawasan Kesawan Medan atau Jl. Jend. Ahmad Yani No. 105 Medan ini, adalah rumah kumuh. Tapi sekarang sudah sangat berbeda, malah rumah ini sudah menjadi kawasan wisata Kota Medan yang baru dibuka tahun 2009 yang lalu.

Kedatangan rombongan Media Test Drive All New Ranger diterima dan dipandu oleh seorang wanita yang menjadi guide. Ia banyak menjelaskan setiap ruangan dengan sejarahnya. Iapun menjelaskan secara detail tentang perabot-perabot yang masih tersimpan dan tertata dengan rapih. Iapun paham soal photo yang dipajang, siapa saja, statusnya, dan jabatannya. Singkat kata, keterangannya bikin wisatawan makin paham tentang Rumah Tjong A Fie ini.

Sekilas penjelasan yang dikutip (copy paste) dari beberapa literatur atau referensi tentang Rumah Tjong A Fie yang sudah tersebar di dunia maya dapat dituliskan kembali disini, antara lain sebagai berikut:

Rumah Tjong A Fie dibangun pada tahun 1895 dan selesai pada tahun 1900. Memiliki ukiran kayu yang cantik dan fitur dengan dua singa batu duduk di pintu masuk. Memiliki 40 kamar, dalam campuran gaya China, Melayu dan Eropa. Pengaruh arsitektur Melayu dapat dilihat dalam deretan jendela, pintu, dinding dan itu dicat dengan warna kuning dan hijau.

Pengaruh Cina dapat dilihat dalam ornamen ukiran dan lukisan di langit-langit. Disandingkan dengan desain oriental keseluruhan elemen desain Eropa dan Art Nouveau termasuk kolom beton dengan modal hias, dan chandelier  tergantung dari langit-langit.

Berdiri di samping ornamentasi Barat ini adalah sebuah altar leluhur tradisional Cina, ukiran dan pintu kayu disepuh kerawang, dan chien nien porselen bekerja penuh warna. Di dalam Rumah Tjong A Fie, kita jatuh seolah-olah kita sudah kembali pada pergantian abad terakhir.

Tjong A Fie (Guangdong, 1860-Medan, 1921) adalah seorang pengusaha, bankir dan kapitan yang berasal dari Tiongkok dan sukses membangun bisnis besar dalam bidang perkebunan di Sumatera, Indonesia. Tjong A Fie membangun bisnis besar yang memiliki lebih dari 10.000 orang karyawan.

Karena kesuksesannya tersebut, Tjong A Fie dekat dengan para kaum terpandang di Medan, di antaranya Sultan Deli, Makmun Al Rasjid serta pejabat-pejabat kolonial Belanda. Pada tahun 1911, Tjong A Fie diangkat sebagai “Kapitan Tionghoa” (Majoor der Chineezen) untuk memimpin komunitas Tionghoa di Medan, menggantikan kakaknya, Tjong Yong Hian.

Sebagai pemimpin masyarakat Tionghoa, Tjong A Fie sangat dihormati dan disegani, karena ia menguasai bidang ekonomi dan politik. Kerajaan bisnisnya meliputi perkebunan, pabrik minyak kelapa sawit, pabrik gula, bank dan perusahaan kereta api.

Nah.. untuk informasi selengkapnya silahkan saja datang langsung ke Rumah Tjong A Fie di Jl. Jend. A. Yani Medan. Semua orang asal Medan dijamin sudah tau lokasi ini. Ngga bakal nyasar, soalnya berada di pusat kota Medan, bahkan pusat bisnis dan sentra perdagangan kota Medan. Masih penasaran? Simak saja Album Photo ini.

ALBUM PHOTO: Istana Maimoon + Rumah Tjong A Fie

Please follow and like us:

Leave a Reply