Subhan Aksa: Target 5 Besar!

24 Mei 2012. Acropolis Rally di Yunani bukan ajang baru buat pereli Subhan Aksa. Pereli muda asal Indonesia ini sudah menjajal seri FIA World Rally Championship itu pada tahun 2008. Kini ia ke sana lagi sebagai kontestan regular FIA 2012 Production World Rally Championship (PWRC). Ia kaget karena lintasan yang harus dijelajahi kini jauh lebih parah dari sebelumnya yang sudah parah.

“Hancur banget. Perjalanan sudah seperti petualangan,” tutur Ubank, panggilan driver Bosowa Rally Team itu setelah menyelesaikan sesi survey selama tiga hari dari Senin (21/05) hingga Rabu (23/5) bersama navigatornya, Jeff Judd (Selandia Baru).

Untuk menyelesaikan survey sekaligus mengembangkan pacenote (panduan) Acropolis yang sudah dimiliki Jeff, mereka menempuh total jarak 1.700 km. Buruknya kondisi trek dan jauhnya jarak hingga membuat mereka terpaksa menginap pada survey hari Selasa (22/5) di hotel lain yang berjarak 264 km dari markas tim di Loutraki (service park).

Jeff yang sudah berpengalaman di Acropolis menambahkan, reli ini memang terkenal dengan lintasannya yang buruk dan mudah merusak mobil. Karenanya harus pintar memilih jalur.

“Jalurnya jelek seperti yang diharapkan dari rally Yunani, tidak terlalu banyak yang di rubah pada pacenote-nya Subhan, mungkin nanti di rally New Zealand (21-24 Juni) akan kita coba sistem baru. Supaya bisa lebih enak terutama kalau tikungannya langsung/berurutan harus pintar-pintar memelihara mobil supaya bisa survive,” kata Jeff yang baru kali ini menavigatori Ubank.

“Saya sudah tahu karakter Subhan dan skill-nya di balik kemudi. Jika tak ada masalah teknis, saya yakin hasilnya akan bagus,” tutup Jeff.

Dave McShane, Direktur Racetorque Australia, yang menyuplai Mitsusbishi Lancer Evo X pacuan Ubank ikut terkaget-kaget dengan parahnya kondisi lintasan. Ia bahkan sempat minta latihan dihentikan agar terhindar dari kerusakan. Untuk menyesuaikan dengan lintasan, Dave pun memerintahkan tim mekanik meninggikan suspensi mobil sekaligus mengganti turbo, differensial, dan kopling dengan yang baru.

“Paling krusial di hari Jumat. SS-nya sepanjang 160-an km. Subhan harus jaga mobil di sepanjang jalur ini,” ujar Dave.

Meski melelahkan, Ubank mengaku sangat menikmati berbagai tantangan yang dihamparkan Acropolis. Setingan mobil yang disiapkan Dave pun semakin klop dengan karakter mengemudinya. Itu sebabnya ia optimis bisa mencapai hasil lebih baik dari Rally Argentina bulan lalu yang masuk 7 Besar.

Sempat ada masalah pada saat pemeriksaan kendaraan. Kendaraan pacuan Subhan hampir tidak lulus pemeriksaan (scrutineering) karena rollbar tidak sesuai dengan homologasi, jadi tim harus membuat perubahan pada rollbar untuk dapat lulus scrutineering. Perkiraan akan hujan pada Jumat (25/5) dan Sabtu (26/5) yang akan membuat jalanan lebih hancur lagi.

Yang sangat menantang adalah pada hari Jumat yang akan menghabiskan 7 SS (SS2-9), semua pembalap tidak akan dapat kembali ke service area di Loutraki selama balapan berlangsung di hari tersebut melainkan akan tersedia remote service park yang hanya tersedia di dua lokasi saja dimana tim hanya boleh menggantikan part yang telah dibawa sebelumnya di dalam mobil.

“Dari hitung-hitungan teknisnya, Insya Allah kali ini bisa masuk 5 Besar,” harap Ubank.

Acropolis Rally berlangsung Kamis (24/5) hingga Minggu (27/5). Di hari pertama hanya merampungkan satu SS (Special Stage). Lomba sesungguhnya dimulai pada hari kedua (Jum’at 25/5) dan saat itu Ubank akan bertarung moderat dalam arti tak terlalu bertahan dan tak juga harus agresif. Pada Sabtu dan Minggu baru bertarung dalam perburuan catatan waktu dengan pengembangan kecepatan.

Leave a Reply