Sharing Program Defensive Riding Training

24 April 2012. Produksi kendaraan bermotor di Indonesia sangatlah pesat, begitupula halnya dengan para pengendaranya yg kian hari kian semakin bertambah untuk menjadi bisa mengendarai sebuah sepeda motor. Jutaan orang di negeri ini sudah dapat dipastikan dapat mengendarai motor. Tetapi bagaimana orang tersebut dapat mengendalikan motor dengan aman dan nyaman, kadang tidaklah terlalu diperhatikan oleh si-pengendara motor tersebut. Meskipun berbagai macam kampanye tentang bentuk berkendara yang aman dan nyaman kerap dilakukan.

Menyikapi tentang arti pentingnya mengendarai sepeda motor yang aman dan nyaman, maka CV. Sanjayatama Lestari yang berlokasi di Pasar Minggu – Jakarta Selatan, mengirim 9 orang tenaga kerja lapangannya dan 1 orang staff untuk ikut program pelatihan “Defensive Riding” yang diadakan oleh PT. Unilever Indonesia. Semua ikut berbaur dengan 18 orang lainnya yang berasal dari berbagai divisi di bawah naungan PT. Unilever Indonesia.

Program pelatihan yang dilaksanakan bertepatan dengan perayaan Hari Kartini ini, diselenggarakan selama 2 hari ( 21 – 22 April 2012 ), dimana pelatihan tersebut terbagi menjadi 2 sesi.

Sessi Teori/Class Training

Class Training di mulai pada pagi hari jam 08.30 wib yang bertempat di Diklat Kemensos RI – Jakarta Selatan, dengan di awali perkenalan dari team training JDDC (Jakarta Defensive Driving Consulting) yang dikomandoi oleh Jusri Pulubuhu, selaku trainer dan foounder JDDC. Acara kemudian dilanjutkan dengan test awal tentang pengetahuan dasar safety riding.

Berbagai macam pengetahuan tentang safety (defensive riding) di sampaikan pada sessi ini, mulai dari pengenalan safety gear berikut penjabaran masing-masing perlengkapannya ( helm, jaket, sarung tangan, celana hingga sepatu ), cara berkendara yang baik dan benar, hingga teori pengenalan tentang bagaimana menghadapi posisi blind spot ketika berkendara.

Materi yang ditutup dengan test sekaligus review oleh para peserta training tentang materi training yg diperoleh pada hari itu dan berakhir pada jam 17.00 wib

Sessi Praktek/Field Training

Field Training di mulai pada pagi hari jam 09.00 wib yang bertempat di halaman parkir Lottemart Alam Sutera – Serpong, Tangerang, dengan kondisi cuaca yang sangat teduh dan sejuk. Disini para peserta di bagi menjadi 2 team, yakni team lapangan dan team jalan raya, dimana masing-masing team dibimbing oleh 3 orang instruktur dari JDDC.

Team 1 yang terdiri dari 12 orang memulai sessi praktek lapangan lebih awal, disini para peserta mendapatkan bimbingan praktek tentang penjabaran materi yang di dapatkan sebelumnya, diantaranya: tekhnik mengendarai motor pada kondisi jalan bergelombang, tekhnik mengendarai motor saat melintasi jalan berpasir, posisi berkendara saat menghadapi tikungan sempit dan tikungan lebar, melintasi jalan dengan landasan yang kecil, posisi berkendara saat melibas tanjakan dan turunan, hingga tekhnik pengereman yang baik dan benar, dimana dalam hal ini sangat diminimalisir penggunaan rem depan dalam menghentikan laju roda motor.

Pada sessi ini, para peserta training juga dianjurkan untuk tetap fokus mengarahkan pandangan matanya ke depan saat mengendarai motor, dengan tentunya sesekali memperhatikan sisi kiri kanan jalan belakang melalui kaca spion selama periode 5-8 detik.

Sessi praktek jalan raya di awali dengan bagaimana kita mempersiapkan kendaraan/motor yang akan kita gunakan sesuai prosedure yang berlaku atau lebih dikenal dengan system TCLOCK seperti yang disampaikan pada sessi teori. Dalam sessi ini, para pserta training juga diminta untuk aktif berkomunikasi melalui isyarat klakson dengan pengguna jalan yang lain dan juga berkomunikasi dgn team istruktur yang turut mendampingi selama perjalanan pada sessi jalan raya tersebut.

Training yang ditutup pada jam 16.00 wib memberikan pengetahuan tambahan yang sangat bermanfaat bagi para peserta, dimana salah satu peserta terdapat sosok Bro Murray Black dari YVCI (Yamaha Vixion Club Indonsia) Chapter Tangerang yang juga salah satu staff CV. Sanjayatama Lestari. Ia disana turut menjadi bagian dari training tersebut.

“Pengetahuan tentang defensive riding merupakan bekal bagi kita untuk lebih berhati-hati dalam mengendalikan sepeda motor di jalan dan pastinya menghilangkan kebiasaan-kebiasaan yang tidak dianjurkan, yang kerap dilakukan oleh para rider saat berkendara. Karena tidak semua rider memperhatikan akan hal itu,” jelas Bro Murray

“Berkendaralah yang aman dan nyaman. Selamat menjalankan tugas dan aktifitasnya dan tentunya Keep Safety brother… Terapkan apa yang telah kita peroleh,” tutup Bro Murray.

Sumber: Murray

Tagged with 

Leave a Reply