Bangkok Motor Show 2012: Lifestyle Is Getting Better

5 April 2012. Melanjutkan artikel ini, sebelumnya di Thailand tidak pernah ada upah minimum regional, tetapi sejak bulan Maret 2012 ini, ada peraturan pemerintah untuk menetapkan upah mininum regional sebesar 300 Baht (Rp. 900 ribu) untuk pekerja golongan paling bawah seperti buruh. Sehingga tidak lama lagi pasti terjadi pergerakan ekonomi dan meningkatkan pendapatan per kapita Thailand yang saat ini sudah di angka USD 5000.

Hal ini terasa sekali saat Bro Yudy Hananta Ototrend mengunjungi Bangkok International Motorshow 2012 di Bangkok Thailand, yaitu even yang terbesar di Asia Tenggara ini sangat berbeda dengan BIMS 2011 yang juga sempat saya datangi sebelumnya.

Tahun ini, jumlah mobil mewah makin banyak! Tahun ini sudah ada APM (Agen Pemegang Merek) Rolls Royce Motor Thailand yang memajang Ghost lalu sudah ada juga sole distributor Lamborghini, yakni Niche Motor yang mendatangkan Avantador LP700-4.

Tidak itu aja, mobil sport Porsche 911 Carrera S, Bentley Mulsanne dan deretan line up Jaguar mulai XJ hingga Continental GT V8 masih dalam satu payung importir umum AAS Thailand, juga meramaikan even yang diselenggarakan di Challenger Impact Muangthong Thani sekitar 1 jam keluar Bangkok ke arah Airport lama, Don Muang.

Selain peserta mobil mewah kian banyak, tuner mobil ternama kelas duniapun makin bejibun! Tahun lalu hanya ada Brabus dan AMG tetapi pada tahun ini ketambahan lagi tuner Carlsson untuk Mercedes Benz lewat jaringan BRG grup sebagai sole distributor untuk Thailand.

Techart sebagai salah satu tuner top untuk supercar Porsche juga memajang produknya bersanding dengan ACSchnitzer untuk BMW di bawah payung MMS Tuning Center sebagai sole distributor Thailand. Tak ketinggalan pabrik velg kelas dunia khusus mobil super preminum yakni ADV1 yang tahun lalu tidak hadir.

Hal ini sangat kental menunjukkan apabila lifestyle sudah benar-benar menjadi pilihan pecinta mobil di Thailand. Tentunya lifestyle ini terbentuk setelah pendapatan per kapita penduduknya mencapai angka tertentu.

Jangankan di dalam gedung Challenger 1- 3 yang merupakan venue BIMS 2012 ini di jalan rayapun kita merasakan kian banyaknya mobil mewah berseliweran mulai keluaran Eropa seperti BMW, Mercedes, Audi hingga mobil mewah Jepang seperti Lexus bahkan mobil Inggris Range Roverpun jamak dijumpai di jalanan kota Bangkok.

Mobil sport seperti Nissan Skyline R35, Lamborghini Gallardo pun banyak beredar di jalanan Thailand yang macet. Tak berbeda dengan stand mobil, seperti motor Honda yang boothnya seluas lebih dari 1000 meter persegi ini sekitar seperempatnya diisi jajaran moge Honda seperti CBR1000RR, Goldwing, NC700 ada juga trail CRF250L.

Booth Kawasaki full berisi jajaran moge kelas berat seperti Vulcan 900 Classic, ER6N, Z1000, 1400GTR, ZX14R dan Ninja 650R. Tidak mau kalah, Yamaha juga memajang jajaran mogenya yakni Tenere, R1 dan T-Max. Sedangkan Suzuki memajang Boulevard 800, GSX-R1000, trail RM250, V-Storm 650, Skywave 400 dan Hayabusa.

Empat pabrikan itu memang selalu mengikut even BIMS setiap tahun tetapi tahun ini porsi moge di booth mereka jauh membesar dibandingkan tahun lalu. Jajaran legenda Amerika, Harley Davidson juga memajang jajaran moge kelas atas Road King, Road Glide Custom, Ultra Classic Electra Glide dan yang paling keren adalah Softail Convertible. Ada juga booth Ducati Thailand dan Can-Am.

Tiga merek yang disebut terakhir ini adalah peserta baru di BIMS 2012. Sebenarnya Harley Davidson tahun 2011 lalu sudah ada tetapi boothnya tidak terlalu besar. Hal ini jelas banget menunjukkan bahwa adanya pergeseran gaya hidup roda dua Thailand yang sudah mulai bermain moge. Tentunya hal ini erat kaitannya dengan tingginya pendapatan perkapita negeri Siam ini.

Jadi untuk saat ini, kesadaran berkendara masyarakat Thailand berada pada ‘tahap kedua’ yakni lifestyle. Negara-negara maju seperti Eropa Amerika sudah memasuki ‘tahap ketiga’ yakni fuel-less vehicle seperti mobil motor listrik. Bagaimana dengan Indonesia? Negara tercinta kita ini masih di ‘tahap pertama’ yakni berbangga mempunyai mobil atau motor entah itu merek apa maupun bikinan mana. Setuju?

Sumber: Yudy Hananta, Pemimpin Redaksi Ototrend (Jawa Pos Grup)

Leave a Reply