Etape 2 Touring Mio J: Purwokerto-Bandung via Nagrek Baru

27 Februari 2012. Keajaiban pada motor terbaru Yamaha Mio J terbukti melalui ajang touring Yogyakarta-Bandung, 23-26 Februari 2012 keamrin. Yamaha Mio J disediakan oleh PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing sebanyak 22 unit dijajal habis-habisan oleh 30 biker yang terdiri dari wartawan, blogger, dan komunitas. Artikel etape pertama sudah di muat di sini, dan pada bagian ini adalah cerita etape kedua (Purwokerto-Bandung) dimana Tim Liputan SL.com, bro Jules Rimet ikut sebagai salah satu peserta. 

Ajang touring ini didampingi oleh petinggi Yamaha Indonesia, yang sekaligus ingin membuktikan It’s Magic Mio J. Hari Sabtu (25/02) tepat pukul 08.00 rombongan etape kedua berangkat dari Hotel Aston, Purwokerto, Jawa Tengah, menuju Kota Bandung.  Jarak tempuh memakan waktu selama 6 jam (sudah dipotong waktu istirahat) via jalur Purwokerto – Wangon – Lumbir – Majenang – Banjar – Ciamis – Tasik – Malangbong – Garut – Nagrek Baru, dan Kota Bandung.

Kondisi jalan yang kurang baik di beberapa titik tak hanya menyiksa motor, tapi juga para pengendaranya. Pada etape II yang kerap disebut jalur tengkorak, membuat 4 orang peserta terpaksa digantikan karena kelelahan, satu diantaranya ada yang jatuh karena lubang dijalan, untungnya dia tidak mengalami cedera serius, hanya lecet di jari tangannya.

Berkat teknologi YMJET-FI hasil adopsi dari motor Yamaha R1 yang terdapat mesin Mio J, maka motor ini sangat mantap berakselerasi melintasi jalur berkelok dan tanjakan.

“Saat tanjakan tenaganya lebih berisi waktu gas dibetot,” jelas Iwan Banaran, salah satu blogger yang juga ikut dalam rombongan. Dalam hal ini apa yang dirasakan Iwan memang benar, sama halnya apa yang dirasakan tim liputan sl.com. Hanya saja suspensinya agak keras membuat motor jadi bergetar melewati jalan yang bergelombang, namun kerasnya suspensi berimbas pada kestabilan motor jika menikung.

Komentar serupa juga disampaikan oleh salah oleh bro Acho biker dari Fino Owners Club, yang kebetulan bertugas sebagai Road Captain pada etape 2. “Overall karakter Mio J tak ada bedanya dengan Mio sebelumnya. Cuma tenaganya lebih berisi,” jelas Acho.

Perhentian terakhir rangkaian event touring Yamaha Mio J Yogyakarta-Bandung. Finish di Dago Plaza, Bandung @Sabtu, 25/2/12 pukul 16.00 WIB

Siang harinya rombongan makan siang di rumah makan Nasi Liwet Pak Asep Stroberi, Garut. Sebelum memasuki Kota Bandung, di Rancaekek, rombongan disambut oleh 25 anggota Mio Club Bandung, “Rombongan touring etape II ini bawa motornya seperti orang kesetanan fotografer gue kewalahan ngubernya. Beda banget dengan etape sebelumnya yang kalem bawa motornya,” kata seorang EO.

Di pintu gerbang memasuki Kota Bandung yaitu gerbang Rancaekek, diadakan penyambutan peserta turing oleh 25 anggota Mio Club Bandung yang lantas bergabung menuju Dago Plaza. Penyambutan peserta itu diprakarsai Dealer Jaya Perkasa Motor Rancaekek, Bandung. Diler baru ini menjadi tulang punggung penjualan Yamaha di gerbang Kota Bandung lantaran lokasi yang strategis dan tingginya permintaan konsumen.

Dalam touring etape II yang berjarak tempuh sekitar 260 km dari Purwokerto – Bandung, komsumsi bahan bakar teririt Mio J mencapai 63 km/liter bbm. Sedangkan unit Yamaha Mio J nomor 7 yang digunakan oleh Tim SL.com mencapai 60 km / liter bbm.

Perhentian terakhir rangkaian event touring ini di Dago Plaza, Bandung, kemudian menuju Gasibu untuk proses launching resmi Mio J. Seusai touring Eko Prabowo, GM Marketing Communications PT YIMM mengucapkan terima kasih kepada peserta touring yang telah meluangkan waktunya untuk mencoba Mio.

“Terus terang saya sangat menikmati touring dua hari dengan Mio J bersama wartawan dan blogger. Tentunya sudah bisa membuktikan handling dan keiritannya,” tutup Eko Prabowo.

ALBUM PHOTO

Please follow and like us:

Leave a Reply