Adira Insurance: Selamatkan Ribuan Nyawa!

1 Desember 2011. Hari Rabu (30/11) bertempat di Cafe Pisa, Jl. Gereja Theresia No. 1 Menteng, sebuah acara bertajuk “The World Day of Remembrance for Road Traffic Victims – I Wanna Get Home Safely! 2011” (WDR-IWGHS) digelar oleh PT Asuransi Adira Dinamika. Acara ini adalah bagian dari CSR Autocillin (Asuransi Kendaraan Bermotor).

Dari data kecelakaan di WHO, pada saat ini kecelakaan lalu lintas merupakan masalah besar di seluruh dunia. Baik negara maju ataupun negara berkembang. Sedangkan data di Kepolisian Republik Indonesia, pada tahun 2010 jumlah kematian akibat kecelakaan telah mencapai 31.234 jiwa, berarti dalam setiap 1 jam terdapat 3-4 orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di jalan.

Dari kondisi tersebut, maka PT Asuransi Adira Dinamika dengan produk Autocillin, yaitu asuransi kendaraan umum yang secara konsisten terus menggalang dan berkampane dengan program “I Wanna Get Home Safely!” (IWGHS).

Program tersebut sendiri merupakan bagian dari CSR program Autocillin, bahkan mendapatkan dukungan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui World Health Organization (WHO) dengan menggelar acara “The World Day of Remembrance for Road Traffic Victims – I Wanna Get Home Safely! 2011” (WDR-IWGHS).

Selain untuk mengenang para korban kecelakaan lalu lintas, acara ini sekaligus bertujuan untuk mengajak masyarakat agar bersama-sama menurunkan tingkat kecelakaan lalu lintas. Sebenarnya santun dijalan raya cukup dimulai dari sendiri untuk selalu berperilaku positif di jalan. Dalam kampanye ini Autocillin juga menggandeng National Geographic Indonesia, Kepolisian, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Nasional, media massa, komunitas, serta penggiat social media.

Dalam acara tersebut, dihadiri oleh Giri Suseno yang dikenal sebagai mantan Menteri Perhubungan RI, Ir. Hotma Simanjuntak, M.Sc, dan David Ramsay selaku Direktur Keselamatan Transportasi.

Willy Suwandi Dharma, Direktur Utama PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) mengatakan, “Kami menemukan bahwa kampanye Road Safety yang dinisiasi oleh WHO tersebut sejalan dengan kampanye IWGHS yang sudah kami luncurkan secara luas sejak awal 2010 lalu. Oleh karena itu, ini menjadi moment yang sangat baik bagi kita semua untuk bersama-sama berpartisipasi menanggulangi isu global, dimulai dari negara kita yaitu Indonesia.”

WDR sendiri adalah sebuah kampanye global yang diinisiasi oleh PBB melalui WHO. Sebelumnya di tahun ini, WHO juga meluncurkan kampanye “A Decade of Action for Road Safety 2011-2020” (DoA), yang diharapkan dapat berdampak pada penurunan tingkat kecelakaan di seluruh dunia di tahun 2020.

“Manusia tidak selayaknya kehilangan nyawa akibat kecelakaan lalu lintas, karena jalan raya adalah fasilitas yang menjadi hak publik untuk digunakan secara aman,” kata Gede Yulian Yogadhita, National Consultant for Injury dari WHO Indonesia yang turut hadir pada peringatan kali ini.

Menurut data dari Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Jalan 2011-2035, sebanyak 67% korban kecelakaan berada pada usia produktif (22 – 50 tahun). Secara tidak langsung tentu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Kerugian akibat kecelakaan lalu lintas jalan diperkirakan mencapai 2,9-3,1 % dari total PDB Indonesia. Sedangkan jika ditilik dari kerugian material akibat kecelakaan diperkirakan mencapai 2,9 – 3,1% dari total PDB Indonesia, atau setara dengan Rp 205 – 220 trilyun pada tahun 2010 dengan total PDB mencapai Rp 7.000 trilyun.

Ironisnya faktor “Human Error”-lah yang jadi penyebabnya kecelakaan, sekitar 90%. Kebanyakan pengguna jalan atau pengendara dalam keadaan mengantuk, sakit, tidak sabar, serta tidak menghargai pengguna jalan raya yang lain. Egois yang tinggi saat berada di jalan juga dikategorikan sebagai “human error”, dapat dilihat jika seseorang tidak mau berbagi fasilitas lalu lintas dengan pengguna jalan lainnya, serta kondisi kemacetan lalu lintas yang semakin menuntut kesabaran lebih tinggi ketika berkendara.

Melalui kampanye IWGHS, Autocillin menawarkan solusi yaitu dengan berkomitmen kepada diri sendiri, untuk selalu berperilaku positif saat di jalan. Hal ini dicerminkan melalui pemakaian “Gelang Perilaku”.

Hadirin yang hadir pada acara WDR-IWGHS diajak untuk memakai Gelang Perilaku, di mana jika hadirin merasa telah tertib dan berperilaku positif saat di jalan, agar memakai gelang tersebut di tangan kanan. Namun jika yang terjadi sebaliknya, gelang tersebut dipakai di tangan kiri. Hal ini mencerminkan bahwa perubahan perilaku berkendara tergantung kepada perilaku diri sendiri.

“Gelang Perilaku ini adalah simbol, jika kita jujur dan mau berkomitmen untuk mengubah perilaku diri sendiri menjadi lebih baik, kita bisa menyelamatkan puluhan ribu nyawa yang sangat berharga. Mari kita jadikan moment ini bukan hanya untuk mengenang para korban kecelakaan lalu lintas, namun juga merupakan titik awal di mana kita semua bisa menjadi manusia yang lebih baik,” ucap Willy.

Hadirin juga diajak untuk menulis dan berbagi kepedulian terhadap kondisi lalu lintas di jalan raya dan mengenang para korban kecelakaan lalu lintas melalui Concern Card. Selain itu, ajakan untuk menjadi pendukung kampanye “I Wanna Get Home Safely!” juga terus disosialisasikan, yaitu dengan cara (pilih salah satu):

1. Mengisi Commitment Letter di www.gethomesafely.co.id
2. SMS ke 0817-9-100-100 dengan ketik: DUKUNGNAMA LENGKAPTANGGAL LAHIR
3. Follow Twitter: @gethomesafely, atau “Like” Facebook: gethomesafely
4. Rekening Donasi: Bank Mandiri Cab. Pondok Indah, No Rek 101.000.6475.733, atas nama Yayasan Dompet Dhuafa Republika-Get Home Safely

ALBUM PHOTO

Leave a Reply