Jajal Chevrolet New Captiva 2.0L Diesel

19 November 2011. Artikel ini mengupas karakter mobil terbaru PT GM Indonesia, Chevrolet New Captiva 2.0L FWD Diesel AT yang diluncurkan di Proving Ground Bridgestone Indonesia, Kota Industri Surya Cipta, Karawang Timur, Jawa Barat hari Rabu (16/11). Usai acara peluncuran, adalah test drive oleh wartawan, termasuk SL.com.

Sebagai bahan referensi saja, Chevrolet Captiva pertama kali diperkenalkan pada tahun 2006, setelah sebelumnya muncul di tahun 2004 sebagai mobil konsep dengan inisial Chevrolet S3X. Memanfaatkan platform GM Theta, yang juga digunakan oleh Opel Antara. Dikembangkan oleh GM Daewoo di GM Daewoo Center di Bupyeong-Gu, Incheon, Korea Selatan. Merk Chevrolet Captiva juga digunakan di Eropa, Timur Tengah, India, dan Asia Tenggara (termasuk negara Indonesia).

Kehadiran Chevrolet New Captiva 2.0L Diesel ini merupakan pembaharuan,  atau pengembangan dari mobil sejenis yang pernah diluncurkan pada bulan April 2008 oleh perusahaan yang sama, yang mana pada saat itu masih bernama PT General Motors AutoWorld Indonesia (GMAWI), sebagai Agen Tunggal Pemegang Merek Chevrolet di Indonesia.

Mobil Sport Utility Vehicle (SUV) Chevrolet Captiva Diesel 2.0L VCDi sebagai kendaraan tujuh penumpang dihadirkan di Tanah Air dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan sebuah SUV penuh performa, berdaya tahan tinggi, hemat energi, dan rendah emisi.

Chevrolet Captiva yang dibangun General Motors (GM) Eropa yang merupakan sosok SUV yang mengedepankan struktur desain kekuatan sebagai ekspresi gaya atraktif sesungguhnya. Gambaran ruang lapang dengan material interior berkualitas hadir di antara nilainya yang tinggi dan kepraktisannya mengangkut penumpang serta barang.

Driving Experience

Harap makslum jika SL.com mendapat kesempatan dalam kelompok “Kloter ID Kuning” yang merupakan kloter terakhir, artinya mobil test drive Chevrolet Captiva Diesel 2.0L VCDi berwarna hitam bukan lagi sebagai mobil baru, sebab mobil ini telah dipakai oleh berbagai jenis orang dari kloter sebelumnya.

Seorang wanita sebagai instruktur dari IDDCI menemani SL.com, ia duduk di kursi depan, sementara itu SL.com duduk di kursi kemudi. Menggunakan balaclava (penutup muka) dan helm putih, maka SL.com sudah diizinkan untuk mengemudikan The New Captiva Diesel sebanyak dua putaran dengan ketentuan mengikuti semua aturan dan hambatan yang telah disediakan oleh panitia acara.

Oh ya.. jika ada ingin tahu perbedaan antara Old Captiva Diesel dengan New Captiva Diesel ini, silahkan simak lebih lanjut artikel berjudul: Komparasi Old & New Chevrolet Captiva Mesin Diesel.

Kesan awal SL.com berada di balik kemudi mobil SUV dengan mesin 2.0L DOHC, Variable Geometry Turbocharger with Intercooler seharga Rp 355 juta (on the road Jakarta) ini, yang pertama adalah merasakan sebagai mobil keluarga. Kedua, karena bermesin diesel maka mobil ini sangat layak dipakai untuk mobil operasional yang terbilang effisien.

Sebelum mobil dijalankan, yang pertama adalah mendapat posisi duduk yang pas, menggeser sandaran sandaran dengan mudah, dan terakhir melirik kaca spion agar pas dimata. Kemudian SL.com menyesuaikan posisi kemudi dengan mudah. Ruang duduk kemudi dengan tinggi badan SL.com 176 cm serta berat badan 80 kg tak menjadi kendala dan Chevrolet Captiva 2.0L Diesel ini memang pas buat orang Indonesia.

Dimensi panjang dan tinggi mobil berkrakter lelaki ini sama dengan New Captiva bermesin gasoline, yaitu Chevrolet New Captiva 2.4L Gasoline yang sudah diperlihatkan kepada pengunjung IIMS 2011 (artikel ini). Sebagai pesaing utama tentu saja adalah mobil yang berkarakter 7 penumpang mesin diesel, yaitu Mitsubishi Pajero, Toyota Fortuner, dan Ford Everest.

Safety belt dipasang maka SL.com ready to go on the First Drive Cheverolet New Captiva 2.0L Diesel AT. Sejenak mendengarkan instruksi dari instruktur IDDCI tentang apa saja yang harus dijalani. Antara lain rutenya melintasi “handicap cone” dengan manuver zig-zag, menikung melebar, rem mendadak kecepatan 100km/jam (braking system), dan jalanan rata (stability control).

Ketika start, SL.com memindahkan tuas transmisi ke posisi D dan pedal diinjak. Akselarasi Chevrolet New Captiva 2.0L Diesel cukup mumpumi untuk mendapatkan kecepatan 60km/jam yang kemudian mobil menghadapi manuver zig-zag, dan menikung lebar dengan kondisi stabil pada kecepatan 60 km/jam. Kestabilan manuver tadi, karena roda depan dibekali dengan suspensi MacPherson Strut with Coil Spring, dan roda belakang  dengan Independent 4 Link with Coil Spring, Self Levelizer.

Setelah itu, Chevrolet New Captiva Diesel ini berhenti, instruktur kemudian memberikan instruksi yang kedua soal rem medadak. “Ketika saya katakan rem, segera lakukan pengereman secara mendadak. Injak rem sedalam-dalamnya hingga mobil berhenti,” demikian tegas instruktur yang juga mengenakan helmet sebagai standard keamanan test-drive.

Start yang kedua dimulai pada trek lurus, dan kecepatan ditahan pada angka 100 km/jam, dan terdengar teriakan wanita “Rem sekarang!” maka SL.com pun injak pedal rem sedalam-dalamnya dan mobil melorot lurus dengan jarak pengereman yang cukup pendek. Chevrolet New Captiva 2.0L Diesel memiliki braking system pada ke-empat rodanya yang sangat mumpuni, artinya safe (aman).

Tahap berikutnya mobil melewati jalur lurus dan bermanuver zig-zag melewati handicap cone yang kedua dengan kecepatan sekitar 80 km/jam. Mobil menikung tajam dan diminta oleh instruktur kecepatan diturunkan menjadi 60 km/jam saja. Setelah itu kembali trek lurus, dan kecepatan naik menjadi 100 km/jam, tapi tak lama kemudian, masuk lagi manuver zig-zag yang ketiga.

SL.com melewati garis start dan masuk pada lap kedua, dan kali ini melintasi roun-about (putaran) mirip bunderan Pondok Indah yang jalurnya dibasahi. Isntruktur minta kecepatan diturunkan menjadi 50 km/jam. Usai dari putaran, lewat tikungan S pendek, dengan kecepatan 60 km/jam. Usai dari tikungan S, mobil dihajar di jalan pinggir yang tidak rata dengan kecepatan 80 km/jam.

Lagi, manuver zig-zag ke-empat. Kemudian mobil menikung lebar, zig-zag kelima dan akhirnya finish. Oh ya.. SL.com saat menjalani test-drive Chevrolet New Captiva 2.0L Diesel, diisi dengan 2 orang penumpang berbadan besar duduk di kursi tengah. Jadi, total penumpang 4 orang bersama SL.com sebagai pengemudi dan ini sangat memadai untuk pengetesan.

Keleluasaan untuk merasakan performa kecepatan New Captiva 2.0L Front Wheel Drive (FWD) mesin Diesel secara maksimum ini memang dibatasi oleh instruktur, dan lagian terlalu banyak zig-zag handicap cone yang harus dilewati. Hal ini dapat dipahami, mengingat sirkuit mini Brigdestone awalnya memang didesain untuk pengetesan ban milik pabrik ban tersebut bukan untuk mendapatkan kecepatan tinggi.

Namun demikian, SL.com dapat merasakan sendiri bagaimana sensasi dari performa mesin Chevrolet New Captiva 2.0L bertransimisi otomatis dan bermesin diesel, serta bertenaga maksimal 163PS pada 3.800 rpm serta torsi maksimal 360Nm pada 1.750-2.750rpm dengan suara mesin yang lumayan halus bagaikan mobil sedan.

Sebagaimana sudah dijelaskan pada artikel sebelumnya, bahwa kelebihan yang dimiliki oleh Chevrolet New Captiva FWD 2.0 L Diesel ini, karena mobil dibangun di atas chasis monocoque yang memberikan kenyamanan berkendara setara sedan serta pengakuan bintang 5 (dari skala 1-5) dari Euro NCAP (New Car Assessment Programme), yaitu sebuah badan independen di Eropa yang menguji tingkat keselamatan mobil yang baru beredar di pasaran.

Kesimpulan Umum

Tak ada sesuatu hal yang dapat mengganggu atau mengurangi hasil keseluruhan dari ajang Test Drive Chevrolet New Captiva 2.0L FWD Diesel AT ini. Yang pasti mobil ini bisa diakui memiliki kinerja dan performa yang cukup mantap. Memiliki kendali kemudi yang stabil karena steering-nya mengusung Rack & Pinion with Hydraulic Power Assisted Steering.

Yang pasti mobil ini telah mengalami banyak perubahan signifikan pada tampilan depan, grille yang lebih besar, lampu utama yang dimodifikasi, ‘dual cockpit’ dashboard dengan aksen lampu biru es, electric parking brake. Jadi, secara tampilan bodinya sudah oke, bahkan terkesan gagah.

Kemudian, sudah memiliki Sasis monocoque yang dapat meningkatkan kemampuan gerak kendaraan, manuver pada tikungan, serta rasa nyaman berkendara. Hal ini terbukti dalam ajang test-drive tersebut dimana New Captiva 2.0L Diesel ini tetap stabil dalam kondisi apapun, demikian pula braking system sudah sangat mumpuni.

Mengusung mesin 2.0L, DOHC, Common Rail Direct Injection, Variable Geometry Turbocharger (dengan) Intercooler. Nah, yang ini sudah dijelaskan bahwa secara teknis mesin mengalami banyak perubahan yang lebih baik dari versi terdahulu, antara lain menggunakan mesin DOHC, tenaga 163 hp/360 Nm, piston long stroke, menggunakan chain timing drive, dan lain sebagainya.

Suara mesin lebih halus, hampir setara dengan suara mobil bensin. Memiliki Toque Converter with lock-up Clutch, serta transmisi otomatis enam-kecepatan GM Tiptronic yang juga terasa lebih halus, sangat mudah untuk mendapatkan akselerasi sebagai mobil kelas diesel alias tidak berat.

VIDEO


ALBUM PHOTO

Please follow and like us:

One thought on “Jajal Chevrolet New Captiva 2.0L Diesel

  1. om, kalo dibandingin sama CR-V generasi kedua yg 2000cc kira2 point plus captiva ini apa saja dari segi tarikan, bahan bakar dan kenyamanan..

Leave a Reply