Bengkel Obelix Extreme Modification

18 Oktober 2011. Seorang bernama Zacky Amali, atau dikenal dengan nama Jeqi, pria kelahiran Banjarmasin, 6 November 1976 merupakan punggawa dari Obelix Extreme Motorcycle. Ayah dari 2 orang anak yang berdomisili di bilangan Pasar Rebo ini memulai usaha modifikasi motorsejak tahun 1997, yang mana saat itu dia masih kuliah di UKI Cawang jurusan kedokteran umum. 

Tim Liputan SL.com mengunjungi bengkel ini pekan lalu dan ngobrol santai dengan Bro Jeqi. “Basicaly kenapa gw buka usaha bengkel ini karena gue memang hobby oprek motor sob,” jelas Jeqi sambil mengipasi badannya karena kegerahan.

Dahulu dia belajar modifikasi dari Ayung Zulkarnaen, salah satu modifikator besar di Jakarta. Banyak ilmu yang diserapnya mulai dari pembuatan body fiber, pemahaman mengenai kaki-kaki motor hingga teknik cat. Menurutnya hal yang tersulit dalam modifikasi adalah menyamakan pola pikir modifikator dengan konsep yang diberikan oleh konsumennya.

“Sering kali saya menjumpai konsumen yang kurang paham dengan konsep saya, mereka maunya tampil sekeren atau bahkan se-ekstrim mungkin tanpa memperhatikan kualitas, estetika atau unsur safety motor tersebut. Walhasil kalau dia kecelakaan di jalan, ujung-ujungnya pasti kita juga yang kena getahnya,” tambah Jeqi.

Motor pertama yang dimodifnya adalah motor Honda Tiger miliknya. Setelah selesai ternyata diluar dugaan banyak teman-temannya yang suka, dan tertarik untuk merubah motornya seperti milik Jeqi. Hal itu makin mendorong dia untuk tetap berada di dunia modifikasi, yang akhirnya banyak motor Honda Tiger berdatangan ke bengkel Obelix ini.

Dalam merancang Jeqi selalu menekankan beberapa poin yaitu bahan bermutu, motor yang keren harus ada unsur safety & comfort. “Gue selalu modif motor selain untuk ajang kontes motor, motor tersebut tetap aman dan nyaman dipakai setiap hari.” Hal ini dilakukan untuk mempertahankan nama baik di mata konsumen.

Menariknya Zacky juga punya beberapa tips untuk modifikator lain yang ingin memulai bisnis dibidang modifikasi:

1. Cari informasi sebanyak-banyaknya untuk meningkatkan pengetahuan
2. Jangan takut untuk bereksperimen sekalipun penuh resiko
3. Jangan kecewakan konsumen dari segi keamanan, kenyamanan dan lainnya
4. Anggaplah sebuah kerugian sebagai ongkos pendidikan yang perlu kita bayar
5. Bebaskan ekspresi dalam menciptakan hasil karya
6. Anggaplah konsumen sebagai teman sekaligus saudara
7. Tidak perlu berpikir yang muluk-muluk, mulailah dari ide yang paling sederhana.

Anda penasaran? Langsung saja meluncur ke Obelix Extreme Modification di Jl. Condet Raya No. 18 Jakarta Timur Telpon 021-70612023, 0856 182 4356.

Please follow and like us:

Leave a Reply