Touring Bro Abe: Jakarta-Palu (Part-1)

21 September 2011. Kisah perjalanan touring Jakarta-Palu ini ditulis oleh Abraham Setiyono (Bro Abe) yang ingin berbagi cerita (sharing) di website SL.com. Ini perjalanan darat dari Jakarta menuju Kota Palu (Sulawesi Tengah) naik Honda Tiger 2005. Dalam hal ini Bro Abe adalah member HTML (Honda Tiger Mailing List) Jakarta Selatan dan ia sudah punya banyak pengalaman touring, baik secara pribadi maupun bersama HTML. 

Bro Abe bercerita:

Pertama-tama kondisi motor saya adalah full standard, hanya dilengkapi dengan top box Givi E45 dan side box Givi E21. Dengan box tersebut, maka saya tidak lagi menggunakan tas tambahan apapun sehingga perjalanan menjadi nyaman. Untuk ban, saya menggunakan sepasang Bridgestone BT45.

Setelah menggunakan motor ini selama enam tahun, maka saya sangat mengenal sekali kondisi motor ini. Sehingga selalu siap untuk touring kemana pun, hanya masalah waktu (selalu dengan kesibukan bekerja dan waktu untuk keluarga).

Momen lebaran merupakan momen yang pas untuk saya bisa touring jauh. Sekalian ambil cuti panjang tahunan, saya manfaatkan mudik ke rumah keluarga istri untuk menjajal tanah sulawesi (Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah).

Perjlanan diawali dengan solo riding dari Jakarta ke Surabaya melalui jalur utara, yang saya tempuh hanya dalam waktu 20 jam. Berangkat dari Jakarta tanggal 26 Agustus 2011 pukul 03.00 dini hari, sampai di Surabaya di hari yang sama pukul 23.00.

Sewaktu saya berangkat, pas berbarengan dengan arus mudik H-4, maka saya mengalami kemacetan yang cukup padat. Terutama di daerah Jatisari (setelah keluar tol Cikampek), di sini kepadatan motor dan mobil berbaur menjadi satu. Mobil dari arah tol Jakarta-Cikampek, dan motor dari arah jalur alternatif Karawang.

Di Cirebon lalu-lintas mulai lancar, karena ada tol baru (Palimanan-Pejagan). Setelah tol itu habis, maka bersatulah kembali antara ribuan motor dan ribuan mobil. Sempat terjadi kecelakaan yang saya lihat di titik ini, namun karena banyak petugas, dan memang ada pos polisi maka segera tertangani.

Setelah “hanya” isi bensin di Cirebon, saya lanjutkan berkendara. Di pom bensin ini tidak nyaman untuk beristirahat, karena sudah sangat penuh oleh pemudik motor yang beristirahat sehingga parkir penuh dan banyak sampah. Kotas Brebes hingga Tegal kena macet lagi, plus ditambah cuaca panas karena sudah pas jam 12.00 siang menjadi ujian berat untuk puasa saya. Selepas kota Tegal, perjalananpun mulai lancar.

Jam 14.00-16.00 saya sempatkan untuk istirahat di Alas Roban untuk solat Zuhur, tidur sejenak, dan solat Ashar, tepatnya di Mushola kantor polisi Polsek Subah Kabupaten Batang. Di sini jalanan rada sepi dan aman (mungkin banyak polisi yang bertugas). Setelah saya puas istirahat, sayapun melanjutkan perjalanan.

Jam 16.45 saya memasuki kota Semarang, namun saya putuskan untuk terus karena sudah puas istirahat di Batang. Padahal di hari dan jam yang sama, bro Stephen Langitan sedang di Semarang juga untuk tugas liputan mudik Lebaran AHM. Tapi, sayang sekali saya tidak tahu pada saat itu (soalnya gak update status BB).

Hari Jumat sekitar pukul 17.15 WIB saya ampir sebentar di Masjid Agung Demak, karena saya memang belum pernah melihat masjid yang bersejarah ini. Usai berfoto sendiri, ridingpun dilanjutkan lagi. Pas magrib saya ada di ring-road kota Kudus yang sepi. Tidak ada restoran enak, sehingga buka puasa di mini mart SPBU saja.

Jam 23.00 saya sudah tiba di terminal Osowilangon Surabaya, dan sudah janjian bertemu dengan Bro Faisal dari HTML Surabaya.

Sementara itu, saya masih sempatkan waktu untuk jalan-jalan di tengah kota Surabaya, tentunya sambil makan malam Sate Kelapa. Makan sate kambing-nya empuk, tapi pedes banget. Ketika saya tanya dimana kelapanya, ternyata kuahnya menggunakan santan. Oh begitu… harganya cukup murah Rp. 30.000 untuk dua porsi.

Saya ucapkan terima kasih untuk rekan brotherhood Bro Faisal yang sudah membantu pemesanan tiket kapal Surabaya-Makassar. Biaya tiket kapal Pelni KM Lambelu untuk 1 orang kelas ekonomi Rp. 225.000. Biaya kapal Ferry KM Kirana untuk mengangkut motor Rp.750.000 (melalui agen, kalau tidak melalui agen mungkin lebih murah).

Hari Sabtu 27 Agustus 2011 saya sudah meninggalkan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, menuju Makassar dengan Kapal Pelni Lambelu, dan 27 jam kemudian saya sudah berlabuh di Makassar.

MAKASSAR

Saya tiba di Makassar tanggal 29 Agustus 2011 pukul 04.00 dini hari. Berlebaran dengan keluarga pada keesokan harinya, Alhamdulillaah setelah menempuh perjalanan panjang kemudian bisa berkumpul dengan keluarga tercinta. Inilah kenikmatan mudik, sehingga banyak orang yang rela melakukan perjalanan jauh dengan berbagai moda transportasi.

Di kota Makasar ini sini juga sempat bersilaturahmi dengan teman-teman HTML Makassar yaitu: Bro Indra (korwil HTML Makassar), Bro Bahrun “Alung”, dan Bro Emil.

Seminggu kemudian, pada tanggal 5 September 2011, motor saya tiba di Makassar yang diangkut dengan kapal Ferry KM Kirana. Ini merupakan kesalahan saya, mengapa? Ya, karena saya tidak konfirmasi soal jadwal kapal ferry sehingga motor saya harus “tersangkut” berhari-hari di kota Surabaya.

Setelah motor datang, saya sempatkan “kopdar” HTML bersama Bro Aditya, dan Bro Indra di Bengkelnya Bro Adit di daerah Jl. Sungai Saddang, Makassar. Setelah itu, saya dikenalkan oleh Bro Indra kepada salah satu member MTC (Makassar Tiger Club), yaitu Bro Eko yang membantu saya servis motor (ganti oli, ganti aki, dan servis kabel speedometer). Trims buat teman-teman, dan motor sayapun jadi lebih fit.

The Journey Begins: Makasar-Mamuju

6 September 2011 perjalanan menuju Palu dimulai (udah agak telat karena insiden motor “tersangkut” di Surabaya). Dari rumah Makassar, saya berangkat berboncengan bersama Bro Armin (adik ipar) pukul 12.30. Waktu start ini cukup telat dan sudah kesiangan dari jadwal semula, karena ada tamu yang harus dijamu.

Meningglkan kota Makasar pada saat itu, kondisi cuaca lagi panas terik dan lalulintas-pun macet juga dan ini sudah menjadi khas kota Makassar sambil mengiringi awal perjalanan saya bersama boncenger. Namun, 30 menit kemudian kami sudah keluar dari kota Makassar dan memasuki kota Maros sehingga sudah tidak lagi macet, tapi kondisi jalan tetap ramai.

Pukul 14.00 kami memasuki kota Pangkajene, di sini banyak berlangsung proyek perbaikan jalan sehingga banyak melakukan pengereman di perjalanan. Sebelah kiri jalan terlihat lautan, sebelah kanan ada banyak bukit-bukit tandus dan terdapat pabrik semen Tonasa. Setelah memasuki Kabupaten Barru pada pukul 15.00, kondisi jalan sudah sangat bagus sehingga bisa tarik gas sampai kecepatan di atas 100km/jam. Maaanntaaabb.

Jalan Trans Sulawesi di Kabupaten Barru: 4 jalur dengan trotoar di tengah, bisa lari 100 kpj

Kota Pare-Pare

Pukul 15.33 saya sudah tiba di Pare-Pare (3 jam dari Makassar). Kota inilah sebagai kota kelahiran Presiden Indonesia B. J. Habibie. Kota ini lumayan ramai dibandingkan dengan kota yang sebelumnya saya lalui. Banyak jalan besar, sehingga kami sempat kebingungan dan tersasar.

Walaupun sempat tersasar, saya tetap menikmati suasana kota Pare-Pare yang indah laut dan pantainya. Kami putuskan untuk istirahat sambil solat Ashar. Kebetulan di sebelah Masjid ada tukang tambal ban, saya langsung mengecek ban belakang yang mulai terasa oleng. Ternyata benar ada satu lobang di ban belakang, dan masih ada sepotong silet yang menyebabkan bocor. Setelah beres tambal ban dan bertanya arah, kami melanjutkan perjalanan (pukul 16.00).

Kabupaten Pinrang

Setelah keluar dari kota Pare-Pare dam memasuki Kabupaten Pinrang (pukul 17.45), kondisi jalan menyempit menjadi 2 jalur tanpa dibatasi trotoar. Tapi aspalnya sangat mulus dan lalu lintas sepi. Kecepatan rata-rata di sini adalah 80kpj. Daerah ini merupakan perbatasan antara Propinsi Sulawesi Selatan dan Propinsi Sulawesi Barat.

Propinsi Sulawesi Barat

Menjelang Magrib (18.03), kami sudah memasuki Propinsi Sulawesi Barat (kota Polewali). Kota yang cukup ramai, banyak orang lalu lalang, pertokoan, dan gedung pemerintahan. Di sini kami tidak stop, karena kami berencana untuk bermalam di kota selanjutnya yaitu kota Majene.

Menuju kota Majene, hari sudah gelap dan tidak terdapat lampu penerangan jalan. Namun kendaraan yang lalu lalang masih cukup banyak. Terdapat juga proyek perbaikan jalan yang sedang berlangsung, sehingga membuat pergerakan lambat serta udara dipenuhi debu-debu yang berterbangan.

Pukul 19.00, belum sampai juga di kota Majene kami sudah mulai lelah dan was-was karena bensin sudah tinggal 10% harus segera diisi. Kami berhenti di beberapa pom bensin tetapi semua pom bensin yang kami lalui tertulis “PREMIUM HABIS”. Pada pukul 19.30, tibalah kami di rumah salah satu kerabat keluarga di kota Majene sehingga kamipun beristirahat.

(bersambung Part-2)

Please follow and like us:

Leave a Reply

  1. wahh…mantebz om bro abe perjalanan turingnya,maaf banget gak bisa ikutan touring berhubung dah masuk kerja jg kalau ada kekurangan mohon di maafin ye….dari kami di makassar insya allah besok2 kami lebih siap..

  2. thanks om Indra atas bantuannya di makassar.. kapan-kapan kalau ada waktu, kita lewat camba..hehehe.. sulsel bagian lainnya masih banyak yg belum terjamah hehehe.

  3. wah mantab om… seandainya jadwal nya gak mentok saya mau ride ke jogja, harusnya bisa ikut ke palu tuh…. nice ride, nice story bro…. ride story berikutnya harus ada ninja merah ikut serta tuh… hehehehehe….. sukses slalu bro…..

  4. yess om adit.. nanti kita bikin lagi next story bareng ninja merah .. ok!! plus ajak korwil juga mantaaabbb.
    thanks om adit udah ngundang main ke bengkel body repair, bengkelnya keren om.. rame banget
    *lirik om stephen*

    untuk om Stephen, terima kasih banyak-banyak story nya udah dimuat.. 🙂

  5. asswrwb, mantap bro abe ane apresiasi banget solo ridingnya jkt-palu
    di share dunk pengalaman yg laennya mis perjalanan malam? di sulawesi ane belom lama tugas kesono daerahnye wah lupa, yg ane inget mau kelokasi ngelewatin jembatan, banyak ecek gondok, disitu mau dibangun kaya dufannye ancol (bukan studio t***s) disitu terkenal rawan sekale,…..
    suka dukanya selama perjalanan
    total di odometer udah brp? km
    rincian biaya lebih spesifik,……brp leter? ngbisin bengsin,…….
    oks bro mari berbagi,………tksrgds

  6. Mau nanya agen pengiriman yg di sby..?
    cz sy jg mau solo riding with tiger revo dari jkt-bandung-jogja-sby-mksr-palopo-poso

    makasih sebelumnya