Michelin: Pasar Ban di Indonesia masih terbuka lebar

8 April 2011. Kehadiran PT Michelin Indonesia resmi di perkenalkan kepada media hari Rabu (6/4) tentunya bikin penasaran. Pasalya nama ban Michelin sudah dikenal masyarakat otomotif Indonesia sebagai salah satu ban import kelas atas. Nah, apakah nantinya bakal hadir pabrik ban Michelin di Indonesia? Apakah harga ban Michelin jadi lebih murah?

Ada banyak pertanyaan karena masyarakat penasaran dengan hadirnya PT Michelin Indonesia, antara lain apakah Michelin nantinya serius mau menjual ban untuk kendaraan penumpang pribadi? Apakah Michelin mau berjualan ban ke pabrikan ATPM? Apakah Michelin mau berjualan ban roda dua yang kini penjualan sepeda motor di Indonesia lagi melonjak drastis?

Dalam acara sesi tanya jawab, pertanyaan diatas terjawab satu persatu. Dalam hal ini Managing Partner Michelin Group, Mr. Jean-Dominique Senard, didampingi oleh Mr. Frederic Patrice VINCENT selaku Managing Director Southeast Asia & Oceania Michelin Siam Co. Ltd, dan Mr. Jean Pierre KOPP selaku Country Director PT Michelin Indonesia memberikan jawaban sekenanya. Sebagai penterjemah dibantu oleh Nora GUITET dari Indonesian French Chamber of Commerce and Industry.

Michelin merupakan salah satu produsen ban asal Perancis yang terbesar didunia. Michelin diucapkan dengan sebutan Michelang untuk bahasa Perancis. Perusahaan ini punya dedikasi untuk memperbaiki mobilitas secara terus menerus terhadap barang maupun manusia dengan membuat kegiatan bekendara lebih aman, mudah, nikmat, ekonomis, dan lebih memperhatikan manusia dan lingkungan.

SL.com membuka pertanyaan: apakah Michelin mau berjualan ban motorsport di Indonesia? Dijawab oleh Mr. Senard “bahwa fokus penjualan ban di Indonesia lebih mengutamakan pada ban untuk angkutan alat berat (heavy equipment) dan commercial light truck. Tapi tidak menutup kemungkinan bagi kami untuk nanti kedepannya, Michelin akan menggarap pasar ban sepeda motor, atau sepeda motorsport jika permintaan pasar disini sudah memadai”.

Managing Partner Michelin Group, Mr. Jean-Dominique Senard (tengah) didampingi oleh Mr. Frederic Patrice VINCENT (kiri) selaku Managing Director Southeast Asia & Oceania Michelin Siam Co. Ltd, dan Mr. Jean Pierre KOPP (kanan) selaku Country Director PT Michelin Indonesia

Namun demikian, pada tahun 2016 mendatang Michelin berencana menjual lebih dari 500 ribu ban untuk kendaraan penumpang dan truk ringan (light truck), serta lebih dari 200 ribu ban untuk truk dan bis. Michelin Indonesia nantinya akan menawarkan ban motor dan kendaraan alat berat (earthmover equipments).

“Pasar di Indonesia masih terbuka lebar, baik untuk mobil penumpang, dan sepeda motor. Faktor inilah yang menyebabkan Michelin terjun langsung menangani bisnisnya di Indonesia,” ujar Mr. Vincent yang ikut memberikan keterangan dalam acara tanya jawab.

“Melihat pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan juga jumlah penjualan kendaraan yang terus meningkat tajam, Michelin ingin berperan lebih besar. Dalam lima tahun terakhir, ekonomi Indonesia tumbuh rata-rata di atas angka 5 persen. Indonesia akan menjadi negara dengan pertumbuhan terbesar di ASEAN. Apalagi, populasi penduduk Indonesia adalah nomor keempat di dunia, maka Michelin menilai perlu mengembangkan bisnisnya di Indonesia,” ungkap Mr. Senard.

Ketika ditanya soal investasi bangun pabrik di Indonesia, sampai saat ini belum ada keputusan untuk mendirikan pabrik disini. “Ini bukan keputusan 2 atau 3 menit bahwa kami mau segera berinvestasi bangun pabrik ban di Indonesia. Adapun investasi yang kami lakukan dari sekarang adalah lebih dulu membangun sumber daya manusia,” jelas Senard.

Keunggulan yang ditawarkan Michelin adalah ban radial dengan umur pakai yang lebih lama dan ramah lingkungan. Karena itulah, ketika ada pertanyaan, apakah Michelin bisa bersaing dengan ban merek lain yang harganya lebih murah, dapat dijelaskan:

“Kami memasarkan ban radial. Untuk menilai ban kami mahal seharusnya ban Michelin dibandingkan dengan ban radial pula dan bukan dengan ban yang biasa-biasa,” tegas Mr. Kopp dengan aksen Perancis yang sangat kental.

Ketika ditanya soal pemakaian bahan baku, apakah Michelin menggunakan bahan baku karet dari Indonesia? Lagi, dijelaskan oleh Mr. Senard bahwa untuk seluruh produk ban Michelin di seluruh dunia, termasuk untuk pesawat terbang, 30 persen karet yang digunakan oleh pabrikan ban asal Perancis tersebut juga berasal dari negara Indonesia. Tepatnya, 10 persen dari total produksi karet Indonesia dibeli oleh Michelin.

Sebenarnya Michelin sudah hadir di Indonesia selama dua puluh tahun lebih, terutama dalam hal melayani kebutuhan di sektor pertambangan. Namun demikian Michelin juga sudah punya mitra kerja dengan PT Gajah Tunggal Tbk dalam hal pemasaran ban untuk kendaraan pribadi atau after sales produk. Hal ini terlihat di beberapa outlet Tire Zone milik GT Radial yang jelas menampilkan papan iklan merek Michelin.

Nah, dengan hadirnya PT Michelin Indonesia, tampaknya Michelin bakal punya kontrol secara  langsung dalam hal penjualan dan juga pelayanan kepada para klien besar yang bergerak di dalam industri pertambangan di Tanah Air. Pasokan ban Michelin berasal dari pabriknya di negara Thailand, sedangkan penjualan ban Michelin di Indonesia kemudian didistribusikan melalui 500 point of sales yang tersebar di berbagai pulau di Indonesia.

Produsen ban Michelin terkenal dengan logo Bibendum,  atau Mr. Michelin. Uniknya dalam acara jumpa media, terlihat sang Mr. Michelin harusnya kuat dan tahan berdiri lama disebelah para pimpinan Michelin, tapi sayangnya Mr. Michelin adalah manusia, maka iapun tak tahan berdiri lama-lama di panggung, karena dibadannya ada yang gatal. Gerakannya mau menggaruk-garuk malah bikin wartawan tertawa.  Akhirnya pertolongan datang dan Mr. Michelin terpaksa harus dibopong keluar ruangan. Lucu juga.. 🙂

ALBUM PHOTO

Please follow and like us:

2 thoughts on “Michelin: Pasar Ban di Indonesia masih terbuka lebar

  1. acaranya dimana nih bro SL? thanks

Leave a Reply