New Ford Ranger Tersedia Diesel & Bensin

24 Maret 2011. Well.. peluncuran New Ford Ranger untuk wilayah Asia Pacific yang berlangsung di Shangri-La Hotel Bangkok, Thailand (Rabu 23/3/11) merupakan produk Ford Global dengan dua pilihan bahan bakar. Apakah anda ingin hemat bahan bakar atau butuh kendaraan dengan tenaga/torsi besar? Singkat kata, New Ford Ranger punya dua pilihan, mesin diesel dan bensin.

Sebuah mesin di mobil merupakan jantung, dan tenaga mesin yang dimiliki New Ford Ranger merupakan mesin luar biasa yang telah dikembangkan demi memenuhi serangkaian spektrum penggunaan sesuai kebutuhan dari konsumen itu sendiri.

New Ford Ranger memilik dua jenis model ber-mesin diesel TDCi Ford Duratorq, yaitu yang pertama mesin empat silinder 2.2 liter dan yang kedua mesin lima silinder 3.2 liter. Untuk  jenis empat silinder 2.2 liter memiliki output torsi maksimum 375 Nm dan output tenaga 110 kW (150 PS); sedangkan pada mesin lima silinder 3.2 liter memiliki torsi besar 470 Nm dan tenaga 147 kW (200 PS).

Untuk model bensin, New Ford Ranger mengususng mesin empat silinder Ford Duratec 2.5 liter menghasilkan torsi 226 Nm dan tenaga sampai 122 kW (166 PS) yang luar biasa.

Model diesel Ranger tertentu akan disediakan dengan transmisi otomatis atau manual enam kecepatan yang menyajikan penurunan rpm mesin dan penambahan jangkauan Ranger untuk perjalanan panjang di jalan besar atau lalu lintas kota. Hal ini juga menjadikan Ranger pick-up pertama di kelasnya yang dilengkapi dengan transmisi otomatis enam kecepatan. Sedangkan untuk model bermesin bensin hanya dilengkapi dengan transmisi manual lima kecepatan.

New Ford Ranger disediakan dalam drive-train 4×2 dan 4×4 serta dua ketinggian berkendara di mana 4×2 Hi-Rider menggunakan kerangka yang sama dengan model 4×4.

Beragam rasio penggerak akhir, mulai dari 3.31 sampai 5.3, akan tersedia tergantung pada konfigurasi penggerak dan apakah model low-ride atau high-ride. Hal ini membantu pemilik mengonfigurasi Ranger saat membawa banyak muatan, memberikan akselerasi off-the-line yang kuat dan karakteristik tarikan yang luar biasa, serta mengoptimalkan penghematan bahan bakar.

Menyediakan biaya bahan bakar yang rendah (mobil hemat BBM)

Setiap mesin New Ford Ranger sangat kompetitif di antara para pesaingnya terkait dengan konsumsi bahan bakar. Mesin bensin empat silinder 2.5 liter mencapai penghematan bahan bakar terbaik kelasnya, dengan model two-wheel drive yang mengonsumsi 9,8 liter per 100 km dalam combined cycle .

Dengan menggunakan geometri variable intake cam untuk memberikan keseimbangan optimal antara output tenaga dan penghematan bahan bakar, output tenaganya meningkat 24 persen dibandingkan mesin generasi sebelumnya menjadi 122 kW (166 PS) pada 6000 rpm.

Sejumlah penyempurnaan telah dilakukan pada mesin diesel baru, termasuk penggunaan teknologi penyaluran bahan bakar terbaru melalui sistem bahan bakar bertekanan tinggi. Sistem bahan bakar telah disesuaikan secara presisi dan dikalibrasi untuk efisiensi pembakaran dan mencapai peringkat penghematan bahan bakar tanpa memengaruhi tenaga.

Mesin diesel empat silinder 2.2 liter disediakan dalam tiga output tenaga yang berbeda dan dapat dipasangi dengan transmisi lima atau enam kecepatan, yang memberi lebih banyak pilihan kepada konsumen. Saat dipasangkan ke model 4×2, mesin ini hanya mengonsumsi 7,6 liter per 100 km dalam combined cycle, yang menjadikannya salah satu pickup paling hemat bahan bakar di segmennya.

Mesin diesel lima silinder 3.2 liter yang menjadi bintang dalam eksperimen Ford saat Ranger menarik lokomotif uap seberat 160 ton membuktikan bahwa Ranger dapat hemat bahan bakar sekaligus bertenaga. Konsumsi bahan bakarnya dalam combined cycle termasuk yang terbaik di area ini, mulai dari 8,4 liter per 100 km pada varian 4×2 sampai 9,6 liter per 100 km pada model 4×4 full-option.

Angka yang luar biasa ini memberikan New Ford Ranger sudah memiliki bahan bakar berkapasitas 80 liter dengan jarak tempuh lebih dari 1000 km pada model tertentu sebelum pengisian bahan bakar berikutnya. Semua mesin telah dikalibrasi untuk memenuhi standar emisi paling ketat di negara tempat New Ford Ranger dipasarkan.

Transmisi Enam Kecepatan New Ford Ranger

Ranger baru menawarkan transmisi otomatis baru dan manual enam kecepatan yang meningkatkan efisiensi bahan bakar danrespons.

Gearbox otomatis menyajikan serangkaian modus dan kendali manual melalui sequential manual shifting. Dalam modus Normal, kalibrasi berfokus pada kenyamanan dan penghematan bahan bakar. Untuk penggunaan yang lebih sporty, gerakan singkat pada tuas persneling mengubah transmisi ke modus Performance. Hal ini menghasilkan titik pergeseran yang lebih panjang, dan pengendara dapat secara manual memilih roda gigi melalui gerakan maju (penurunan roda gigi) atau mundur (penaikan roda gigi).

Inovasi lain adalah kemampuan transmisi otomatis untuk mengetahui saat kendaraan berada pada suatu kemiringan. Dengan menggunakan Grade Control Logic, transmisi akan secara otomatis berganti ke roda gigi rendah saat melalui jalan menurun untuk memberikan pengereman tambahan dari powertrain saat merasakan pengendara melakukan pengereman.

Terlebih lagi, transmisi ini juga mampu beradaptasi dengan gaya pengendara melalui perangkat lunak Driver Recognition. Dengan menentukan gaya berkendara saat ini, termasuk tingkat akselerasi dan pengereman, penggunaan pedal rem dan gas serta kecepatan menikung, transmisi memastikan bahwa kendaraan menggunakan roda gigi yang tepat pada waktu yang tepat tanpa terjadi pergantian roda gigi yang tidak diinginkan.

“Tujuan dari fitur ini adalah menyesuaikan harapan konsumen dengan gaya berkendaranya, sehingga konsumen yang ingin mendapatkan penghematan bahan bakar terbaik akan terpuaskan dengan penaikan roda gigi awal pada gearbox, sementara pengendara muda akan terkesan dengan pickup yang responsif,” ujar Tim Postgate, Transmission Calibration Supervisor.

Bagi yang ingin lebih terlibat, transmisi manual enam kecepatan menyediakan pergantian roda gigi yang presisi dan tajam dengan tuas persneling pendek seperti pada mobil penumpang terletak secara ergonomis di dekat pengendara. Indikator kenaikan roda gigi pada panel instrumen membantu memandu pengendara mengetahui penggunaan roda gigi terbaik untuk penghematan bahan bakar.

New Ford Ranger Ramping

Dengan menggunakan teknologi simulasi canggih yang sama dengan yang digunakan tim Formula One, para ahli aerodinamika melakukan lebih dari 1000 simulasi aerodinamika lengkap untuk menyempurnakan bentuk kendaraan agar hemat bahan bakar. Melalui simulasi, mereka menunjukkan bahwa dengan adanya alur pada bagian atas fender, arus angin terbagi sehingga mengurangi hambatan.

Para ahli aerodinamika juga bekerja sama erat dengan tim desain Ranger untuk mengimplementasikan rancangan yang paling efisien. Oleh karena itu, lampu belakang ditempatkan lebih vertikal, pilar A dioptimalkan dan spoiler kecil ditambahkan ke bagian atas pintu belakang. Penahan angin bagian depan memainkan peran penting dalam mengendalikan arus angin di bagian bawah kendaraan, yang menghasilkan penurunan signifikan pada koefisien hambat.

Untuk membuat Ranger menjadi lebih efisien daripada sebelumnya, para teknisi menggunakan roda yang memberikan daya tahan terhadap terguling tanpa berkompromi terhadap daya cengkeram, pengalaman berkendara dan pengendalian. Mereka juga melakukan perubahan yang menakjubkan pada roda gigi ke mesin untuk memberikan penghematan bahan bakar optimal sekaligus memastikan performa optimal bagi kemampuan tarik dan kapasitas muatan terbaik bagi pickup ini.

Para teknisi juga memasang sistem pengelolaan baterai di Ford Ranger yang memberi kontribusi terhadap penghematan bahan bakar di lapangan. Sistem Smart Regenerative Charging meningkatkan output alternator saat kendaraan direm atau melambat. Hal ini mengubah energi kinetik kendaraan menjadi energi listrik tanpa menggunakan bahan bakar tambahan. Arus listrik ‘bebas’ digunakan untuk mengisi baterai sehingga dapat digunakan oleh sistem kelistrikan di tahap berikutnya.

Drivetrain yang tangguh untuk semua kondisi

Mampu mengatasi topografi yang paling menantang, Ranger telah diuji secara luas untuk memastikan Ranger tetap mewarisi Built Ford Tough.

Model four-wheel drive dilengkapi dengan transfer case yang terkendali secara elektronik – untuk transmisi manual dan otomatis – yang memampukan pengendara berganti dari 4×2 ke 4×4 setiap saat melalui tombol elektronik yang mudah dijangkau terletak pada konsol. Roda gigi rendah dapat diaktifkan untuk mendapatkan tambahan torsi atau pengereman tambahan saat menuruni tanjakan dan Ranger memberikan rasio yang lebih rendah secara keseluruhan untuk meningkatkan kemampuan offroad.

Bagi konsumen yang menginginkan kendali traksi lebih besar, limited slip rear differential atau electronic locking rear differential tersedia sebagai pilihan. Dengan limited slip rear differential, tenaga dipertahankan pada kedua roda saat salah satu roda mulai tergelincir.

Fitur baru pada Ranger, locking rear differential diaktifkan dengan menekan tombol pada dashboard. Hal ini mengaktifkan peranti pengunci melalui kopling pada poros belakang untuk “mengunci” kedua roda belakang sehingga memutar bersama pada kecepatan yang sama. Hal ini sangat berguna jika salah satu roda belakang kehilangan traksi sepenuhnya karena berada dalam es, lumpur atau tergantung di udara.

Tanpa peranti pengunci, roda tersebut akan berputar dan semua tenaga mesin dan torsi akan terkonsentrasi pada roda tersebut. Namun, jika roda “terkunci” bersama, roda yang memiliki traksi mendapatkan cukup tenaga dan torsi untuk memampukan kendaraan bergerak maju bahkan pada kondisi yang menantang.

“Ranger memiliki cukup tenaga dan torsi untuk melakukan tugasnya, dan kemampuan yang lebih dari cukup untuk membawa Anda pergi ke tempat yang Anda inginkan,” ujar Rob Sharples, Powertrain Programme Team Leader. “Ranger merupakan truk pengendara sejati yang efektif sekaligus terjangkau dan ramah lingkungan.”

Foto gallery di Halaman Ini sekedar menunjukkan suasana tanya jawab, antara 20 orang jurnalis otomotif Indonesia yang ikut dalam rombongan Ford Indonesia. Sesi pertama Craig Metros (Chief Designers All New Ford Ranger). Sesi kedua Peter Fleet (President Ford ASEAN) dan Joe Hinrichs (President Ford Asia Pacific), dan sesi ketiga Gary Boes (Team Leader Global Compact Pickups Division)

Dalam acara tanya jawab tersebut ikut pula mendampingi Will Angrove (President Director PT Ford Motor Indonesia) dan Lea Kartika Indra Communication Director PT Ford Motor Indonesia) yang juga bertugas menjadi penterjemah.

Please follow and like us:

Leave a Reply