Part 4: Singapore Trip With Bajaj Auto Indonesia

30 September 2010. Singapura adalah negara yang paling dekat dengan Indonesia, dan sebenarnya kita bisa belajar dari Singapura dalam banyak hal. Misalkan di Jakarta lagi pusing soal macet, dan kita bisa pelajari bagaimana Singapura mengatasi kemacetan dengan sarana transportasi masal yang dapat diandalkan, yaitu MRT (Massive Rapid Transit).

Dalam kunjungan SL.com bersama rombongan PT Bajaj Auto Indonesia (PT BAI) ke negara Singapura dari tanggal 24 s/d 28 September 2010 yang lalu, grup Bajaj Indonesia ini mendapat kesempatan merasakan naik MRT yang ada dibawah tanah (underground). Kali ini SL.com jalan ramai-ramai dengan sesama orang Indonesia naik MRT sehingga suasananya juga terasa beda. Kalau jalan sendirian naik MRT rasanya bete.

Sarana moda transportasi MRT ini memang sangat populer di Singapura dikenal sebagai salah satu alat transport yang cepat, tepat waktu, bersifat masal, dan harganya pun murah. Bisa dibayangkan jika sarana transportasi semacam MRT ini ada di Jakarta, waduh.. rasanya kita nggak usah lagi naik motor panas-panas atau sampai kehujanan segala.

Ketika mengamati peta jalur MRT, terlihat dengan jelas rutenya sudah menjangkau seluruh wilayah negara Singapura. Menggunakan kode NS (North-South), EW (East-West) dan NE (North-East) sebagai arah dan stasiun yang akan dituju (dilewati).

Yang namanya transit disediakan stasiun tansit dari ke tiga arah tadi, yaitu  2 stasiun tansit dari jalur North-South, yaitu Dhoby Ghaut dan Bishan. Kemudian 3 stasiun transit dari jalur North-East, yaitu Dhoby Ghaut, Serangoon dan Stasiun MRT HarbourFront. Selanjutnya 2 stasiun transit dari jalur East-West, yaitu Paya Lebar dan Stasiun MRT Buona Vista.

Harus kita akui bahwa negara Singapura adalah salah satu negara dengan transportasi publik yang terbaik di dunia. Selain MRT, tersedia pula berbagai moda transportasi yang memang sangat baik, dan memungkinkan semua orang (penduduk dan turis) bisa menjelalah Singapura dengan cepat dan tepat waktu.

Singapura juga memiliki sarana bus kota yang sangat memadai, taxi, dan semuanya berjalan dengan rapi, teratur, tertib, sopan dan bersih.

Demikian pula sarana jembatan, dan trotoar bagi pejalan kaki, benar-benar mendapat prioritas. Para pejalan kaki diperlakukan dengan hormat dan bahkan didahulukan ketika mereka mau menyebrang jalan di tempat penyeberangan resmi. Namun jangan harap bisa nyebrang jalan disembarang tempat, antara dua yaitu kena denda atau kena tabrak.

Singapura punya jembatan penyeberangan yang berfungsi dengan baik dan  badan trotoar pejalan kaki yang lebar. Setiap kendaraan bermotor, baik motor atau mobil wajib parkir ditempat yang sudah disediakan, demikian pula untuk sepeda biasa juga punya tempat parkir khusus.

Bagi mereka yang parkir kendaraan dengan sembarangan, maka akan mendapat catatan kecil, semacam surat tilang di kendaraannya.  Sang petugas tak perlu bertemu dengan yang punya kendaraan dan sang petugas hanya perlu meninggalkan secarik kertas di kendaraan yang dianggap bersalah. Anda kena denda!

Terus, bagaimana urusan selanjutnya?

Nanti pada saat mau bayar pajak, akan terlihat dari hasil print  dimana seluruh sanksi dan denda akan tercantum. Semua dosa-dosa karena parkir di sembarang tempat, melebih batas kecepatan, melewati garis puitih, dan sebagainya akan muncul ketika pemilik kendaraan mau perpanjang pajak, kalau tidak urusannya adalah bui atau denda ribuan hingga  jutaan dollar.

Masalahnya hukum atau UU, maupun dendanya bagi para pelanggar sangat tinggi, maka tak heran orang-orang yang lagi berada di Singapura (baik penduduk maupun turis) menjalani kehidupannya dengan tertib dan mau mengikuti semua peraturan dan petunjuk-petunjuk yang ada. Turuti saja peraturan maka semua berjalan dengan lancar.

Untuk lebih jelas, silahkan perhatikan dengan seksama beberapa foto yang ada di photo gallery di halaman ini. Selain itu lihat juga photo gallery ini menunjukkan suasana pasar Bugis Village yang tertata dengan rapih, selain itu ada pula beberapa photo disekitar Bugis Junction. Semua terlihat tertib dan rapi dengan suasana aman.

Budaya tertib dan antri merupakan modal utama Singapura, mau tak mau kita pun sebagai tamu, atau turis akan larut dalam budaya tertib antri ini, karena seluruh penduduk di Singapura takut dengan hukum/UU yang berlaku. Semoga budaya tertib Singapura menjadi virus positif dan tertular ke Indonesia. Semoga..

PHOTO GALLERY

1. Many People Walk in Singapore

2. Pasar Bugis Village/Bugis Junction

Please follow and like us:

4 thoughts on “Part 4: Singapore Trip With Bajaj Auto Indonesia

  1. […] dengan baik. Singapura memiliki angkutan MRT (Massive Rapid Transit) yang sudah dijelaskan di artikel ini. Kemudian memiliki angkutan bus dan taxi yang juga tak kalah bersih dan […]

  2. singapore adalah negara kota sehingga dari segi manajemen lebih mudah, sebetulnya ini bisa diterapkan di jakarta. hanya mungkin dari segi kebijakan pusat merelakan penugasan adhoc ke DKI tentang pengaturan ini.
    lalu juga jakarta diisolasi dari pertemuan arus anyer (plus sumatera) ke panarukan (untuk yang ini bisa dibuat highway khusus)

    and baca kompas kemarin, awal tahun ini sudah mulai pembangunan MRT lebak bulus – hi, lanjut hi – (kota) kampung bandan, malah 2026 MRT sudah terbangun tangerang – bekasi, kaya-kayanya sampai karawang, karena konon katanya bandara internasional akan dipindah kesana… SEMOGA.

    kalo ada yang lebih baik, jangan malu untuk meniru!, bukankah dalam dunia ilmiah dikatakan penerapann riset itu mesti merefer ke sesuatau yang sudah ada, modifikasi lebih bagus, lalu terapkan.

    20 tahun yang lalu made in japan juga niru, berikutnya made in korea juga … lalu kenapa dengan kita.

  3. […] Harap maklum jika foto-foto di halaman ini sudah penah di muat pada artikel sebelumnya, antara lain artikel Serba-Serbi Motor Di Negara Tetangga Singapura dan Singapore Trip With Bajaj Auto Indonesia. […]

Leave a Reply