Servis Motor Meningkat Jelang Mudik Lebaran

Jakarta, 4 September 2010. Tim SL.com melakukan survey kecil-kecilan dibeberapa bengkel di sekitar Cinere hari Jumat (3/9/10) dan terlihat cukup banyak bengkel lagi sibuk meladeni motor yang minta diservis. Untuk menjawab rasa penasaran, maka Tim SL.com menghampiri beberapa bengkel. Adakah pemudik yang akan menempuh perjalanan jauh dan bagaimana persiapannya?

Ternyata mengumpulkan informasi itu tidak mudah. Para mekanik, maupun pemilik bengkel cukup sulit memberikan informasi, karena sibuk dan memang tak bisa diajak ngobrol. Sedangkan mencari info dari konsumen, susah-susah gampang, kehadiran Tim SL.com malah diangap seperti salesman, ada yang menolak halus dengan alasan enggan diajak ngobrol karena lagi puasa. Namun ketika ada pengunjung bengkel yang bisa diajak ngobrol, dan orang yang semula menolak, malah ikut nguping. Lucu juga dunia ini.

Bro Rohim (31) pemilik Yamaha Vega 110 tahun 2005 membawa motornya ke bengkel Yamaha Perwira Motor. Ia katakan motornya akan dipakai mudik sendiri tanpa boncenger tanggal 8 September tujuan Brebes. Servisnya hanya sebatas servis ringan (rutin) dan ganti oli saja. Ia pun tak lupa dengan persiapan lainnya, memiliki jaket tebal, helm SNI, sepatu, sarung tangan, dan vitamin.

“Waktu tempuh perjalanan sekitar 10-11 jam dengan kondisi jalan macet, dam paling banter konsumsi BBM-nya sekitar 40 – 50 ribu. Lagian barang bawaan saya tidak banyak, saya cukup pakai tas ransel saja kok,” ujat Rohim yang sudah pernah mudik dengan motor di tahun sebelumnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Bro Agus (26) pemilik Yamaha Jupiter MX 2007 yang akan mudik ke Semarang, kali ini dia harus mengganti bohlam lampu utama dan gearset. Menurut Agus, lama perjalanan yang akan ditempuh sekitar 10-12 jam dan biasanya menghabiskan BBM sekitar 55 hingga 65 ribu. Servis motor dibengkel umum, Mandala Motor 4. Alasannya karena biaya servis lebih murah.

Lain cerita, Bro Dewo (24) pemilik Yamaha RX–King 2002 di Karya Motor. Tim SL.com tanya soal mudik dengan motor 2-Tak, apa ini tidak boros? Dewo tersenyum dan ia pun mengakui harus merogoh kocek lebih dalam.

Dengan logat Sunda, Dewo akan mudik ke Indramayu berujar, “Kalau abdi mudiknya sendirian mah cuma habis 100 ribu kang, tapi kalau boncengan bisa sampai 135 ribu. Belum lagi 1 botol oli samping akan habis dengan waktu tempuh sekitar 5 sampai 6 jam tanpa istirahat.”

Supaya tidak repot soal barang bawaan, Dewo cukup pintar dengan cara menitipkan barang-barangnya sama saudaranya yang mudik dengan mobil. Kali ini Dewo cukup melakukan servis ringan (rutin), yaitu penggantian pada kabel gas, kabel kopling, dan kampas rem belakang. Menurut rencananya ia akan mudik besok tanggal 4 September.

Ketika Tim SL.com lagi ngobrol dengan Bro Dewo, rupanya ada salah satu pengunjung bengkel lain ikut dalam pembicaraan, Bro Kamal (38) bercerita mengenai persiapan yang dilakukannya tahun lalu karena pada tahun ini dia tidak mudik.

Persiapannya juga sama seperti pemudik lainnya hanya melakukan sedikit penambahan bracket untuk pegangan tangan di bagian tengah. Hal ini sangat membantu  buat anaknya yang duduk didepan, agar sang anak tidak mengganggu kemudi. Kalau anak sampai tertidur, maka pegangan ini menjadi tumpuan buat kepala anak. “Resiko bahaya sih jelas.. tapi gimana lagi?” ujar Kamal yang tahun ini tidak mudik.

Beberapa dari mereka ada yang sudah ngantri cukup lama, tapi ada juga yang cepat, namun mereka mengakui bahwa melakukan servis motor jelang mudik Lebaran memang selalu ramai, apalagi kebanyakan para karyawan sudah mendapatkan THR dan menyisihkan dana untuk servis motor. Tak cuma servis saja, tapi banyak juga konsumen yang minta ganti ban, ganti parts, ganti klakson baru, dan sebagainya.

“Lebih baik datang ke bengkel motor sekarang-sekarang ini mas.. kalo besok hari Sabtu-Minggu, bengkel ini pasti ramai sekali,” ujar Kamal. Ia pun menikmati keramaian dibengkel motor langganannya karena semua pemilik motor terlihat ingin cepat dilayani dan mendapatkan hasil settingan mesin yang bagus. Sementara itu dari sisi mekanik dan para pemilik bengkel, memang mereka lagi masa panen mengais rejeki dari banyaknya para pengunjung yang mampir ke bengkelnya.

“Kebanyakan sih niat awal konsumen cuma mau ganti oli, tapi karena mau jalan jauh, kita sarankan servis aja sekalian. Soal ganti suku cadang, terserah mereka (konsumen), mekanik kan cuma bilangin aja, biasanya ganti kanvas rem, busi, ban yang sudah keliatan botak, dan lainnya. Emang sih, terasa yang datang makin hari makin banyak, apalagi jelang mudik lebaran ini,” kata seorang pemilik bengkel di Cinere.

Ya.. SL.com pun memberikan kesimpulan bahwa Lebaran kali ini memang bakal lebih ramai dengan pemudik motor. Kita semua taju bahwa angka penjualan motor meningkat dengan tajam, dan selayaknya mereka membawa pulang sebagai moda transportasi yang mudah dan cepat, dari pada himpit-himpitan di KA atau bus umum. Walaupun beberapa ATPM punya konsep mudik dengan angkutan bus, tapi yang namanya naik motor ke kampung halaman akan tetap bakalan ramai.

Kita doakan agar perjalanan pengendara motor tetap aman, nyaman dan sampai di tujuan dengan selamat. TITI DJ & Keep Safety Riding.

 

Please follow and like us:

2 thoughts on “Servis Motor Meningkat Jelang Mudik Lebaran

  1. ya jelas servis motor meningkat menjelang lebaran, kan motorx mau dipake buat mudik, jadinya harus dipersiapkan dengan sebaik mungkin, agar berkendara menjadi aman dan selamat ampe tujuan………

  2. Rupanya ga dimana2 ya, saat ini bengkel penuh… alasannya ya itu td Mudik Lebaran. Konsum ingin mtorya sehat wal afiat untuk di bawa pulang kampung. Kan ga seru juga mtornya mogok di perjalanan k kampng halaman..

Leave a Reply