Foto Aksi Damai Bikers Menolak Keras Pembatasan Motor

Jakarta, 28 Agustus 2010. Silang Monas dipenuhi barisan motor dari anak-anak klub yang datang dari kawasan Jabodetabek. Kini, tak perlu repot-repot lagi kumpulin anak-anak motor secara serentak, cukup via internet, mailing-list dan facebook group, maka ada ratusan anak motor bisa datang cepat ke Monas (Sabtu 28/8/10).

“Hoo.. tanpa memandang merek motor atau jenis klub motor kami lagi aksi damai menolak rencana kebijakan pemerintah soal pembatasan motor yang dianggap biang macet di Jakarta. Padahal pemerintah belum menyediakan sarana transportasi memadai, nyaman dan aman. Liat tuh tiang pancang monorel di  Jl. Rasuna Said Kuningan, atau Jl. Asia Afrika Senayan sudah ngabisin banyak uang negara. Ingat nggak.. pembangunan tiang pancang itu dulu bikin macet, tapi sekarang malah macet ngga bisa terwujud. Kita pengendara motor sudah berkorban kena macet disana-sini, bayar pajak, nungguin kemajuan, eh.. sekarang malah motor yang dibatasi, gimana sih?!” ujar seorang peserta aksi damai di Monas.

Ya.. memang kita semua sudah mendengar ada rencana pemerintah habis Lebaran ini akan membatasi ruang gerak dan populasi sepeda motor di kawasan DKI Jakarta yang kini lagi mengemuka, dan menjadi perhatian bagi anak-anak motor. Karena  mereka sehari-hari-nya pergi dan pulang kerja dengan naik kendaraan sepeda motor.

Kebanyakan anak motor juga punya mobil di rumah, tapi karena jalanan di Ibukota ini tambah macet, jarak tempuh makin lama, maka mereka pun berkorban lebih baik naik motor.

Meskipun pemberitaan kebijakan ini sempat meredup tertimpa isu-isu sosial lainnya, kebijakan kontroversial ini terus menuai pro dan kontra di masyarakat. Malah sepertinya pemerintah secara diam-diam akan menelurkan kebijakan ini dalam UU. Wah.. kalau begini bisa repot, masyarakat bakal resah, dan berusaha keras naik mobil dan kemacetan itupun tak akan dapat diselesaikan kalau pemerintah tak melakukan pelebaran jalan, atau menambah jalur jalan.

Lagian, alat transportasi sepeda motor itu sangat murah, ekonomis, dan kendaraan ini dapat dijangkau oleh seluruh masyarakat luas. Bahkan kalau dilihat sekarang ini, sudah banyak orang dari kalangan atas (orang mampu) yang punya mobil juga ikut turun naik motor. Bahkan banyak juga orang bule naik motor. Kenapa? Jalan di Jakarta macet!

Sayang sekali pembangunan Ibukota Jakarta ini tak diimbangi dengan sarana jalan yang baik, seperti pelebaraan, pembenahan jalan rusak, pembenahan angkutan umum yang tak tertib lalu-lintas, serta penyediaan sarana alat transportasi umum yang lebih memadai buat warga Jabodetabek ini.

Tentu saja dengan ada nya isu pembatasan gerak kendaraan roda dua menimbulkan reaksi keras, atau pihak kontra yang datang dari berbagai komunitas dan organisasi pengguna roda dua. Karena sejumlah besar anggotanya sebagian besar menggunakan moda transportasi roda dua, dan roda dua ini pun sudah menjadi kendaraan sehari-hari, maka tak salah jika bikers klub dan komunitas, maupun mayarakat umum menolak dengan keras atas kebijakan pemerintah tersebut.

Road Safety Association (RSA), sebagai lembaga swadaya masyarakat yang peduli terhadap permasalahan keselamatan jalan pun bereaksi. “Masyarakat rela memakai sepeda motor bahkan dengan cara kredit sekalipun, karena transportasi publik tidak cukup layak mengakomodasi kebutuhan transportasi mereka, Hendaknya pemerintah tidak membuat kebijakan semena-mena dengan membatasi sepeda motor tanpa dibarengi dengan perbaikan kualitas layanan transportasi publik” tukas Rio Octaviano, ketua umum RSA, di Jakarta, Sabtu (28/8).

Sebagai implementasi kontra kebijakan pemerintah, RSA yang memperoleh dukungan dari lebih dari 70 klub dan komunitas roda dua menggelar aksi damai, Sabtu, 28 Agustus 2010. Tema aksi “Tolak Pembatasan Sepeda Motor, Sediakan Transportasi Publik Yang Aman, Nyaman dan Terjangkau.”

Aksi damai terpantau dimulai dari kawasan Senayan, dan berlanjut atau finishdi Silang Monas. Selain diikuti oleh anak-anak klub motor, tak luput terpantau masyarakat umum ada juga yang ikut meramaikan konvoi hingga berakhir di Silang Monas, Jakarta Pusat. Sebagai hasil dari aksi tersebut, RSA pada saat itu mengajukan tuntutan kepada pemerintah, diantaranya penolakan pembatasan sepeda motor sebelum ada perbaikan transportasi publik yang dikuti oleh berbagai orasi penolakan secara bergantian namun acara tetap tertib.

Harapannya, bahwa dengan adanya aksi damai ini maka Pemerintah Kota DKI Jakarta dan instansi terkait dapat meninjau kembali bahwa pengguna sepeda motor bukanlah pihak yang paling berkontribusi terhadap kemacetan dan maraknya penggunaan kendaraan pribadi akan terus bertambah sampai transportasi publik yang aman, nyaman dan terjangkau diwujudkan. Aksi ini diliput oleh sejumlah media televisi maupun harian ibukota lainnya. Hidup bikers!

PHOTO GALLERY

Please follow and like us:

13 thoughts on “Foto Aksi Damai Bikers Menolak Keras Pembatasan Motor

  1. icalbrown says:

    coba hitung2an pakai matematika,
    1 mobil menempati berapa area motor ?
    1 mobil ditumpangi berapa orang setiap harinya? (kebanyakan paling 1 atau 2 orang)
    hitung jumlah luas lahan yg digunakan jika mobil dan motor berjumlah sama penumpangnya,
    lalu bisa didapat, kendaraan mana yg sebenarnya bikin macet ?
    coba liat gambaran yg ada di detik foto –> http://foto.detik.com/readfoto/2010/08/11/133959/1418226/157/4/

    contoh lain,
    kalo 1 mobil berhenti dipinggir jalan vs 1atau 2 atau 3 motor berhenti dipinggir jalan, mana yg bikin macet ?
    sekarang liat aja di jalan tol yg notabene ngga ada motor, apakah lancar ?

    heran gw sama Pemerintah, membuat kebijakan ngga pake simulasi dan perhitungan apa? kemana tuh para ahli yg jd pejabat? membuat kebijakan selalu yg penting jalan dulu, urusan akibat baru belakangan ditangani,
    payah.

    • Klo para bikers tidak mau dibatasi apakah para bikers bisa berkendara yg sopan & tertib seperti pengendara mobil?
      Ambil contoh saat dilampu merah, apakah para bikers bisa berhenti dibelakang garis seperti mobil? Atau minimal bisakah para bikers mengendarainya sopan & santun seperti layaknya mobil.
      Jangan menyalahkan mobil jg dong krn disini terlihat sekali yg namanya kecemburuan sosial

  2. gak setuju klo ada pembatasan motor sgala, pemerintah seharusnya mikirin kepentingan rakyat, bukan mikirin untuk perutnya doank, kemacetan udah jd hal yg sangat biasa di jakarta, bukan berarti harus dengan pembatasan motor, karena motor salah satu alat transportasi yg cepat sampai tujuan dan biaya yg relatif murah……

  3. Gini nih kl pemerintah slalu brpihak pada “KAUM BERMODAL”
    🙁

  4. Saya sebagai Bikerz dan Pecinta Motor setuju banget dengan ini,Seharusnya pemerintah bisa memberikan solusi terbaiknya untuk Pecinta Motor.
    Hidup Bikerz

  5. sobek-sobek says:

    Selamat berbuka puasa… :mrgreen:

    sekilat info..
    http://us.oto.detik.com/read/2010/08/30/172927/1431445/648/harley-akhir-pekan-moge-jangan-dibatasi?o991101638

    HD khusus minta gak dilarang sedangkan yg lain boleh2 aja di berantas bwuahahahahaha dagelan…
    bakar !!!!!!

  6. Ga setuju ada pembatasan motor, dimana pun….kita beli dengan hasil kerja untuk mencapai tempat kerja cepat. Coba pemerintah perbaiki sarana transportasi jangan rakyat kecil ( pengguna motor ) selalu dijadikan alasan macet, betul kata bro Icalbrown kalo main hitung2 1 mobil berhenti dengan 2 motor berhenti yang buat macet mana?…
    Coba pemerintah perbaikin sarana transportasi yang ancur banget, dah buat polusi bikin macet pula….

    *Utamakan perhitungan untuk masa depan*

  7. jangan ada pembatasan kendaraan bermotor dong pak mentri…. saya sangat tidak setuju, kendaraan bermotor sudah menjadi alternatif masyarakat Indonesia.

    saya pikir ini semua hanya politik bapak mentri saja,
    coba bro-bro pikir
    1. pajak motor murah dibandingkan kendaraan roda empat
    2. pemakaian BBM sangat irit dan motor menggunakan BBM non subsidi.
    3. harga motor lebih murah dibandingkan kendaraan roda empat.
    4. yang parahnya motor sangat merugikan pemerintah, (pemerintah masih doyan korup duit pajak, “iming2 kesuksesan gayuss”) hahaha..

    bagi pencinta kendaraan bermotor saya sangat berharap jagalah keselamatan anda dalam berkendara, selalu menggunakan safety gear dan jagalah tingkah laku anda dalam berkendara..!

  8. Klo para bikers tidak dibatasi apakah para bikers bisa berkendara yg sopan & tertib seperti pengendara mobil?

Leave a Reply