Testimonial Motor Bebek TVS NEO X3i: Mantap!

Motor bebek TVS Neo X3i parkir di rumah SL.com

17 Agustus 2010. Satu unit motor bebek TVS Neo X3i milik PT TVS Motor Company Indonesia yang dikenal memiliki tarikan kuat dan hemat bahan bakar itu akhirnya tiba di rumah untuk diuji dalam aktifitas harian SL.com. Motor tersebut beberapa hari dipakai SL.com dan orang-orang di rumah pun ikut merasakan motor bebek TVS Neo yang berasal dari TVS Group India.

Ketika motor baru tiba di rumah hari Rabu siang (11/8), sontak orang di rumah kaget melihat kehadiran motor bebek TVS ini. Demikian pula tetangga melirik sosok TVS Neo X3i yang masih jarang beredar. Kebanyakan orang belum tau banyak TVS, dan baru kali ini dilihat, bahkan ada yang tak menyangka TVS ini adalah merek dagang non-Jepang. Keheranan mereka justru saat melihat penampilan motor sambil berdecak kagum, dan ingin tau gimana rasanya naik TVS Neo X3i ini.

Dalam aktifitas sehari-hari, SL.com lebih banyak menggunakan Honda Tiger 2004 sebagai motor harian, dan untuk beberapa hari SL.com beralih ke motor bebek TVS Neo X3i yang jelas rasanya sangat beda. Terasa lebih ringan, lebih kecil, dan lebih lincah, karena SL.com membandingkan dengan Honda Tiger dan ini sangat tidak adil. Tapi tak apalah, karena untuk menyesuaikan diri dengan motor bebek TVS Neo X3i ternyata tak butuh waktu yang lama karena motor ini sangat mudah dikendarai.

Menurut SL.com handling motor ini enak, pas buat aktifitas harian. Saat motor berada dirumah, angka odometer menunjukkan Km. 550 berarti motor ini masih baru, padahal motor ini milik kantor PT TVS Motor Company Indonesia (nama yang tertera di STNK). Dalam perjalanan seorang diri terasa nyaman, baik joknya yang lebar, pengereman, suspensi, dan tarikan motor yang enteng. Untuk bahan bakar diisi jenis Pertamax full tank, tapi sayang SL.com tak mengukur atau mencatat soal konsumsi bahan bakarnya.

Bicara soal fitur TVS Neo X3i, sebenarnya sama seperti yang sudah pernah ditulis pada artikel sebelumnya, dan SL.com memang merasakan langsung fitur-fitur tersebut dengan sempurna, antara lain:

Fitur i-Econo sebagai teknologi yang didukung oleh ‘throttle switch’ yang bisa memicu sistem pengapian digital untuk menjadikan pengapian optimal sesuai dengan kondisi berkendara. Menurut info, ternyata teknologi ini bisa mengukur penggunaan bahan bakar lebih hemat dan ekonomis tanpa mengurangi performa mesin. Sayang saja, SL.com tak mencatat pemakaian bensin di motor ini secara akurat.

Fitur i-Start disebut sebagai teknologi dengan sensor temperatur yang membantu bagi rider untuk menghemat waktu (kurang dari tiga menit) memanaskan mesin motor tanpa kuatir merusak ketahanan mesin. Hal ini memang teruji dengan baik karena SL.com melihats sendiri.

Fitur i-Charge merupakan satu-satunya teknologi inovatif yang memungkinkan pengendara bisa melakukan charge battery hp/telpon selular selama perjalanan. Nah, selama ini SL.com selalu pakai alat komunikasi BB yang rada super aktif, sehingga sering mengalami low bat, maka dengan fitur ini jelas sangat membantu untuk mendapatkan battery full charged. Asalkan jangan bertelpon sambil berkendara motor, selain norak juga sangat berbahaya bagi keselamatan sesama pengguna jalan umum.

Yang menarik motor ini jadi perhatian banyak orang, baik selama di jalanan, maupun di parkiran motor. Karena memang sih TVS Neo X3i masih jarang, dan belum pasaran sehingga banyak yang melirik karena penasaran. Orang yang bekerja dirumah pun ingin merasakan bagaimana motor bebek TVS neo X3i ini, yang akhirnya motor ini jadi bahan rebutan, dengan alasan ada yang mau beli pulsa, mau pergi ke warung, mau beli ini, mau beli itu, ke tukang jahit, dan lain sebagainya dengan tujuan bisa mengendarai TVS Neo X3i sepuasnya.

Akhirnya SL.com menanyakan bagaimana pendapat orang-orang dirumah tentang motor ini, dijawab oleh mereka dengan kata-kata yang singkat, antara lain mantap, bagus, keren.. beli dong satu buat dirumah!

Dibawah ini merupakan testimoni yang dibuat oleh Bro Rimet alias Jules yang ikut membantu SL.com dalam aktifitas harian, ia menceritakan dan menulis sendiri pengalaman-nya bagaimana merasakan motor bebek TVS Neo X3i ini:

“Pertama kali saya melihat TVS NEO X3i saya jadi ingat dengan sosok motor pabrikan Jepang, karena desain lampunya yang merupakan perpaduan dari Honda Blade dan Yamaha Mio Soul. Meski terkesan agak nyontek dari pabrikan Jepang, lampu standar TVS NEO X3i ternyata sudah menggunakan Halogen H4, ini jelas merupakan nilai jual tersendiri buat pabrikan asal India yang tidak dimiliki oleh para kompetitor asal Jepang.

Di tambah lagi dengan adanya fitur seperti saklar lampu Dim yang biasanya hanya terdapat pada motor kelas sport (batangan), serta slot untuk men-charger HP kesayangan anda yang notabene perangkat ini yang pertama, dan satu-satunya yang ada di Indonesia pada motor kelas bebek 110 cc.

Begitu “Nyemplak” diatas joknya yang terasa agak keras tapi nyaman. Lho.. kok bisa ya jok-nya keras tapi nyaman? Saya merasa nyaman karena jok TVS NEO X3i ternyata cukup lebar sehingga tidak membuat pantat dan pinggang pegal. Lebar kemudi TVS NEO X3i relatif sama dengan Honda Supra X. Sekedar saran saja,  sebaiknya setang agak di tekuk sedikit ke belakang guna memberikan kesan yang lebih sporty. Mesin langsung saya hidupkan dan lampu indikator i-start ikut menyala menunjukan bahwa mesin dalam tahap pemanasan, cuma perlu waktu 2 menit untuk memanaskan mesin TVS NEO X3i.


Tenaga yang besar langsung terasa begitu handle gas saya putar, perpindahan gigi terasa halus. Saya penasaran dengan tenaga TVS NEO X3i, maka pada pukul 10 malam  saya memacu motor ini di Jalan Arteri Pondok Indah, akselerasi motor ini sangat baik dan responsive di setiap perpindahan gigi. Angka speedometer top speed buat saya pribadi tidak jadi masalah mengingat kondisi jalan di Jakarta yang macet.

Namun saat menyentuh angka 85 km/jam, saya merasakan motor TVS Neo X3i mulai terasa berat. Sepertinya  perlu tune up atau settingan mesin. Ini sebenarnya tergantung keinginan pemilik. Setahu saya motor TVS Neo X3i  yang saua pakai ini milik kantor, dan motor kondisi motor masih standard.

Terus terang saya suka dengan suspensi dari TVS NEO X3i yang punya karakter soft tetapi juga mantap untuk di ajak ber-manuver. Kinerja suspensi cukup bagus di segala kondisi jalan, bergelombang ataupun rata. Satu lagi nilai tambah dari TVS NEO X3i mempunyai kapasitas bagasi terbesar di kelas bebek 110 cc. Karakter mesin 110 cc bawaan TVS NEO X3i juga tergolong irit, 1 liter bisa tembus 52 km (dalam kota), dengan cara bawa kendaraan ngebut. Material knalpot yang di gunakan TVS NEO X3i juga bagus karena dalam waktu 5 menit knalpot sudah dingin seperti sediakala.

Kesimpulan saya motor ini sangat cocok untuk lalu-lintas perkotaan dan pegunungan, yang membutuhkan akselerasi cepat. Dengan mengutip slogan perusahaan yakni : “TVS Now You Can” alias dengan motor TVS NEO X3i anda bisa melakukan apapun yang anda mau.  Catatan tinggi & berat saya : 170 cm, 59 kg.” (testimoni ditulis oleh Bro Rimet/Jules).

Soal harga dan spesifikasi TVS Neo X3i, silahkan ke halaman ini. Akhir kata, SL.com mengucapkan terima kasih kepada PT TVS Motor Company Indonesia yang sudah meminjamkan motor TVS Neo X3i untuk beberapa hari dan semoga informasi ini berguna bagi masyarakat secara luas.

 

Please follow and like us:

10 thoughts on “Testimonial Motor Bebek TVS NEO X3i: Mantap!

  1. bro stephen, lampu depan TVS itu beneran H4 bukan HS1..??

    setau saya H4 wattnya di atas 35watt semua..

    CMIIW

  2. HS1 socketnya HS4 sama ama mobil.
    Sama kayak pulsar. vixion, ninja rr.

  3. Oh iya betul apa yang di katakan Bro pulsa, sebetulnya HS1 bukan HS4,,

    sekilas memang mirip..

    Thanks atas koreksinya Bro…:)

    (Jules)

  4. suharyanto says:

    judulnya salah kali om, mustinya bukan Apache 🙂

  5. Wahh,, belum pernah pake motor TVS,, pingin coba nih,,

  6. Mas Bro.. Pengguna TVS Neo juga yah.. Ane mau share pengalaman ane kemaren pake Castrol Power 1, mesin lumayan awet, tarikan juga lumayan enteng.. tapi pas ganti ke merek lain yang kebetulan dapet secara gratis, kok mesin jadi rada-rada gak enak yah..?

    Apa pengaruh ganti merk oli atau apa yah..? boleh minta bengkel rekomendasinya dong mas Bro,. thanks.. 🙂

  7. duo glide says:

    mantap tenan, kalo ada musiknya kayak TVS Rockz mungkin lebih keren lagi.

  8. Aank wijaya says:

    motornya…,,,bolehlah!!!
    tapi kalo aku gpp kan…???
    dari pengelihatanku motornya sama,hekm yang dipake sama,truss rutenya cuma bolak balik komplek…ya kan????
    hehehehe…!!!!

    • “Foto session” bolak-balik memang dibuat didepan rumah dalam komplek sekedar menggambarkan motor dalam riding. Males banget mau motret ke jalan raya, apalagi pake acara bolak-balik.. hehehe.. 🙂

      Sedangkan “sesi pengetesan” dilakukan oleh bebrapa orang yang berbeda. Waktu itu motor TVS-nya nginap dirumah selama seminggu, dan orang yg ngetest tadi punya rute sendiri2.. hanya saja waktu mereka lagi riding ngga ada fotonya.

Leave a Reply