Ternyata Motor TVS Apache Terlihat Manis Pake Box

17 Agustus 2010. Dirgahayu Republik Indonesia! Kebetulan artikel ini ditulis saat kita merayakan ultang tahun kemerdekaan ke-65. Suasana di sekitar rumah sepi, tak ada kegiatan dan hiruk pikuk perayaan 17 Agustus-an mengingat peringatan tahun ini bersamaan dengan bulan suci ramadhan. SL.com coba mengisi waktu dan menulis artikel ini.

Masih ada beberapa foto hasil jepretan SL.com disaat ikut acara “TVS Neo X3i Extra Pulling Power” hari Sabtu 7 Agustus 2010 lalu, salah satunya memotret rombongan teman-teman TMC TVS Motor Community yang ikut ngawal motor TVS Neo X3i menarik mobil. Salah satu hal yang ikut terpantau ketika melihat dua unit motor TVS Apache milik anggota TMC tersebut menggunakan box GIVI E33. Ada rasa penasaran karena selama di Jakarta, SL.com tak pernah melihat bikers TVS Apache pakai box, dan baru kali ini dilihat oleh SL.com di Surabaya.

Jujur kata, penggunaan box bagi SL.com adalah penting, baik untuk pemakaian sehari-hari ataupun untuk acara touring. Karena SL.com penah riding TVS Apache saat Touring ke Bandung, dan juga touring di Minahasa Utara dan Minahasa Selatan, pengalaman waktu itu ada sedikit kerepotan, karena tidak biasa naik motor tidak pakai box. Singkat kata, rada bingung mau taruh barang bawaan dimana. Pakai ransel dipunggung terasa lelah dan tak nyaman, pakai tali jaring terasa ribet. Akhirnya, perlengkapan box merupakan solusi, juga sebagai sarana yang tepat bagi bikers yang suka berpergian jauh.

Eric Raharjo (kiri) dengan TVS Apache pakai Box GIVI

Adapun salah satu motor TVS Apache yang pakai box di Surabaya itu, adalah Bro Eric Raharjo salah satu anggota TMC TVS Apache Community. Eric menjelaskan bahwa motornya sudah pernah ia pakai touring jauh di sekitar Jawa Timur dan Jawa Tengah, bahkan rencananya di bulan Oktober nanti, ia bersama teman satu komunitasnya akan touring menuju Bali dan Denpasar.

Pengalamannya menggunakan box dirasakan sangat membantu, sesuai dengan fungsinya untuk menaruh barang agar aman, dan sang-rider pun tidak merasa capek. Berikut ini ada sedikit info soal penjelasan material yang dipakai oleh Bro Eric khususnya braket atau rangka yang terpasang pasang di motor TVS Apache-nya.

Eric menggunakan bahan utama material besi as baja 16mm, besi beton 10mm dan plat 5 mm. Teknik pengelasan dengan menggunakan Las MIG agar hasil las rapi dan kuat. Menurut Eric, rangka ini memang agak sedikit berat tapi pas di TVS Apache yang memiliki rangka/chassis yang kuat. Pilihan material memang harus kuat, tapi bila ingin yang lebih ringan bisa juga menggunakan pipa dengan ketebalan 1,5 mm.  Soal kekuatan dijamin kuat dan aman, apalagi saat melewati jalan bergeronjal, karena material dan konstruksinya, serta rangka bawaan TVS Apache yang kuat.

Gimana nih kalo ada yang pesan? Mohon ijin dulu ama Eric apakah nomor telepon-nya boleh dimuat di blog ini. Atau Bro Eric sendiri aja yang nulis di kolom komentar. Soal harga silahkan japri ama Bro Eric ya..

 

6 thoughts on “Ternyata Motor TVS Apache Terlihat Manis Pake Box

  1. Eric Rahardjo says:

    Kalo butuh info lbh lanjut, atau mau pesan rangkanya bisa kontak via email saya di ang.eric.rahardjo@gmail.com atau di 081330172333.

    Yang mau bikin sendiri silahkan, dengan senang hati memberikan panduan. Yang mau pesan juga ok.

    • Terima kasih bro.. sudah kasih info no telp/email buat dikontak oleh para pembaca blog ini (kali aja ada yg serius mau pesan/bikin braket box TVS Apache).

  2. Bro SL dan Bro Eric..
    Kira-kira dimungkinkan ngga kalo braketnya dirancang dan dibuat tanpa perlu melepas behel asli motor tersebut.. Mohon balasannya dan terima kasih..

    • eric rahardjo says:

      salam bro Joko, kalo dibuat braket yang masih mempertahankan behel aslinya bisa juga, caranya memang agak ribet dikit. Tetap menggunakan material yang sama, bedanya pada penempatan penahan beban, dan tebal plat yang digunakan untuk mounting ke dudukan behel ori (bisa pake plat baja 4mm) dan braket dibuat lebih lebar dari behel orinya. Penahan beban bisa dibuat memanjang sampai tempat baut knalpot atau behel footstep belakang, atau dibaut di dudukan shock belakang. Menurut saya kurang bagus sih kalo ori ama braket dipasang bersamaan. Tapi…. monggo kalo mau diaplikasikan.

  3. eric rahardjo says:

    Salam bro Joko.
    Kalo braket box dipasang bersama dengan behel ori, memang bisa saja, hanya saja konstruksinya berbeda, penahan bebannya dipasang pada behel footstep belakang atu dudukan shock belakang. Agak ribet sih….. Kl diliat modelnya menurut saya kok kurang bagus nantinya. Monggo dicoba………..

  4. cuman ya itu bro, jaringan servicenya, kartu service ditolak sama rekanan bengkelnya sendiri, lha trus mau service resmi dimana ? dibekasi dealernya tutup

Leave a Reply