Mengenal Sosok Biker HTML 719

Jakarta, 30 Juni 2010. Selama dua hari belakangan ini tiba-tiba hampir semua milis komunitas dan klub otomotif khususnya roda dua lagi ramai membicarakan sosok motor Honda Tiger dengan nomor anggota HTML 719 (HTML Komunitas Honda Tiger Mailing List). Siapa sih yang punya? Siapa sih nama bikersnya? Memang ada apa?

Setelah SL.com menghubungi yang punya motor HTML 719 yaitu bernama Bro Yunan, atau “BeWe”, atau “Mbah Dukun” (nama akun Bro Yunan di facebook), akhirnya SL.com bisa juga menghampiri sosok yang bersangkutan di tempat tongkrongan-nya di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan (Rabu, 30/6/10 pukul 14.30 WIB).

Pada prinsipnya Bro Yunan bersedia diajak ngobrol untuk memberikan keterangan singkat mengenai apa yang telah terjadi lokasi acara Test-Ride Honda PCX 125 yang diadakan PT Astra Honda Motor (PT AHM) dengan tamu blogger KoBOI (Komunitas Blogger Otomotif Indonesia). Acara tersebut berlangsung di Bondies Cafe & Lounge, Jl. Ampera Raya, Jakarta (Sabtu 26 Juni 2010). Sebagai referensi lihat beberapa artikel sebelumnya di halaman blog ini.

Bikers Nyeleneh

Sebelum masuk dalam obrolan, Bro Yunan menyambut SL.com penuh senyuman di halaman parkir. Ia menampilkan sosok bikers bergaya santai dan cuek, itulah yang terlihat oleh SL.com ketika menjumpainya yang juga dikenal sebagai sosok yang rada-rada “nyeleneh”.  Ia dikenal akrab oleh sejumlah klub motor di Tanah Air, hingga kalangan bikers Malaysia.

“Yuk bro.. masuk duduk sambil ngopi di warung. Tapi kalau mau motret dulu silahkan. Ini loh.. motor gue Honda Tiger HTML 719 yang selalu bayar pajak tiap tahun, dan katanya ini lagi rame dibicarakan ama orang-orang di dunia maya, apalagi gara-gara ada suara aneh dari alat TOA ini (red=sambil nunjuk speaker TOA),” ujar bro Yunan dengan santai sambil senyum-senyum.

SL.com memotret beberapa sudut motor Honda Tiger HTML 719 ini dan atas  se-ijin dan se-pengetahuan Bro Yunan, akhirnya foto-foto tentang motornya dan juga foto tentang dirinya diperbolehkan untuk dipublikasikan di halaman blog SL.com ini.

“Kalau ada orang atau teman yang mau nyebarin foto-foto ini (red=copas) harap gue dikasih tau dulu ya, maksudnya tanya dulu sama yang punya motor, tuh foto hanya boleh nongol di blognya Om SL aja, tolong ya bro. Bilangin deh ama teman-teman yang lain, soalnya gue gak selalu mantau dunia maya, apalagi dunia blogger,” ujar pria ramah 39 tahun ini.

Bagi SL.com, rasanya lebih suka menyebut nama “BeWe” ketimbang Bro Yunan, karena nama ini jauh lebih akrab buat bikers HTML Wilayah Jakarta Selatan, apalagi yang bersangkutan dikenal sebagai dedengkot-nya ‘D’Banditos” yaitu kumpulan bikers HTML yang doyan touring jauh, atau sebutan buat bandit-bandit touring.

Usai memotret beberapa bagian motornya, terlihat di box motornya sarat dengan stiker-stiker klub dan komunitas motor se-Tanah Air yang menunjukkan bahwa sosok bikers Bro Yunan ini memang sudah sangat akrab di-mana-mana. Bisa dibilang ia sudah keliling seluruh daratan Indonesia. Siapa sih yang nggak kenal ama Bro Yunan?

Mungkin ini hanya sebagai perkenalan buat mereka yang belum kenal. Karena siapa tau, tiba-tiba ia sudah nongol di acara kopdar klub atau komunitas motor roda dua tanpa diundang. Mangkanya dia sering dibilang “biker nyeleneh”. Nggak diundang saja mau datang dengan sendiri, apalagi kalau diundang, sudah pasti Bro Yunan datang dengan pasukan.

Tugas Group Pengawalan

Dalam  obrolan soal barang haram atau penggunaan alat “TOA” di motor Bro Yunan ini, dikatakan olehnya bahwa ia seorang bikers yang memang sering diminta kesana-kesini memimpin “group pengawalan” dan keperluannya tergantung pesanan. Yang minta  bisa dari anak-anak klub, sampai perusahaan, juga masyarakat RT RW atau kelurahan.

Ketika ditanya lebih dalam tentang jenis event apa saja yang perlu pakai “TOA”, dijelaskan oleh Bro Yunan yang lebih banyak adalah untuk mereka yang mau nikah, atau siapa saja yang butuh pengawalan, kemudian buat mereka yang berduka (kematian) untuk mengantar jenazah ke makam, dan juga buat mereka yang perlu bantuan darurat (emergency).

Ia pun menjelaskan soal bunyi dari alat TOA-nya, bahwa bunyian “ngiung-ngiung” yang layaknya kita dengan dari mobil ambulans atau pemadam kebakaran, hal itu sama sekali tidak ia miliki, bahkan memang tidak ada di motornya.

“Serius bro.. tuh tombol yang ada di stang juga susah mau dipencet. Motor ini tidak pernah pakai bunyian “ngiung-ngiung” tapi yang ada cuma bunyi “tot-tot” pendek atau “tot-tot panjang”. Jadi, salah kaprah kalo ada orang yang bilang alat ini sebagai sirene. Modelnya aja sama seperti sirene, tapi bunyinya cuma tot-tot doang,” jelas Yunan yang suka pakai jaket jins lapuk.

Paham Soal Peraturan

Ketika ditanya perihal UULAJ atau larangan sirene, bahwa Bro Yunan  sudah sangat paham banget soal peraturan. Menurutnya gak usah dibahas lagi, karena ia “masyarakat biasa” yang harus taat sama peraturan. Demikian pula dalam organisasi HTML, dimana iapun sudah tahu benar, bahwa alat sirene dan sejenisnya adalah haram bagi HTML.

“Tolong dicatat bro.. motor gue cuma pakai alat TOA, bukan klakson biasa, dengan bunyian tot-tot. Lagian ini bukan untuk aktivitas HTML, sekali lagi ini bukan untuk acara HTML. Alat ini gue pake hanya untuk keperluan pribadi, khususnya untuk pekerjaan gue dalam tugas pengawalan. Karena diluar HTML sana, masih banyak orang yang butuh pengawalan. Gue memang bukan polisi.. tapi gue hanya seorang biker yang berjiwa solidaritas untuk membantu masyarakat,” tegas bro Yunan sambil minta kepada SL.com untuk mencatat peryataan ini.

Solidaritas Sesama Manusia

Ya.. ketika bicara soal soladaritas, akhirnya SL.com mencatat perjalanan Bro Yunan dalam tugas pribadi yaitu pengawalan diluar kegiatan institusi HTML, antara lain disaat Dua Biker WTR asal Malaysia datang ke Jakarta, ternyata Bro Yunan yang menjemput mereka di Cilegon serta menemani tamu Malaysia selama di Jakarta.

Setelah itu, Bro Yunan pula yang melepas tamu tersebut dimana mereka akan melanjutkan perjalanan ke Jogyakarta. Tentu saja tugas penjemputan dan pengawalan dilakukan oleh Bro Yunan atas dasar solidaritas, bukan atas nama organisasi HTML.

Sosok Bro Yunan ini juga pernah ditemui oleh SL.com di Manado dalam acara Pesta Bikers Manado U Mild. Ternyata saat itu bro Yunan lagi dapat tugas dari pihak EO U Mild U Bikers untuk mengumpulkan sebanyak mungkin seluruh anak-anak bikers, anak klub dan komunitas di wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo hingga Palu, Sulawesi Tengah.

Selama di Manado, Bro Yunan selama seminggu sudah wara-wari mengumpulkan bikers Sulut/Gorontalo untuk bikin sukses acaranya U Mild Bikers. Singkat kata acara tersebut akhirnya sukses dengan meriah!. Hal ini tidak lepas dari jiwa solidaritas Bro Yunan dikalangan bikers se-Tanah Air. Salute kerja tanpa pamrih!

Test Ride Honda PCX 125

Terkait dengan acara pengawalan Test-Ride Honda PCX 125, dijelaskan oleh Bro Yunan bahwa hal itu adalah tanggung jawab Bro Yunan sebagai pimpinan “pengawalan”. Tugas ini ia jalankan bukan semata-mata karena bayaran, tapi karena itikad dan semangat yang dilakukan olehnya secara iklas, serta bersedia membantu siapa saja, termasuk PT AHM yang mengundang AHJ pada saat itu.

“Gue sih sudah senang-senang aja bisa diajak liat motor Honda PCX 125, disana juga sudah dapat makan, juga dapat merchandise dengan jatah yang sama buat para tamu AHM saat itu,” papar Bro Yunan yang juga diiyakan oleh beberapa temannnya yang lagi duduk diwarung yang disebut-sebut sebagai markas PARIS (pasar inpres).

Ia jelaskan bahwa acara itu (red=pengawalan Test Ride Honda PCX 125) bukan bagian dari kegiatan HTML, karena ia dan ke-5 orang temannya yang lain memang tidak pakai atribut HTML, kecuali stiker resmi HTML dan nomor anggota HTML yang memang selalu nempel dimanapun motor itu berada.

“Tolong jangan salah prasangka, bahwa kehadiran gue dan teman-teman pada saat itu adalah atas nama AHJ (Asosiasi Honda Jakarta), dan gue yang menjadi koordinator di lapangan. Soal pengawalan Tes-Ride Honda PCX 125 sama sekali nggak ada urusannya dengan organisasi HTML,” imbuh bro Yunan yang punya rambut panjang tapi selalu diikat.

“Jadi kalau ada yang komplaint dan tidak suka dikawal dengan bunyi tot-tot harusnya dikasih tau kepada koordinator lapangan. Atau ngomong aja sama VJ-nya. Ini perlu sebagai masukan buat kita-kita, dan juga buat PT AHM. Nah, buktinya semua peserta (red=member KoBOI) pada ngikut juga dalam pengawalan, dan cuma satu orang yang melarikan diri entah kemana,” tandas Bro Yunan sambil meneguk kopi susu.

“Ini pun menjadi tugas dan beban gue sebagai penanggung jawab pengawalan. Masa sih ada peserta yang kabur dari barisan. Kalo dia beneran tidak balik lagi, itu sih namanya maling. Sudah dikasih pengawalan aja, masih ada yang kabur, apalagi nggak dikawal sama sekali. Halah!”  gerutu Bro Yunan sambil tertawa paham sikon tersebut.

Lagi-lagi bro Yunan menjelaskan bahwa kasus yang sedang berkembang jelas-jelas memang tidak ada sangkut pautnya dengan organisasi HTML baik ditingkat pusat maupun ditingkat wilayah.

“Tolong jangan bawa-bawa nama HTML di milis, gue ini cuma mau transparansi. Maksudnya jangan sampe salah alamat bawa-bawa nama HTML. Kan nggak enak sama pengurus dan anggota yang jumlahnya sudah ribuan,” imbuh Bro Yunan dengan suara rendah sambil senyum-senyum.

Pendapat SL.com

Untuk klarifikasi, dibawah ini adalah kronologi yang disusun oleh SL.com sesuai fakta yang ada dilapangan. Mohon dikoreksi jika ada yang salah, atau kurang berkenan.

By the way, terima kasih kepada PT AHM yang sudah memberikan kesempatan Test Ride Honda PCX 125 yang memang pas untuk dipakai dalam kota. Test-ride disini memang tidak perlu dilakukan ke sirkuit, karena Honda PCX 125 adalah jenis motor dalam kota, bukan motor balapan.

Kronologi Test Ride Honda PCX 125 Sabtu, 26/6/10

  1. Pendaftaran/registrasi seluruh member KoBOI (pukul 08.30 WIB).
  2. Sambutan selamat datang dari PT AHM (Nyoman Kesawa).
  3. Sekilas penjelasan fitur-fitur produk Honda PCX 125.
  4. Sekilas penjelasan teknik safety riding dan formasi barisan VJ/SW.
  5. Peserta kehalaman parkir. Tersedia 4 motor Honda PCX buat Test Ride.
  6. Kloter pertama dari teman2 blogger asal Bogor (10 menit). Bunyi suara tot-tot sudah terdengar dari motor VJ. Tidak ada bunyi ngiung-ngiung, dan saat itu juga tidak ada komplain yang masuk ke VJ soal bunyi tot-tot.
  7. Kloter ke-dua (20 menit). Masih terdengar suara tot-tot dari motor VJ dan semua peserta diam saja, masih ngikut dalam formasi barisan. Tidak ada keluhan masuk ke PT AHM soal bunyi tot-tot yang dipakai VJ/SW.
  8. Kloter ke-tiga (20 menit), sama seperti diatas. Saat finish belakangan diketahui ada satu peserta yang kabur atau melepaskan diri dari formasi barisan tanpa se-ijin VJ/SW.
  9. Kloter ke-empat (20 menit) dimana SL.com ada di dalam group ini. Terlihat RC (road captain) bertugas dalam batas-batas yang wajar. Tidak ada bukti mengenai blocking dijalan umum. Di lampu merah berhenti seperti biasa. Bunyi alat TOA hanya tot-tot dengan nada pendek (menurut SL hal ini masih wajar).
  10. Selesai sudah acara test-ride Honda PCX 125.
  11. Istirahat sejenak.
  12. Sambutan dari Julius Aslan, Marketing Director PT AHM dan penjelasan dari para eksekutif PT AHM lainnya tentang apa dan bagaimana Honda PCX 125.
  13. Tanya-jawab dimana blogger KoBOI Bro Henry Parasian memberikan masukan soal teknik konvoi yang tidak disukai blogger KoBOI. Karena itulah ia “harus” melepaskan diri dari barisan. Masukan ini dicatat oleh PT AHM sebagai bahan pembelajaran agar kedepannya tidak terulang lagi. Yang pasti, pesannya pasti sudah dicatat dan akan ditinjau ulang secara internal oleh PT AHM.
  14. Istirahat Makan Siang.
  15. Sesi presentasi Bedah Singkat Mesin Honda PCX 125.
  16. Acara selesai (pukul 15.00 WIB).

PHOTO GALLERY

Please follow and like us:

24 thoughts on “Mengenal Sosok Biker HTML 719

  1. pas test ride PCX setau saya yang pake motor mbah dukun itu bukan mbahnya sendiri. tapi kakak temen saya bro

    adeknya ngeh kalo dia (yang naik dan jadi RC di test ride PCX) itu kakaknya..

    • David Hutajulu says:

      Yoi..setuju banget nih sama bro Macan. Lha wong saat test riding mbah asyik berdiri n ngawasin lalu lintas di dekat lampu merah sambil ngerokok. Dan memang benar motornya mbah yg dipake sama si RC. Saya waktu itu jadi road officer juga, tugasnya jg sama kyk mbah.

      Tapi saya senang akhirnya masalah dapat diselesaikan dengan damai. Semoga ini menjadi pembelajaran bagi kita, bahwa dalam kita melakukan Group Riding maupun Solo Riding, toleransi sesama pengendara perlu diperhatikan. Gak ada yang diutamakan, ya, karena sama – sama bayar pajak.

      Salam Hormat,
      Penunggang kebo biru yang selalu berbox ria
      B 6462 PEX
      D’Banditos
      – 2551 –

  2. Smg smuany dselesaikan dgn kpala dingin dan kkeluargaan….

  3. keep brotherhood! akhirnya terang benderang setelah ada klarifikasi dari yang bersangkutan.

  4. jadi bunyi klakson itu saat keberangkatan saja kah? dengan kata lain petunjuk untuk mulai riding…? atau disaat2 tertentu kalo ada kendaraan lebih lambat saja ??
    mohon konfirmasi nya mas SL

    berarti beda dong dengan sirine, kalo namanya sirine pengiring akan dibunyikan berlanjut saat riding bukan….CMIIW

    jadi tanpa konfirmasi dan fakta yang kurang kuat bro benny nekat tulis artikel…untung blogger coba kalo bro benny sebuah media resmi bisa repot kan urusannya… 😀 😀 😀

    disaat blogger ingin menyamai pemberitaan media malah terjadi seperti ini….
    Karena nila setitik, rusak susu sebelanga…

    salam damai,
    agung

    • @apand.. suara dari TOA dengan bunyi tot-tot hanya sebagai sinyal atau tanda siap berangkat, dan di-saat riding hanya dibunyikan pada saat2 tertentu saja. Malah buat saya, maunya group test-ride lebih banyak melewati jalan macet, karena motor Honda PCX 125 tsbt untuk motor dalam kota. Jadi, nggak perlu minta buru2 atau minta didahulukan.

  5. kiki THERMAL says:

    kalau membaca tulisan bro beny memang sedikit menyudutkan orang / organisasi tertentu, btw semoga menjadi pelajaran yang berharga bagi semua

  6. Saya harap ini bisa menjadi pembelajaran untuk kita semua. Bahwa apa yang kita ucapkan, dan apa yang kita tuliskan dalam suatu media, harus sesuai dengan fakta yang ada dan jangan mengada-ada.

    Bila dalam suatu acara atau event, ada ketidakpuasan ataupun ada yang kurang berkenan, ya coba dibicarakan pada saat itu. Jangan malah menulis dalam suatu media yang pada akhirnya menimbulkan suatu polemik. Karena kita ini seorang Bikers yang tidak ada batasan dalam bergaul, jadi lebih baik dibicarakan dengan bijak.

    Semoga kedepannya tidak ada lagi seperti ini.

    Jabat erat, salam Bikers

    Agus Jati

  7. kesian si benny, blog nya dah gag ada…ye??? apa browser gw yang error,

    dari foto2 pertemuan lesu bgt …. hehehehe…..

  8. nih dia ulah si “pencuri” honda PCX 125..
    http://wp.me/pnFGq-GY

    @ Bro Yunan dan rekan-rekan pengawal, maaf ya bro. Hueheheh…
    namanya juga si bodats, sesekali iseng. Thanks atas senyum sumringahnya…

  9. baru tau tadi siang, ternyata udah rame banget,, dan udah hepy ending yah??

  10. huehehe … bro Yunan emang unik. Gw pertama kali ketemu muka sekitar 1 atau 2 tahun lalu, waktu beberapa braders HTML Jaksel mampir ke kopdar HTML Bogor .

    Pas mereka mau pulang, bro Yunan satu2nya yang riding cuma pake rompi, tanpa ada baju lain di dalamnya. Hampir jam 11 malem dan cuaca lumayan dingiiiinnn bro!!! hehehe. Sampe rumah kerokan gak, bro Yunan …? 😀

    Eniwei, soal artikel bro Benny, AFAIK berakhir win-win solution, dan semoga bisa jadi pembelajaran buat kita semua (khususnya buat gw pribadi yg masih perlu banyak belajar selaku blogger + biker amatiran).
    Salut buat semua yg hadir. Tapi apa bener blog-nya om Benny jadi ‘nyilem’? Moga2 cuma masalah teknis di WP 🙂

    Mengutip tulisan salah satu brader di HTML Bogor, “Yaa Blogger, Yaa Biker” … Dua2nya sama2 manusia yg kadang ada khilafnya.
    Jadi always keep d braderhud-lah ! 🙂

    * Bangga punya braders yang amat sangat luar biasa di HTLM & KoBOI (… plus MILYS & KYMCO juga dong … hehe)

  11. yang bingung dan belom baca silahkan buka link ini
    http://b4r0n1657.blogspot.com/2010/06/re-honda-tiger-share-test-ride-pcx_29.html

    piss yow..!!

  12. masukan buat bro benny mungkin lebih dihaluskan bahasanya. Soalnya dulu pernah baca artikel blog bro benny yang pas diundang yamaha untuk launching bebek, malah di post artikelnya, ngambeg.. kok ga byson yang dikeluarin..!! Bahasanya bisa nyinggung yang ngundang emang hehehehe….

    kalau menurut gw lain kali hormati ATPM yang mengundang KOBOI!!

    Sekedar saran ya bro benny. Nuhun.

  13. semoga bener2 menjadi pembelajaran buat smua ya…

    harapan saya tetap selalu jaga soladoritas, etika dan kekeluargaan..

  14. pelajaran dari kasus kemaren itu adalah akibat dari bloger yang baru belajar nulis.. dan belum memahami tata cara penulisan dan etika penulisan..

    harus banyak belajar lah para bloger.. salah satu contohnya tulisan bagus adalah punya bro SL.com .

  15. bos

    boleh copy hikmahnya….

    keliatan motornya kalau sering touring (silaturahmi )

  16. embuh sapa says:

    Bro benny mnurut gue sih hny mncoba melihat dari fikirannya sendiri..kalau hal trsebut memang di rasa mengganggu orang lain..itu saja..mestinya juga di lihat tulisan bro benny itu juga sebagai sebuah masukan yang baik,agar setiap halnya baik itu individu maupun kolektif seperti sebuah club motor bisa lebih mengkaji apa2 sj yg sepatutnya di lakukan dan tidak..

    Jika dalam sebuah kritikan dan masukan langsung di tanggapi secara emosional..yang muncul justru ketersinggungan dan rasa tak enak hati..tapi toh semua sudah selesai dan kita tinggal ambil hikmahnya saja….semoga semua pengguna roda dua,para blogger,anggota sesama club tetap kompak,rukun dan menjunjung tinggi nilai2 persaudaraan..

  17. tatonya ngeri

  18. SL.com ketemu Bro Yunan di Surabaya dalam acara U Mild U Bikers 2010 Seri Ke-3
    https://stephenlangitan.com/2010/08/pesta-akbar-bikers-surabaya-komplit/

  19. wah om stephen sekarang jadi citizen jurnalism yak…
    kangen ama om yunan…nih lama ndak ketemuu

  20. kayak motor sirkus

Leave a Reply to kiki THERMAL Cancel reply