Review Test Ride Honda PCX 125

Jakarta, 27 Juni 2010. Mudah-mudahan teman-teman sudah baca artikel Honda PCX 125 yang ditulis oleh SL.com, antara lain Sosok Honda PCX 125, dan Pasar Honda PCX 125 Buat Kelas Premium. Silahkan diklik jika belum baca artikel tersebut. Sedangkan artikel halaman ini hanya mengulas pengalaman SL.com saat test-ride di sekitar Kemang, Ampera, Arteri Cipete, dan TB Simatupang, Jakarta.

Ulasan test-ride Honda PCX 125 dari SL.com disini sangat terbatas, hal ini disebabkan karena waktu, tempat dan rute yang dilewati sangat terbatas. Waktunya pun hanya sekitar 15 menit, baik lokasi atau jarak yang ditempuh pun juga sangat pendek. So, harap maklum jika ulasan disini memang tak bisa menjawab dalam banyak hal.

Seperti layaknya kita naik motor skutik merek/jenis lain, dan kali ini Honda PCX 125 memiliki bodi yang lebih besar. Jenis stang motor ini seperti motor laki Honda Tiger, tapi riding-position tidak membungkuk. Memiliki rasa kenyamanan yang lumayan enak dalam handling motor ini, mudah dan santai. Dudukan kaki pun enak.

Honda PCX 125 (Sabtu 26/6/10)

Panel indikator seperti speedometer,  enak dilihat, walapupun terlihat sedikit lebih jauh, tapi tetap saja nyaman dan bisa untuk dilihat. Tidak ada masalah dengan penghilatan atau pandangan panel indikator yang memang dirancang secara ergonomis untuk mendapat kemudahan membaca saat berkendara. Speedometer masih pakai jarum (non-digital).

Ketika mesin mau dihidupkan dengan tombol starter elektrik, pengendara harus menarik tuas rem sebelah kiri (rem belakang), sambil ditarik, jempol kanan tekan tombol starter. Mesinpun hidup dengan halus. Di stang sebelah kanan ada panel apakah idling stop system apakah mau diaktifkan atau tidak. Jika mau aktif, pencet tombol on (hidup), jika tidak bisa dimatikan dengan tombol off (mati).

Honda PCX 125 (Sabtu 26/6/10)

Selanjutnya urusan berkendara yaitu handling kemudi mantap, baik dijalan lancar maupun di jalan macet. Selap-selip manuver motor Honda PCX 125 diantara kemacetan tidak ada masalah, yang pasti jangan bandingkan manuver-nya dengan Honda Beat dengan bodi lebih kecil. Yang wajar-wajar saja, karena rute yang dilewati masih mumpuni, maka rute bisa dilewati dengan mulus.

Akselerasi motor ini mantap. Jangan bandingkan dengan motor kopling yang bisa melompat di gigi satu dan gigi dua. Honda PCX 125 ini memiliki mesin otomatis, dan sudah tentu tarikannya sangat tergantung dari tarikan gas. makin ditarik maka akan semakin kencang. Hanya saja SL.com tidak punya alat ukur untuk melihat putaran mesin atau jarak tempuh dalam hitungan waktu. Test-ride motor ini lebih sekedar untuk merasakan sensasi-nya dan bukan masalah ujian atau comparison (perbandingan) dengan merek lain.

Karena idling stop system diaktifkan, maka ketika SL.com berhenti di traffic light, hanya dalam hitungan 3 detik sejak berhenti, mesin motor langsung mati (asalkan motor tersebut tidak bergerak-gerak maju/mundur). Untuk menghidupkannya, hanya tarik gas, dan mesin pun secara otomatis hidup kembali. Sangat nyaman dan enak dikendarai, karena dikukung dengan suspensi dan sistim pengereman yang bagus.

Bicara soal kecepatan, saat di-test oleh SL.com hanya mendapat trek lurus di Jl. Pangeran Antasi Cilandak dengan jarak pendek, dan pada saat itu hanya didapat kecepatan pada titik 80 km/jam, padahal gas motor masih bisa ditarik lebih dalam, tapi sayang demi keamanan, maka niat memacu motor ini terpaksa diurungkan.

Padahal angka speedometer, maximum dengan speed 160 km/jam. Bisa jadi motor ini bisa dipacu hingga 120 km/jam ataupun lebih kencang lagi, tapi ini sebaiknya dicoba di trek lintasan sirkuit. Jangan di jalan umum!

Pengetesan bawa boncenger tidak dijalan raya, namun hanya dilakukan di halaman parkir lokasi acara “Riding Experience With Honda PCX 125” yaitu di Bondies Cafe & Lounge. Beruntung saat itu SL.com bisa membonceng seorang model cantik dan terasa nyaman dalam bekendara. Jok motor yang besar, membuat rider maupun boncenger cukup leluasa. Dari segi suspensi motor ini sudah oke banget karena meredam getaran untuk keseimbangan berkendara di segala kondisi jalan.

In overall, SL.com tak bisa lagi mengatakan bagaimana bagus-nya tetanng motor baru Honda PCX 125 ini, karena harga jualnya  pun sudah mencapai angka Rp. 32 juta maka tak heran kalau motor ini harus memiliki banyak fitur-fitur yang lengkap, belum lagi teknologi mesin 125 cc dengan sistim injeksi PGM-FI (Programmed Fuel Injection).

Yang pasti Honda PCX 125 ini memilki kecanggihan V-Matic Technology, Liquid Cool, Idling Stop System, serta bodi dan desain motor yang manis, lampu modern, dan juga ban lebar dan sebagainya. Jangan lupa, ini motor CBU dari Thailand. Walah.. ada harga  ya tentu saja ada kuallitas.

Well.. akhir kata SL.com pun yakin bahwa kualitas produk yang dikeluarkan oleh PT Astra Honda Motor (AHM) rasanya sebanding dengan harga yang dibayar oleh konsumen. Ada yang minat? Pemesanan bisa segera menghubungi dealer Honda yang termasuk kategori “dealer besar” yang ada di kota-kota besar saja.

Tabel Spesikasi Honda PCX125.

PHOTO GALLERY

Please follow and like us:

6 thoughts on “Review Test Ride Honda PCX 125

  1. pake Pertamaxxx.. biar maknyusss..

  2. powerpuffgirlz says:

    Pastinya yang naik PCX bakal jadi pusat perhatian dan incaran…cuit..cuit…

  3. irvie_cix says:

    Modelnya emang elegan. Apalagi kl minumnya Shell Super keqnya maikn yahud tuw..

  4. Pastinya yang naik PCX bakal jadi pusat perhatian dan incaran…cuit..cuit…

  5. […] sebagai motor skutik Honda terbaru. Motor ini sudah pernah di jajal oleh SL.com dalam acara “Riding Experience Honda PCX 125” pada bulan Agustus 2010.  Waktu itu, dalam acara Q & A (Question and Answer) pihak PT […]

  6. mantabsssss… jadi mau beli ah satu….

Leave a Reply