Perlukah Anda Helm Motor Jenis Ring Double D?

9 Juni 2010. Saat para blogger KoBOI (Komunitas Blogger Otomotif Indonesia) berkunjung ke pabrik helm CARGLOSS milik PT Mega Karya Mandiri yang berada di daerah Citeureup, Jawa Barat pada hari Selasa, 8 Juni 2010, secara pribadi SL.com mendapat kesan positif tentang kehadiran pabrik ini. Selain itu blogger mendapatkan bukti nyata, dan wawasan baru tentang industri helm.

Pabrik ini punya merek dagang sendiri, yaitu “Cargloss Helmet” yang memag dijual untuk masyarakat umum dipasar retail, dan semata-mata bukan hanya untuk produksi helm Yamaha. Namun perlu diakui bahwa helm Cargloss belum terkenal, justru orang lebih kenal Cargloss sebagai merek cat berkualitas tinggi. Tapi sebenarnya, pabrik ini punya peluang besar untuk menggarap pasar helm, baik untuk kebutuhan pasar lokal (nasional), maupun pasar eksport.

Dalam sesi tanya-jawab ada satu point yang perlu dibahas, yaitu sudah perlukah helm motor dengan jenis “double ring D” diproduksi oleh pabrikan helm Cargloss? Sudahkah masyarakat Indonesia membutuhkan jenis helm ini dengan harga yang terjangkau?

Harry Suherman, President Director PT Mega Karya Mandiri

Sebelum kita bahas soal helm dengan ring double D (selanjutnya kita singkat dengan helm ring DD), sebenarnya ada informasi penting bahwa pabrik ini rupanya punya hubungan khusus dengan pabrikan helm terkenal asal Jepang, yaitu ARAI dan SHOEI. So, dalam penjelasan Harry Suherman, President Director PT Mega Karya Mandiri dengan gaya seorang biker moge, pakai sepatu boot, dompet dengan rantai, dengan santai mengatakan bahwa pabriknya punya konsep sama dengan helm ARAI. Sebelumnya ia sempat bercerita panjang soal jalinan hubungan dengan ARAI Jepang.

“Unsur safety menjadi prioritas produk kami, ini sama seperti dengan helm pembalap produsen terkenal. Oleh karena itu model dan desain helm Cargloss tidak banyak yang aneh-aneh. Bentuk dan modelnya standard, tapi kuliatas tinggi, aman, termasuk visor putih anti pecah. Soal mengikuti aturan SNI (red=standard nasional Indonesia) adalah syarat mutlak’, ujar Harry dengan santai.

“Kami punya kualitas produk semuanya bagus. Nanti dilihat sendiri di dalam pabrik dan kalian boleh mengambil foto,” tambah Harry yang akrab dengan para blogger KoBOI. Ia pun yang menjadi pemimpin tour-guide rombongan blogger ke pabrik dengan waktu keliling pabrik hampir tiga jam karena luas tanah areal pabrik ini cukup luas, lebih dari 80 ribu meter persegi. Hampir semua sudut pabrik dijelajah dan dijelaskan satu-persatu secara detail oleh Harry tanpa rasa capek. Sementara itu justru tamu blogger yang kecapek-an.

Sesi Tanya-Jawab

Sebelum bubar acara, rupanya masalah helm dengan tali pengikat helm ring DD menjadi hangat dalam diskusi dan point ini yang mengulur-ngulur waktu untuk pulang. Hal ini semula dikemukakan oleh blogger Adhi “Alon Rider” yang ingin memberikan saran agar helm penggunaan motor speed-race disarankan menggunakan helm dengan tali pengikat ring DD.

Harry Suherman & Jusri Pulubuhu dari JDDC: Keduanya concern soal helm berkualitas tinggi

Pentingnya soal helm dengan tali pengikat ring DD ini pun di jelaskan pula oleh Jusri Pulubuhu, founder JDDC yang punya komunitas biker moge. Serta SL.com pun ikut  mengiyakan soal pentingnya helm dengan tali pemgikat ring DD ini. Karena dirumah SL.com sendiri, kebetulan sudah ada dua unit helm dengan tali pengikat ring DD yang khusus buat helm anak dan juga sang-istri.

Nah sekarang, bagaimana dengan respon pembaca blog. Apa anda merasa perlu memiliki helm dengan tali pengikat ring DD tersebut. Pada prinsipnya pabrik helm Cargloss ini sanggup memproduksi helm dengan tali pengkat ring DD yang terbuat dari besi alumunium (tidak berkarat) hanya saja disini perlu riset dan informasi tambahan dari masyarakat luas, khususnya para pengguna sepeda motor.

Silahkan di-share dan semoga info ini berguna bagi pabrikan helm.

Member KoBOI bersama staff/direksi Cargloss Helmet (Selasa, 8/6/10)

Helm dengan tali pengikat ring DD (yang ini milik istri SL.com)

Helm dengan tali pengikat ring DD (yang ini milik putra SL.com)

Please follow and like us:

5 thoughts on “Perlukah Anda Helm Motor Jenis Ring Double D?

  1. Dani Ramadian says:

    Pertamax untuk CS1 mbah Edooo

  2. Kalo utk harian di Jkt yg jlnnya macet, pake model konvensional masih mumpuni koq.

  3. mumpuni sih iya … tp dari fakta yang ada justru penggunaannya di sepelekan, sudah berbunyi klik padahal pemakaian salah (longgar, tidak erat) , nah dengan sistem d ring ini pengguna bisa langsung meng-adjust kebutuhan daya ikat helm ke dagu, ini yang akan menjamin sistem d ring lebih baik dari sistem konvensional ..

    jelajah d ring silakan ane tulis juga disini :
    http://www.jddc-online.com/?p=759
    http://www.jddc-online.com/?p=741

  4. IMHO double D memang nyaman dan sangat safe, tapi bagi orang awam seperti saya harus belajar dulu bagaimana cara memakainya, dan untuk sebagian orang mungkin helm ini bisa sangat merepotkan, bagaimana nasibnya apabila saat membuka helm di jalan yang sejuk nan indah, ada heewan yang tidak kecil masuk ke dalam helm dan respon kita tertuju kepada bagaimana membuka helm secepat mungkin, dengan helm DD ini akan beda ceritanya.
    begitulah pengalaman saya om, just share ajah 😀

    • Mas Marlin, cara makainya gampang banget. Persis cara ngikat sabuk pramuka jaman dulu itu. Atau sabuk pendaki gunung. Prinsipnya 2-1, masuk dua lubang , keluar satu lubang. Ini hanya soal kebiasaan saja. Soal hewan yang masuk helm, asal visor terpasang dengan benar saya kira tak masalah. Kecuali helm fullface tanpa visor, atau helm open face yang bagian bawahnya tidak terlindungi. Silakan dijajal bro D-D Ring. Pasti ketagihan makai…halah :mrgreen:

Leave a Reply