Touring Wisata Minahasa Sulawesi Utara Part-2

25 Mei 2010. Sebagian orang mengatakan kegiatan touring motor sepertinya tidak ada kerjaan. Ngapain lagi harus naik motor, jika sekarang sudah ada kendaraan mobil pakai AC. Naik motor penuh resiko, gampang jatuh dan sering kena panas atau kena hujan. Demikian pendapat sebagian orang yang melihat kegiatan touring dari sudut pandang yang berbeda.

Masing-masing pendapat orang sah-sah saja. Suka atau tidak suka, bagi mereka yang hobi touring ke luar kota pasti punya sensasi  yang beda. Demikian pula hal yang dialami oleh penulis blog SL.com yang secara khusus datang ke Minahasa, dengan tujuan menggali, sekaligus memperkenalkan alam wisata Minahasa melalui kegiatan pemotretan sambil berkendara sepeda motor.

Halaman yang sedang anda baca ini, adalah artikel lanjutan dari artikel sebelumnya yang mana SL.com pada hari sebelumnya, Kamis 20 Mei 2010 sudah menyinggahi beberapa tempat atau kota di kawasan Minahasa Selatan (Minsel).

Rute yang dilewati SL.com lihat garis hitam (lawan arah jarum jam)

Sedangkan untuk halaman ini, SL.com secara khusus mengupas perjalanan touring bike bersama motor TVS Apache RTR 160 dengan rute ke arah Minahasa Utara (Minut), yang dimulai dari Tomohon, Rurukan, Tondano, Tandengan, Maumbi, Seretan, Tulap, Kapataran, Kamenti dan pantai Labuan Kora-Kora yang terletak di pesisir Timur pulau Sulawesi dengan view ke arah Laut Maluku.

Setelah dari Labuan Kora-Kora, perjalanan di lanjutkan lagi menuju ke arah utara, antara lain Mangkit, Waleo, Lilang, Lansot, Kema, Kauditan, Bitung, hingga Tandurusa. Seharusnya, dan menurut rencana awal, rute touring ini sampai ke kota Likupang dan Taman Suaka Margasatwa Gunung Tangkoko. Hanya saja, cuaca hujan menghambat perjalanan, dan akhirnya rute ke Likupang terpaksa dibatalkan.

Untuk perjalanan touring kali ini, teman-teman Apache Riders Club (ARC) Manado yang ikut menemani adalah Bro Didi ARC-09, bersama boncenger setia Grace. Kemudian ada Bro Kristian pengguna Apache TVS RTR 160 warna hitam. Kami menjalankan start keberangkatan dari pos TVS Tomohon di Matani II tepat pukul 07.30 WIT pada hari Jumat, 21 Mei 2010.

TOMOHON-RURUKAN-TONDANO

Perjalanan dari arah Pasar Tomohon menuju Rurukan sudah sangat dikenal luas, karena jalur ini adalah jalur menuju ke Gunung Mahawu (1311 M). Ada banyak wisatawan lokal dan turis asing yang mendaki Gunung Mahawu karena memiliki trek daki yang pendek, dan yang lebih penting bisa melihat dua laut yang beda, yaitu ke timur Laut Maluku, dan ke barat Laut Sulawesi.

Namun demikian, berkendara dengan sepeda motor sampai dikaki Gunung Mahawu rasanya sudah cukup, dimana kita bisa melihat dari kejauhan laut Sulawesi dan kota Tanawangko. Sedangkan ketika kami turun ke Rurukan, kami bisa melihat laut Maluku dan pemandangan kota Bitung dari kejauhan. Kata orang kalau dari Temboan, kita bisa melihat pemandangan yang lebih bagus lagi.

Jalan dari Rurukan yang turun ke Tondano, masih dalam perbaikan untuk pelebaran jalan. Namun demikian, ada banyak tempat yang mengalami penyempitan jalan, karena banyak semak belukar yang semakin merapat ketengah jalan. Sepertinya masyarakat Rurukan lebih suka lewat Tomohon ketimbang lewat Tondano, padahal Tondano adalah kota Kabupaten Minahasa.

Kondisi jalan antara Rurukan dan Tondao memang butuh perhatian khusus dari pemerintah agar segera merapikan dan memangkas semak belukar tersebut. Mudah-mudahan para calon Bupati/Gubernur yang lagi pasang baliho besar-besaran ikut pula memantau situasi ini.

Pukul 08.09 WIT ternyata kami sudah sampai di kota Tondano, sebagai kota administratif-nya Kabupaten Minahasa (Minahasa Induk).  Hanya saja rekan kami Bro Didi harus menambal ban depan karena mengalami kebocoran. Sementara kami menunggu Bro Didi,  maka SL.com pun jalan-jalan sendiri di sekitar alun-alun Kota Tondano, tepatnya didepan Kantor Bupati Minahasa.

Pada saat itu masih pagi sekitar pukul 08.15 sehingga terlihat situasi kota Tondano ini masih lengang. Toko-tokonya masih banyak yang tutup dan belum terlihat dengan jelas keramaian kota.

TONDANO-KORA2

Pukul 09.09 WIT kami sudah berada di kawasan Boulverard Tondano dengan view tanaman padi yang lagi menguning. Luas area persawahan yang besar ini sudah menjadi ciri khas wilayah Tondano. Tak lama kemudian kami bergerak menuju arah Eris, dengan tujuan ke arah Maumbi (naik ke bukit). Ini adalah jalur pilihan kami dengan tujuan ke pantai Labuan Kora-Kora.

Perjalanan naik bukit ini akhirnya terhenti sejenak setalah kami melihat spot pemandangan yang indah ke arah Danau Tondano. Sekitar pukul 09.38 masing-masing dari kami saling berfoto untuk mendapat foto kenangan Danau Tondano, karena setelah itu perjalanan kami lajutkan lagi turun dengan pemandangan kebon cengkeh.

Sudah menjadi kebiasaan bagi SL.com untuk selalu melihat SMS atau miss-call yang masuk di pesawat HP nomor 0811-980-xxx apalagi disaat lagi berhenti. Ternyata benar, sering ada  SMS dan miss-call yang memang perlu di call-back dari perjalanan touring wisata ini. Dalam foto ini terlihat SL.com sedang menelpon seorang rekan di Jakarta dari ketinggian di bukit Danau Tondano ini. Nyambung terus!

Jangkauan dan jaringan yang luas dari layanan Telkomsel benar-benar telah membantu komunikasi dan tugas penting yang bisa segera dituntaskan, walaupun keberadaan SL.com masih dalam perjalanan touring ke daerah-daerah yang masih jarang dijangkau oleh banyak orang. Kehadiran Telkomsel disini telah membantu SL.com dalam berkomunikasi untuk membangun negeri dengan inovasi teknologi seluler. Telkomsel memiliki jangkauan terluas dan kualitas terbaik.

Lagi, terlihat banyak sekali papan baliho pilkada bupati dan gubernur dengan beragam ukuran yang cukup meramaikan disetiap sudut jalan. Hanya saja di beberapa titik jalan ada kawasan yang rawan longsor, dan umumnya masih bisa dilewati oleh kendaraan roda empat. Buktinya, pada saat itu ada sebuah mobil Toyota Avanza yang bergerak sangat lincah dan saling berkejaran dengan rombongan kami yang menggunakan sepeda motor TVS Apache berkapasitas 160 cc.

Kondisi jalan yang kami lewati, rasanya memang perlu diperbaiki dengan cepat khususnya yang berada diantara Kapataran dan Kamenti. Disana jalan semakin sempit karena semak belukar yang masuk ke ruas jalan. Juga ditemukan jalan rusak yang sudah terguras oleh air, sehingga hal ini sangat mengganggu perjalanan kendaraan. Buat mobil harus extra hati-hati.

Beruntung bagi pengendara motor TVS Apache RTR 160 yang dikendarai oleh rombongan kami, karena motor ini memiliki suspensi yang lembut. Kami pun tidak merasakan cape’ sehingga akhirnya sudah tiba dibibir pantai Labuhan Kora-Kora sekitar pukul 10.25 WIT.

KORA2 – KAUDITAN

Udara cerah, dan panas di kawasan pantai Labuah Kora-Kora sangat membantu untuk sesi pemotretan. Sosok diri SL.com dengan senang hati difoto berulang-ulang di bibir pantai yang menghadap ke Laut Maluku. Apalagi warna motor TVS Apache RTR 160 berwarna kuning, sungguh menyilaukan. Luar biasa! Pemandangan alam dengan situasi yang sangat sepi, alias tidak ada pengunjung membuat kami bebas sesuka hati berada di pantai Kora-Kora ini. Ketika melihat ke arah laut, airnya jernih, bersih, dan pantai masih bersih dan terjaga dengan baik.

Penulis Blog SL.com diatas motor TVS Apache RTR 160 di Pantai Kora2 Minahasa Sulut

Tepat pukul 10.39 WIT kami tinggalkan pantai Labuan Kora-Kora untuk melanjutkan perjalanan touring bike ini ke arah utara, dengan tujuan Kema, Kauditan dan Kota Bitung.

Sebagai catatan, bahwa rute pesisir pantai timur Sulut ini sudah bisa tembus sampai ke Hais, Belang, hingga Ratatotok yang dulu punya cerita karena kasus pencemaran laut di Teluk Buyat. Mungkin untuk perjalanan wisata touring berikutnya, rute ke arah selatan ini bisa dijajal dan dibuktikan oleh SL.com.

Eniwei, perjalanan touring menyisir pantai timur ini sungguh sangat nikmat. Kami bertiga memainkan kecepatan motor TVS Apache RTR 160 dengan sepuasnya. Kami bisa merasakan sensasi  naikm motor di jalan lurus panjang, serta jalan menikung, sambil melihat pemandangan lautan dan perbukitan, dan masih banyak lagi pengalaman yang sulit untuk diceritakan disini.

Boleh dibilang jalur ini masih sepi penduduk, sepi kendaraan bermotor, namun perlu ekstra waspada karena sekali kita mendapat gangguan mesin, maka akan sulit mencari bengkel. Jangan harap untuk mencari warung makan atau warung minum, sama sekali SL.com tidak melihat warung dipinggir jalan, kecuali disaat sudah berada di sebuah desa.

Posisi SL.com lebih banyak berada dibelakang karena lebih suka memainkan kamera memotret kedua rekan bikers ARC yang ada didepan, serta memotret alam Minahasa yang begitu indah sambil berkendara motor. Ada banyak shoot kamera yang dilakukan oleh SL.com karena sayang untuk dilewati begitu saja. Rasanya hampir semua sudut pemandangan yang dilihat indah semua.

Kami pun berhenti di sebuah tikungan tajam secara mendadak, karena kami melihat ada sebuah pemandangan yang mempesona untuk diabadikan. Rasa bahagia ini langsung saja di teruskan kepada seorang kerabat di Jakarta melalui telepon selular. Beruntung SL.com pakai operator Telkomsel, hal ini memberikan kemudahan dalam berkomunikasi. Sinyalnya gak putus-putus.

Tak terasa, akhirnya kami sudah masuk diwilayah Kecamatan Kema, Minahasa Utara sekitar pukul 11.25 WIT. Tak ayal lagi, SL.com mengajak kedua rekan bikers untuk merapat dan mencari tempat makan siang.

Tepat pukul 11.49 WIT kami sudah tiba di pertigaan Kauditan antara Air Madidi dan Bitung. Kami sepakat untuk makan siang bersama di sebuah warung nasi lalapan.  Waktunya untuk makan siang dan istirahat lebih kurang 45 menit. Tapi saat itu turun hujan gerimis yang sudah mulai membasahi Kauditan. Turunnya hujan di wilayan ini sudah menandakan bakal ada hujan keras disekitar Minahasa Utara.

Menjelang keberangkatan kami menuju Bitung, seorang rekan dari rombongan kami, yaitu Bro Kristian mohon pamit untuk berpisah dan ia langsug pulang ke arah Manado, dengan alasan ia lagi kurang sehat.

KAUDITAN-BITUNG

Pukul 12.45 kami tinggalkan Kauditan untuk selanjutnya kami bergerak ke arah Kota Bitung yang memang jaraknya sudah dekat. dari Kauditan. Namun, saat itu hujan terasa semakin keras, dan kejadian ini memaksa SL.com untuk segera menyelamatkan kamera dari air hujan. Kami pun berhenti di sebuah ruko untuk mengenakan jaket hujan dan menyimpan kamera kedalam tas ransel.

Pukul 13.26 kami sudah tiba di Pelabuhan Peti Kemas Bitung. Tidak ada yang menarik di Kota Bitung ini karena Bitung adalah kota pelabuhan. Kami pun terus mengambil rute ke arah Taman Marga Satwa Tandurusa sebagai titik akhir perjalanan di kawasan Bitung.  Kami berusaha untuk tembus ke Likupang, hanya saja rutenya harus lewat Terminal Bus Bitung, dan menurut info dari orang-orang yang kami tanyai, jalan kesana rusak, sebaiknya lewat Airmadidi saja.

Mendengar info ini, membuat SL.com mengurungkan niat untuk melakukan perjalanan ke Likupang, apalagi pada saat itu cuaca hujan cukup keras dan ini benar-benar sangat tidak nyaman atau tidak mendukung perjalanan kami selanjutnya. Akhirnya SL.com dan bersama rekan Bro Didi dan Grace lebih banyak duduk beristirahat di pondokan Taman Marga Satwa Tandurusa.

BITUNG-TOMOHON

Sekitar pukul 15.30 WIT dengan cuaca hujan keras, kami tingglkan Taman Marga Satwa Tandurusa ini. Saat itu kami harus balik melintasi kota Bitung hingga ke Kauditan dan Airmadidi, sebagai kota administratif-nya Minahasa Utara, dan hujan keras masih saja mengguyur kami. Alhasil SL.com total basah kuyup. Ketika kami sudah sampai di pertigaan ring-road Manado, kami pun harus berpisah. Pada saat itu SL.com memilih jalur melintasi ring-road untuk terus pulang ke Tomohon solo-riding.

Perjalanan pulang solo-riding ke Tomohon sungguh sangat menantang. Hujan masih saja terus membasahi jalan yang mana trek jalan lebih banyak tanjakan. Namun motor TVS Apache RTR 160 ini semakin lincah dan gesit menyalip setiap kendaraan yang ada. Hanya harus diakui, ban motor ini masih standard, dan SL.com harus extra hati-hati disaat menikung tajam, kalau tidak bisa selip dan tergelincir jatuh.

Menutup artikel ini, SL.com akhirnya tiba dengan selamat dirumah tepatnya di Walian Tomohon pada pukul 17.30 WIT dengan kondisi sehat walaupun baju dan celana sudah basah kuyup. Artikel ini sekaligus mengakhiri perjalanan touring wisata Minahasa pada bulan Mei tahun 2010.

Harapannya, semoga saja dilain waktu SL.com diberi kesempatan untuk menjelajah kawasan wisata lainnya, baik yang ada di Sulawesi Utara, maupun didaerah lainnya. Perjalanan touring dengan motor benar-benar sungguh nikmat, dimana kita bisa merasakan langsung alam dan lingkungan sebagai karya dan ciptaan Yang Maha Kuasa. Lebih lengkap, silahkan melihat photo gallery-nya.

Ucapan terima kasih ditujukan kepada:

  1. Tuhan Allah Yang Maha Pengasih yang sudah memberikan jalan dan keselamatan selama perjalanan touring wisata di Minahasa.
  2. PT TVS Motor Company Indonesia yang sudah memberikan lampu hijau atas peminjaman motor TVS Apache RTR 160.
  3. CV Pelita Motor, selaku Regional Dealer TVS Motor wilayah Manado, Bitung, Minahasa dan Gorontalo yang sudah memberikan pinjaman motor TVS Apache RTR 160 warna kuning (tahun produksi 2008).
  4. Apache Riders Club (ARC) Manado Sulawesi Utara yang sudah menemani perjalanan Sl.com touring wisata Minahasa selama dua hari.
  5. Istri dan anak dari Keluarga SL.com yang sudah merestui perjalanan touring wisata Minahasa ini.

PHOTO GALLERY

Please follow and like us:

10 thoughts on “Touring Wisata Minahasa Sulawesi Utara Part-2

  1. Alden Ratela says:

    yahh om stephen nda se kabar kwa, kita pe rumah dekat kebun binatang situ

  2. Alden Ratela says:

    :cd :cd :cd :cd

  3. Om Stephen, selama perjalanan turing sempet ngitung konsumsi BBM TVS gak ???

  4. Keren broer, alamnya indah banget ya…, kapan2 pengin jalan2 ke sana ah. Thanks for sharing.

  5. sabdho guparman says:

    iya om. . . .
    kan medanya sangat variatif dan jarak tempuh lumayan jauh , jadi penasaran ama konsumsi bbm si apache . ..

    keep brotherhood,

    salam,

    • Kapasitas maksimal tangki bahan bakar TVS Apache RTR 160 = 16 liter, tangki bahan bakar cadangan 2,5 liter, bahan bakar candangan yang dapat digunakan 1,7 liter (sumber http://www.tvs.co.id).

      Saat motor diambil di kantor TVS Manado, Rabu 19/5/10 telah diisi full tank Pertamax oleh pihak dealer. Pengisian ulang bensin Pertamax dilakukan oleh SL.com hari Sabtu 22/5/10 malam di SPBU Pertamina Tikala Manado, full-tank Pertamax. Nota bon tercatat pengisian 12.31 liter, pas di angka Rp.120,003 dan odomoter berada diangka 432.

      Kesimpulan:
      Konsumsi bensin 12.31 liter untuk jarak 432 km atau 1 liter per 35.09 km.

  6. mantaps bro stephen……

  7. Bro Stephen memang ganteng habis naik Apache kuning 😀

  8. […] Jakarta, 29 Agustus 2010. Rasanya tak bosan melihat keindahan alam, apalagi kalau keindahan itu berada di kampung sendiri. Hal ini dirasakan oleh SL.com ketika sedang di Minahasa bulan Mei 2010 yang lalu, dan juga menyempatkan waktu menjalani touring dengan TVS Apache RTR 160 di jalur Minahasa Selatan dan Minahasa Utara. […]

Leave a Reply