Touring Wisata Minahasa Sulawesi Utara Part-1

25 Mei 2010. Pertama-tama ucapan puji syukur yang setinggi-tingginya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, dimana pada akhirnya penulis blog SL.com dapat menyelesaikan rangkaian perjalanan touring bike dengan waktu yang sangat singkat di kawasan Minahasa, Sulawesi Utara. Perjalanan kal ini hanya dua hari, yaitu Kamis dan Jumat, 20-21 Mei 2010.

Artikel touring ini adalah kelanjutan dari artikel sebelumnya tentang Kota Tomohon dan sekitarnya. Artikel yang pernah ditulis bulan Juli 2008 tersebut, ternyata mendapat respon yang sangat positif dari para pembaca blog ini.

Berawal dari cerita Kota Tomohon tersebut, maka SL.com kembali hadir ke Minahasa untuk menggali potensi alam dan wisata Minahasa, walaupun sejujurnya belum seluruhnya bisa digarap. Artikel dan foto yang ada di halaman blog ini rasanya memang sangat cocok buat mereka penyuka touring bike, dan juga buat mereka yang suka jalan-jalan ke luar kota.

TVS Apache RTR 160 Single Disc

SL.com dapat pinjaman motor TVS Apache RTR 160 atas kerjasama antara PT TVS Motor Company Indonesia dengan Regional Dealer TVS Manado, CV Pelita Union Motor. Harus diakui motor TVS Apache RTR 160 ini adalah salah satu motor yang pas untuk menjelajah lintas nusantara. Buktinya, motor ini dipakai Apache Rides Club (ARC) Manado, touring jauh ke Bandung.

Sekedar saran, bagi mereka yang belum pernah mencoba menunggang motor TVS Apache RTR 160 ini, silahkan mampir ke dealer TVS terdekat untuk mencoba, karena disana anda bisa test-ride. Disediakan sebuah motor khusus untuk test-ride, seperti motor yang dipakai oleh SL.com. Khusus mengenai performance atau kehebatan akselerasi motor TVS Apache RTR 160 ini, silahkan meluncur ke halaman ini.

ARTIKEL TOURING MINAHASA

Cerita perjalanan SL.com ke Minahasa kali ini terbagi atas dua bagian. Untuk bagian pertama, dimana anda sedang membaca halaman ini berada di sekitar Kotamadya Tomohon, Kabubaten Minahasa (Minahasa Induk), dan Minahasa Selatan (Minsel). Sedangkan perjalanan touring pada hari kedua, SL.com menjelajah sekitar Kabubaten Minahasa, Minahasa Utara (Minut) dan Kotamadya Bitung.

Urutan perjalanan hari pertama Kamis, 20 Mei 2010, antara lain meliputi Kota Tomohon khususnya sekitar Matani dan Walian, kemudian ke Danau Linow Lahendong. Setelah itu menuju Woloan, Lolah, Tanawangko. Setelah melewati Tanawangko, perjalanan dilanjutkan menuju Tumpaan dan Amurang (pantai barat dengan view ke laut Sulawesi).

Rute yang dilewati SL.com lihat garis hitam (lawan arah jarum jam)

Karena cuaca hujan, maka rencana awal perjalanan ke arah Tombatu dan Belang (pantai timur dengan view ke laut Maluku), maka dengan meyesal dibatalkan. Tim riders Apache RTR 160 yang terdiri dari tiga orang bikers, Bro Didi (ARC-09), Bro Hanrdy (Apache Hijau), dan SL.com diserang hujang dimulai dari Desa Senduk (terkenal dengan tikungan tajam curam), hingga sampai di jembatan patah Amurang.

REVIEW

Rumah Panggung ciri khas Rumah Minahasa

SL.com mengawali pemotretan dari rumah milik keluarga Langitan yang berada di Walian tepatnya di belakang Stadion Bola Tomohon. Untuk akses menuju kerumah ini, hanya bisa dilewati dengan motor atau berjalan kaki. Biasanya SL.com datang dari arah belakang Sekolah SMA Negeri 1 Tomohon (SMANTO) atau disebut dengan lorong ITM (Institut Teknologi Minahasa).

Beruntung cuaca pada hari itu sangat cerah, serta merta membuat pemandangan disekitar rumah dengan view Gunung Lokon pun ikutan cerah dan enak dipandang. Biasanya puncak gunung Lokon ini ditutupi awan, bahkan awan mendung ini seringkali membawa curah hujan keras tanpa basa-basi, dan asal tahu saja bahwa cuaca di Tomohon memang tidak bisa diprediksi.

Pos TVS Tomohon di Matani II

Karena cuaca yang cerah ini, maka SL.com tak habis-habisnya memotret, baik disekitar Walian, Matani II, dan juga di lorong sekitar rumah Yatim Piatu GMIM Nazareth, dam akhirnya pemotretan sampai ke persimpangan Matani II dimana kantor cabang dealer atau Pos TVS Tomohon berada. Lokasi pos TVS Tomohon ini hanya berjarak 400 meter dari rumah keluarga SL.com. Bahkan cuma 30 meter dari rumah Opa Tua Langitan (kakek).

Tepat pukul 09.00 WIT, Brod Didi ARC-09 bersama boncenger Grace, serta Bro Hardy sudah tiba di lokasi pos TVS Tomohon. Tak lama kemudian muncul Bro Diego Mukuan ARC-06 yang datang dari arah Tondano, sedang melewati Pos TVS Tomohon. Sebenarnya Bro Diego akan turun ke Manado, bergabung dengan Bro Hans Wenas ARC-01 yang akan touring ke Makasar dan Bandung. Pada kesempatan ini, SL.com sempat memotret sosok Bro Diego yang lagi menggunakan TVS Apache RTR 160 warna biru.

DANAU LINOW TOMOHON

View Danau Linow Lahendong, Kota Tomohon

Diawali dengan doa, rombongan kecil terdiri dari tiga bikers TVS Apache 160 RTR meninggalkan kota Tomohon menuju pos pertama, yaitu Danau Linow di kawasan panas bumi Lahendong. Hanya 15 menit kami sudah tiba dilokasi, dan jelas pemandangan di Danau Linow ini sangat indah. Apalagi motor TVS Apache yang kami pakai ada dua motor yang berwarna kuning dan satu warna hijau.

Dari referensi yang ada, Danau Linow memiliki luas 34 ha dan dikenal sangat unik karena mengandung kadar belerang tinggi dan memiliki warna yang selalu berubah. Bau belerang sangat terasa, dapat tercium begitu kita sampai di lokasi danau ini. Bahkan kita bisa melihat secara dekat sebuah semburan panas bumi dari pinggir jalan. Pesona dan keindahan Danau Linow ini mengingatkan alam Minahasa yang sangat potensial, padahal danau semacam ini sudah ada sejak jaman dulu.

WOLOAN

Zeth Poluan di Woloan II. Tomohon

Setelah berfoto, kami lanjutkan perjalanan ke arah Tanawangko, namun terlebih dulu mampir ke rumah Kel. Zeth Poluan-Siwih yang berada di Woloan 2. Menurut data, industri rumah kayu Minahasa, terpusat di desa Woloan, dan nama Woloan ini terkenal hampir diseluruh dunia. Foto-foto tentang industri rumah kayu Woloan sebenarnya sudah pernah diulas melalui artikel ini.

LOLAH

Perjalanan dilanjutkan lagi menuju desa Lolah untuk menjumpai keluarga yang tinggal disana. Kondisi jalan sejak antara desa Tara-Tara dan desa Rano Tongkor sedikit ada kerusakan. Pada beberapa ruas jalan masih dalam kondisi perbaikan untuk pelebaran jalan. Namun demikian, untuk sebuah motor TVS Apache RTR 160 tidak ada masalah, bahkan masih dibilang enak, karena motor ini memiliki supensi atau per yang benar-benar nyaman (empuk).

Rumah Kel. Gozal-Siwi, Lolah II, Kab. Minahasa

Begitu tiba di Lolah, sayang sekali sosok yang dicari Ferdy Gozal-Siwih tak berada di tempat, karena ia lagi di “kobong cingke” (red=kebon cengkeh). Karena perut lapar, maka kami makan dirumah ini, dimana Mie Cakalang telah disediakan oleh juru masak Neni. Sebenarnya, kami ditawarkan makan ikan bakar rica, namun karena waktu, maka ikan bakar rica diurungkan dulu.

TELKOMSEL

Dimana saja berkomunikasi

Keberadaan SL.com selama di Minahasa selalu melapor kepada keluarga, baik yang berada di Jakarta, maupun di Tomohon agar mereka ikut mengetahui perkembangan yang terjadi dalam perjalanan. Untuk masalah komunikasi, SL.com mempercayakan operator Telkomsel yang menurut iklannya “sinyalnya bagus dan ada dimana-mana” dan ini ternyata benar.

Terbukti seluruh perjalanan wisata touring bike ini berjalan dengan lancar, demikian pula komunikasi dengan keluarga, istri, dan anak yang berada di Jakarta nyambung terus. Kami bertiga, menggunakan operator Telkomsel, dan khusus untuk SL.com sendiri selalu menggunakan Kartu Halo dengan nomor HP 0811-980-xxx. Nomor ini sudah menjadi andalan dan selalu dibawa dalam rangka  touring bike hampir ke seluruh nusantara.

TANAWANGKO

Jemur cengkeh di Tanawangko, Kab. Minahasa

Akhirnya pukul 11.40 kami sudah memasuki Tanawangko, kawasan di bibir pantai timur pulau Sulawesi yang menghadap ke laut Sulawesi. Kota ini dikenal sebagai persimpangan “Trans Sulawesi” antara kota Manado, Tomohon dan Amurang.

Di Tanawangko terlihat dengan jelas hasil panen kebun cengkeh banyak yang lagi dijemur. Namun demikian, sebenarnya pemandangan soal jemur cengkeh ini sudah kami lihat sejak kami melewati desa Tara-Tara, desa Rano Tongkor, desa Lolah, dan juga desa Lemoh. Biji cengkeh inilah yang menjadi kekayaan alam dari kawasan Minahasa dan sekitarnya.

BALIHO PILKADA

Baliho pilkada tingkat kabubaten/kotamadya ada dimana-mana

Sepanjang jalan kami melihat ada banyak baliho Pilkada Gubernur dan juga Pilkada Bupati yang mewakilil dari seluruh Kotamadya, dan Kabupaten yang ada di wilayah Minahasa. Yang menarik adalah sosok dan wajah yang muncul di baliho, dengan ukuran baliho yang besar maupun kecil. Wajah mereka cukup mempesona, baik yang pria bisa dibilang masih muda dan ganteng, maupun wanita yang telihat masih muda, dan tentunya berparas cantik.

Itulah catatan tentang baliho dan pilkada yang terlihat di sepanjang jalan,  bahkan pada beberapa tempat terlihat sejumlah rombongan peserta pilkada sedang melakukan aksi konvoi, maupun kampanye disebuah tempat. Pesta demokrasi memang sedang berlangsung di Minahasa, dan kabarnya wilayah Minahasa tergolong aman dari berbagai macam keributan, apalagi kerusuhan. “Torang Samua Basudara” itulah kata yang menjadi pegangan bagi orang Minahasa.

JEMBATAN PATAH AMURANG

Jembatan patah ikon Kota Amurang Minsel

Kami bertiga diguyur hujan dalam perjalanan melintasi Tumpaan dan Amurang yang dikenal sebagai kota administratifnya Kabupaten Minahasa Selatan. Kami sempat berhenti di pos “jembatan patah” Amurang untuk berfoto sejenak.

Sayang sekali, karena cuaca hujan membuat kami harus bergerak lagi sampai kami mendapatkan pertigaan dan penunjuk arah antara Modonding dan Kotamubagu. Melihat petunjuk jalan ini, kami hanya bisa berhenti untuk berfoto, dan selanjutnya kami balik lagi ke kota Amurang dalam kondisi yang basah.

View Pelabuhan Amurang, Minahasa Selatan

Disekitar keramaian dekat Pelabuhan Amurang, kami berhenti makan siang mengingat waktu sudah menunjukkan pukul 13.20 WIT. Kami makan siang di sebuah restoran transit, karena kami melihat sebuah bus umum dari Kotamubagu sedang menurunkan penumpangnya untuk makan siang. Disini kami mengontak teman-teman bikers ARC dari Manado yang akan menuju ke Makasar, dipastikan mereka akan lewat kota Amurang.

Namun, sayang kota Manado juga dilanda hujan, dan keberangkatan Bro Hans dan rekan ARC lainnya yang akan ke Makasar tampaknya mengalami penundaan. Kami pun tak bisa menunggu lama, dan pukul 14.30 WIT kami sudah meninggalkan restoran, dan berlanjut ke bibir pantai Pelabuhan Amurang untuk berfoto ria. Untung saja, hujan sudah reda, hanya saja pakaian kami masih basah.

RS GMIM KALOORAN AMURANG

Rumah Sakit GMIM KALOORAN Amurang Minsel

Sebelum meninggalkan kota Amurang, kami mampir ke RS GMIM KALOORAN menjumpai saudara sepupu SL.com, Hana Rotikan  yang lagi kerja di rumah sakit tersebut. Saudara sepupu SL.com ini sempat kaget melihat kehadiran kami naik motor TVS Apache RTR 160. Sontak ia minta berfoto dengan kami. Kegembiraan pertemuan ini dikabari via HP sehingga keluarga di Jakarta ikut “merasakan” situasi pertemuan ini.

Sesuai dengan agenda dan rute untuk arah pulang ke Tomohon, SL.com punya rute sendiri ingin melewati Tumpaan, kemudian belok ke kanan ke Kawangkoan, dan selanjutnya ke Tomohon. Atas kesepakatan kami bertiga, hanya SL.com yang berbelok ke arah Kawangkoan, sedangkan kedua rekan bikers ARC Bro Didi dan Bro Hardy, kembali ke Manado melewati Tanawangko, Kalasey, dan terus ke Malalayang.

SOLO RIDING

Keindahan alam pantai Tumpaan menjelang sunset

Perjalanan seorang diri dari Tumpaan ke arah Kawangkoaan, membuat SL.com semakin bebas untuk berfoto. Di Tumpaan, SL.com mampir dulu ke pasar Tumpaan untuk mencari objek foto sekitar pantai Tumpaan menjelang sore.

Jika waktu memang memungkinkan, maka sebenarnya objek sunset (matahari terbenam) di Tumpaan sangat bagus, mengingat cuaca pada saat itu sangat cerah. Untuk mengisi waktu yang tersisa, maka SL.com memuaskan hati memotret kegiatan dipasar Tumpaan dengan ragam ikan yang sedang dijual.

Tepat pukul  16.00 WIT perjalanan touring Minahasa ini dilanjutkan lagi menuju Kawangkoan. Rute antara Tumpaan dan Kawangkoan sangat bagus, kondisi jalan sepi, tapi lebar dan bersih. Tidak ada kerusakan jalan yang menonjol. Beruntung ada sebuah mobil sedan Nissan yang meluncur dengan cepat ke arah Kawangkoan, dan ini menambah semangat SL.com untuk memacu motor TVS Apache RTR 160 lebih kencang lagi.

TVS Apache RTR 160 dihadang Kuda Tumpaan

Namun, pada beberapa tempat SL.com terpaksa harus berhenti untuk berfoto, dan sementara itu terlihat mobil sedan Nissan tadi melewati.  Setelah aktifitas jepret-jepret selesai, kembali SL.com memacu motor TVS Apache RTR 160 ini sepuas mungkin.

Situasi menjadi tambah semangat, ketika motor TVS Apache ini melihat se-ekor kuda yang lagi menantang dipinggir jalan, maka makin liar pula gerakan motor TVS Apache ini yang dipacu pada kondisi jalan hutan dan sedikit basah, serta melintasi bukit dan pegunungan Minahasa dengan udara yang lumayan dingin.

KAWANGKOAN

Rumah Kopi Gembira Kawangkoan, Kab.  Minahasa

Pukul 16.45 akhirnya SL.com sudah tiba di Kawangkoan. Lagi SL.com melihat tower antena Telkomsel dan segera pesawat HP disentuh untuk mengirimkan SMS kepada istri bahwa SL.com akan mampir dulu ke Rumah Kopi Gembira Kawangkoan.

Kabarnya Rumah Kopi Gembira ini sudah cukup terkenal bagi wisatawan lokal yang ingin menikmati Kopi Susu plus Biapong atau BakPau. Ketika duduk didalam rumah kopi tersebut, teringat sewaktu SL.com di masa kecil dulu, saat masih SD pernah dibawa jalan-jalan oleh orang tua ke tempat ini. It’s very long time ago!

Suasana kota Kawangkoan yang dikenal dengan wilayah penghasil kacang disaat sore hari terlihat sangat teduh dan damai. Terlihat ada sebuah tugu “kacang besar” sebagai patung selamat datang di kota Kawangkoan.

Namun demikian, terlihat pula ada cukup banyak iklan promosi dari Telkomsel yang memang lagi gencar mempromosikan “sinyalnya ada dimana-dimana”. Ya.. ini memang sangat membantu untuk komunikasi tanpa batas. Dimana saja dan kapan saja, nyambung terus.

Lagi pula, selama ini SL.com sama sekali tak mendapat suatu masalah dengan operator Telkomsel yang telah mengantarkan dunia SL.com semakin luas, dan makin tanpa batas. Artinya, kemana saja SL.com bergerak dan melangkah, rasanya dengan sangat mudah bisa dicari dan dihubungi. Wah.. gak bisa ngunpet!

RANOWANGKO

Jembatan tua Ranowangko, Kab. Minahasa

Tak berlama-lama di Kawangkoan, pukul 17.30 WIT, SL.com sudah meninggalkan Kawangkoan untuk melanjutkan perjalanan ke kota Tomohon. Baru saja dua menit meluncur, lagi SL.com berhenti sejenak untuk melihat pemandangan jembatan tua Ranowangko yang punya sejarah sejak jaman penjajahan Belanda dan Jepang. Disekitar jembatan tua Ranowangko, terlihat gua Jepang  sudah tidak terawat.

Tepat pukul 17.56 WIT, SL.com sudah sampai di Tomohon. Pulang kerumah dan bersiap untuk menjalankan wisata touring bike hari kedua menuju arah Minahasa Utara.

Just for your info, catatan waktu yang disebut diatas diperoleh dari setiap rekaman pemotretan yang selalu dilakukan oleh SL.com saat sebelum dan sesudah keberangkatan dari setiap kota atau desa yang sedang dilewati. Waktu yang sangat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

PHOTO GALLERY

Please follow and like us:

8 thoughts on “Touring Wisata Minahasa Sulawesi Utara Part-1

  1. warnanya keren ya bro…

    apalagi yang orange..

    catchy dan segar kalo di liat 😀 :thumbup: :thumbup:

  2. wuihh…manteb mas bro
    jadi pengen turing kesana nihh ^^

  3. Turing yg menyenangkan bro sekalian bertemu sanak saudara 🙂

  4. Rio Winto says:

    Mantab bro Stephen..sukses selalu..

  5. […] yang sedang anda baca ini, adalah artikel lanjutan dari artikel sebelumnya yang mana SL.com sudah menyinggahi beberapa tempat atau kota di kawasan Minahasa Selatan (Minsel). […]

  6. […] menjajal motor TVS Apache 160RTR (adiknya RTR 180), antara lain Touring Bandung Jabar, kemudian Touring Wisata Minahasa Selatan Sulut, dan juga Touring Wisata Minahasa Utara, Sulut. Secara umum, motor TVS Apache 160RTR sangat bagus, […]

  7. […] SL.com penah riding TVS Apache saat Touring ke Bandung, dan juga touring di Minahasa Utara dan Minahasa Selatan, pengalaman waktu itu ada sedikit kerepotan, karena tidak biasa naik motor tidak pakai box. Singkat […]

  8. […] 2010 yang lalu, dan juga menyempatkan waktu menjalani touring dengan TVS Apache RTR 160 di jalur Minahasa Selatan dan Minahasa […]

Leave a Reply