Siaran Pers RSA: UU Lalin Berpotensi Gagal

12 Mei 2010. Sebuah email dari RSA (Road Safety Association) masuk ke redaksi SL.com untuk disebarluaskan kepada masyarakat luas tentang perkembangan terkini dari implementasi atau penerapan dilapangan akan UULAJ No. 22/2009 yang baru saja dimulai 1 April 2010 lalu. Silahkan disimak siaran pers RSA tersebut.

Implementasi Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) berpotensi gagal. Kegagalan akan berbuah ketidaknyamanan lalu lintas jalan yang bahkan berdampak luas. Mulai dari kerugian finansial akibat pemborosan energi bahan bakar minyak (BBM) hingga kecelakaan lalu lintas jalan.

“Faktor penyebab kegagalan di antaranya adalah ketidakkonsistenan petugas keamanan di jalan untuk menegakkan aturan,” tutur Rio Octaviano, ketua Road Safety Association (RSA), di Jakarta, Selasa (11/5).

Ia mencontohkan, tidak konsistennya penegak hukum atas peraturan kewajiban menyalakan lampu utama oleh para pengendara sepeda motor atau larangan untuk tidak boleh menggunakan bahu jalan untuk mendahului.

Faktor lain adalah masih rendahnya kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas di jalan. “Masih banyak mentalitas mencari jalan pintas sehingga lihat saja ada yang menerbas lampu merah atau sepeda motor melintas di trotoar, hanya demi mengejar waktu,” tegas Rio.

Rendahnya disiplin pengguna jalan hampir menyerang seluruh moda transportasi. Mulai dari pengendara sepeda motor, mobil pribadi, hingga pengemudi angkutan umum. “Sudah demikian rumit, karena itu butuh ketegasan aparat penegak hukum untuk membuat lalu lintas menjadi nyaman, aman, dan selamat,” harap dia.

Ketidaknyamanan lalu lintas jalan sudah meminta ratusan ribu korban jiwa. ”Hingga saat ini, setidaknya sudah lebih dari 218 ribu korban jiwa dan ratusan ribu lainnya korban luka ringan dan luka berat,” tambah Edo Rusyanto, ketua Divisi Litbang RSA.

Ia menuturkan, dampak kecelakaan terhadap para keluarga korban juga amat signifikan. Keluarga yang ditinggalkan bakal memikul beban ekonomi yang lebih berat, terlebih jika sang korban adalah tiang ekonomi keluarga. “Di sisi lain, biaya untuk pengobatan di rumah sakit tidaklah ringan,” kata Edo.

Aturan Pelaksana

Menurut Rio, ada aspek lain yang memungkinkan UU No 22/2009 berpotensi gagal di lapangan. “Perlu aturan pelaksana yang jelas dan sosialisasi yang massif agar masyarakat memahami aturan lalu lintas jalan,” tegas Rio.

Dia mencontohkan, pentingnya aturan yang detail mengenai berapa decibel tingkat kebisingan yang dimaksud dalam UU No 22/2009. Lalu, kata dia, perlu dipertegas aturan mengenai konvoi kendaraan di jalan. ”Selain harus jelas, libatkan suara masyarakat pengguna jalan dalam penyusunan peraturan pelaksana UU tersebut,” harap Rio.

Tanpa melibatkan suara pengguna jalan, tegas dia, aturan yang dibuat pemerintah bakal tidak efektif. Potensi benturan bakal terbuka luas. Repotnya, kata Rio, benturan itu bisa antara pengguna jalan atau dengan aparat penegak hukum di jalan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Freddy Numberi menyatakan, pemerintah akan merampungkan peraturan pemerintah (PP) untuk UU No 22/2009 sebelum Juni 2010. Aturan pelaksana itu menjadi strategis untuk menopang implementasi UU tersebut agar berjalan mulus untuk mewujudkan lalu lintas yang aman, nyaman, dan selamat. (*)

3 thoughts on “Siaran Pers RSA: UU Lalin Berpotensi Gagal

  1. Hari Sabtu pagi yg lalu saya naik motor sendirian ke Bogor trus lanjut ke Ciapus. Sepanjang jalan Parung saya temui banyak sekali pengendara motor yang tidak pake helm, dan hanya sedikit sekali yang menyalakan lampu utama. Dari Bogor ke Ciapus lebih parah lagi, penduduk lokal umumnya tidak pake helm, apalagi nyalain lampu..waaah..langkaa!!
    Yup.., safety awareness masyarakat kita memang masih sangat rendah.

  2. memang kesadaran masyarakat masih jauh dari yang diharapkan, tapi yang perlu diperhatikan adalah masih banyak aparat2 yang nakal,,contohnya saja dalam pembuatan SIM banyak yang nyogok biar bisa dapat SIM,trus kalau ada pelanggaran lalin, bisa diajak damai, dari situ masyarakat udah males ngikutin aturan ini itu, slnya image aparat lalin kita udah jelek banget,,,saya sering liat banyak tuh aparat yang motornya ga ada spion lah, pake knalpot bising, nelpon sambil riding,, yang beri contoh ya paratnya juga masyarakatnya pasti ngikut lah,

  3. […] sebut saja ajakan aksi damai RSA (Road Safety Association) pada bulan Agustus 2010, dan juga bulan Mei 2010 yang lalu. Bahkan ada banyak lagi artikel-artikel ajakan yang lain, baik  dari ATPM atau lembaga […]

Leave a Reply