Edo Rusyanto: Diskusi Safety Riding Dimana Saja!

Gedung Sate Bandung. Sabtu 17 April 2010.

20 April 2010. Menarik juga bisa ikut di acara-nya Bro Edo Rusryanto yang kerap dan rajin menggelar acara Diskusi Safety Riding. Gelaran diskusi ini selalu ia lakukan dimana saja ketika ia lagi di Jakarta, ataupun saat diluar kota Jakarta. Kali ini penulis blog SL.com melihat sendiri dan bergabung di acara diskusi Safety Riding yang dipimpin oleh Edo dan dihadiri oleh klub dan komunitas motor di Bandung.

Acara diskusi Safety Riding yang berlangsung di kota  kembang ini, sejak  awal memang sudah dipersiapkan dan disusun oleh Bro Edo yang dikenal sangat aktif bersama sejumlah nama klub dan komunitas sepeda motor. Ia juga sangat aktif dalam organisasi LSM seperti Road Safety Association untuk mengkampanyekan, atau mensosialisasikan masalah-masalah tentang Safety Riding yang ditujukan bagi masyarakat luas.

Kiri-kanan: Edo Rusyanto dan Rio Winto

Ditengah kesibukan bro Edo sebagai seorang jurnalis dari media Inverstor Daily, ia juga memang kerap jalan berkeliling menghampiri sejumlah anak klub komunitas motor. Nah, disaat perjalanan test-ride motor TVS Apache RTR 160, bro Edo ternyata sudah merencanakan sejak jauh hari acara diskusi ini bersama rekan Bro Rio Winto dan Bro Andreas wartawan Majalah MOTORev. Selaku tuan rumah, Bro Andreas tampak sibuk wara-wiri mempersiapkan acara diskusi.

Acara yang dimaksud digelar pada malam Minggu di sebuah kedai bernama Kedai Getek, Bandung. Saat itu yang hadir sekitar 40-an bikers dan kemudian disusul dengan rekan bikers lainnya yang datang belakangan satu-persatu membuat ruangan kedai menjadi sempit.

Andreas MOTORev

“Kami hanya mengundang sekitar 50 orang bikers mengingat tempat ini memang kecil, namun jumlah ini rasanya sudah cukup memadai agar konsentrasi peserta yang hadir bisa lebih fokus soal Safety Riding. Mudah-mudahan diwaktu yang akan kita bisa bikin acara yang lebih besar lagi,” ujar Andreas yang terlihat banyak membantu bro Edo demi mensukseskan gelaran diskusi Safety Riding ini.

Diawali dengan pemutaran slide atau film tentang kecelakaan maut yang menimpa para pengendara sepeda motor, yang konon sudah sejak dulu pengendara motor memang sering jadi korban kecelakaan lalu-lintas, dan kabarnya jumlah korban paling tinggi dalam dunia kendaraan bermotor.

“Setidaknya melalui pemutaran film dan slide ini bisa membuat masyarakat menjadi jera, bahkan kalau perlu menjadi takut saat berkendara sepeda motor apalagi kalau mereka yang tidak pakai helm, dan atau tidak mematuhi peraturan lalu-lintas,” demikian kalimat pembuka dari bro Edo ketika ia mulai membahas soal diskusi Safety Riding. Setelah itu, bro Edo memberikan kesempatan kepada para hadirin untuk memberikan komentar dan tanya-jawab.

Kiri-kanan: Edo Rusyanto dan Andreas MotorRev

Tak terasa waktu jualah yang akhirnya harus diperhatikan. Hari semakin malam, namun disksusi Safety Riding tampaknya masih saja hangat.

Bahkan ada masukan positif yang bisa dijadikan bahan pertimbangan bagi penggiat Safety Riding. Namun demikian, yang paling penting adalah, ada gerakan sosialisasi Safety Riding, kampanye helm SNI, info UULAJ No. 22/2009 sudah dimulai oleh Edo dengan diskusi singkat.

Terasa sekalli manfaatnya, dimana para bikers yang hadir pada malam itu terdiri dari dua klub sepeda motor asal Bandung, yaitu klub MRC (Minerva Riders Club) dan Paguyuban Motor TVS Apache Bandung dimana mereka dapat merasakan langsung tentang perlunya kegiatan diskusi Safety Riding bagi setiap bikers.

“Saya suka dengan acara diskusi ini, karena terasa sekali kegunaaanya, agar kita para bikers selalu diingatkan pentingnya keamanan berkendara dengan baik, gak cuma naik motor, tapi bagaimana teknik kesemalatan yang dimulai dari diri sendiri,” demikian kalimat yang terucap dari Kang Yadi sebagai Ketua Paguyuban  TVS Apache Bandung.

Kiri-kanan: Kang Yadi (TVS Apache), Edo Rusyanto, Kang Deny (MRC)

“Saat ini yang punya motor TVS Apache di Bandung sudah banyak sekali. Waktu awalnya, paguyuban ini berjumlah 125 orang, tapi sekarang kami sudah lakukan evaluasi atau memperbaharui data anggota yang benar-benar mau aktif dalam paguyuban motor TVS Apache. Tercatat anggota aktif ada 42 orang. Kami punya kopdar tiap malam minggu di Gasibu. Untuk acara jambore TVS Apache bulan depan tanggal 28-30 Mei di kawasan Ciwedey atau Bandung. Acara ini akan dihadiri oleh seluruh klub motor TVS Apache se-Tanah Air. Hadir ya bro..,” tegas Kang Yadi.

PHOTO GALLERY

Please follow and like us:

Leave a Reply