Test Ride TVS Apache RTR 160

18 April 2010. Sebelumnya diucapkaan terima kasih banyak kepada PT TVS Motor Company Indonesia selaku ATPM motor TVS yang sudah memberikan kesempatan kepada SL.com selaku penulis blog ini untuk menjajal, sekaligus uji nyali motor TVS Apache RTR 160 (single disc) melalui kegiatan touring singkat dengan rute Jakarta-Bandung selama week-end Sabtu-Minggu 17-18 April 2010.

Bermula dari penampilan uji nyali freestylers di ajang TVS Apache Freestyler pada bulan lalu, akhirnya SL.com pun diberi kesempatan oleh perusahaan PT TVS Motor Company Indonesia (selanjutnya PT TVS) untuk menjajal, sekaligus ingin mendapatkan fakta-fakta tentang kelebihan,  ataupun sebaliknya tentang  kekurangan dari motor berkapasitas 160cc yang diproduksi dari negara India.

Kesempatan test-ride motor TVS Apache 160 RTR ini berlangsung mulus, zero accident. SL.com jalan bersama dengan bro Edo Rusyanto dan Rio Winto (keduanya dari media Investor Daily) yang juga naik motor TVS Apache RTR 160 dengan tahun produksi motor berbeda. Sedangkan sebagai motor pembanding, dan ini tak sengaja (kebetulan) ikut serta Honda Tiger tahun 2008 yang ditunggangi bro Ivan.

Rute saat hari pertama adalah Jakarta-Bogor-Puncak-Bandung, sedangkan rute pulang dihari kedua adalah Bandung-Lembang-Wanayasa-Padalarang-Cikampek-Jakarta. Nah, apakah bro and sis ingin tau bagaimana cerita selanjutnya? Kita tahan dulu, nantikan artikel berikutnya, sementara itu bahan tulisan lebih lengkap, atau touring report, serta foto-fotonya lagi disusun. Sabar ya.. 🙂

Test Ride TVS Apache RTR 160 (kiri kanan Rio, Stephen, dan Edo) diapit oleh staff PT TVS Motor Company Indonesia di depan penginapan Hotel ASTON Pasteur Bandung (Minggu 18 April 2010)
Danau Wanayasa Purwakarta. Kiri-kanan Stephen, Ivan, Rio dan Edo (Minggu 18 April 2010)

ALBUM PHOTO

Please follow and like us:

14 thoughts on “Test Ride TVS Apache RTR 160

  1. Nunggu RTR 180 nya aja ahhh 😀

  2. Mantab sekali Bro Stephen ,.. Sayang saya belum ada kesempatan bertemu bro. Secara ada undangan juga dari TVS, namun waktu yang tidak kompromi.

    Salam dari Bandung… Ditunggu review Apache-nya.

  3. Berdasarkan populasi dan segmentasi pasar, harus diakui bahwa Indonesia ini bukanlah negeri para biker, tapi komuter. Jadi jangan heran, kalau disandingkan antara bebek dengan motor batangan dengan harga yang sama plus segudang kecanggihan mesin motor batangan, konsumen tetap aja bakal milih bebek dengan segala kemudahan dan kepraktisannya. Bebek itu enak dibawa kemana saja, bisa buat bonceng keluarga/anak2 di depan dan belakang tanpa khawatir kaki anak kena mesin tegak, gampang nyangkutin belanjaan, bisa bawa beras, galon, hingga tabung elpiji. Gak perlu repot ngurusin dua busi, empat klep, radiator, monoshock dan segala tetek bengeknya yang bikin motor tambahribet, boros tapi larinya segitu2 juga.Dan diantara sekian banyak merek motor bebek, cuma HONDA yang teruji dan terpercaya, makanya populasinya paling banyak seantero nusantara. Kesimpulannya, bagaimanapun juga bebek HONDA lebih unggul diatas segalanya !

    • iya soalnya honda udh ad sejak jaman dulu, mngknx bnyak yg pake..
      coba dech TVS kluarnya barengan dg honda, kita liat mana yg lebih laku..

  4. masyarakat pengendara di indonesia adalah experienced-based competency, bukan training-based competency .. ga heran pengetahuan berkendara sangat lemah, boleh niy TVS bikin manuver dengan menyediakan sebuah panduan bagaimana cara berkendara yang aman-trampil-benar saat konsumen membeli produk TVS.

  5. hahahaha…jeng tyas ini comment nya dimanapun…selalu Honda terus.
    PSG nya Honda yaa…? minta no telponnya dong…hihihihi

  6. besar banget neh motor…..

  7. Rio Winto says:

    Sungguh menarik perjalanan test ride TVS Apache RTR 160 Jakarta-Bandung (PP). Motor tergolong lincah dan irit..Mantap Bro Steven, Bro Edo dan Bung Ivan..

    Salam.

  8. […] 20 April 2010. Sebagaimana teman-teman ketahui melalui posting artikel sebelumnya, bahwa SL.com telah melakukan test-ride motor TVS Apache 160 RTR yaitu touring pendek […]

  9. salam kenal bro. sy pk apache dd des 2009.sering pk jalan surabaya-malang-blitar (bolak-balik). pernah turing sendiri jogja-semarang-pantura (pergi rabu sore dr sby, pulang sampai ke sby kamis malam). performance motor ok no problem. top speed pernah–dan sering–133km/jam (tergantung kondisi lalu lintas dan alam). kl bensin pk premium susah naik top speed-nya, motor kyk ngeden. so kudu bensin oktan minimal 92. so far ok jg nih motor. sygnya bengkel resmi nggak banyak. tp krn di India sana TVS kerjasama dgn Suzuki, beberapa part bisa tuh pk punya motor2 jepang, no problemlah…bagusnya wait yg 180cc aja. pasti lebih mantap…salam…

    • jujur motor TVS Apache bagus.. butuh promosi dan jaringan dealer/bengkel yg lebih kenceng sesuai dengan karakternya yang doyan kenceng..

  10. […] mudah menggapainya. Gw pribadi sih di kisaran 90 kpj dalam penggunaan harian Bogor – Serpong. Om Stephen malah sanggup menaklukan 110 kpj pas turing. Dengar selentingan, traksi ban minim tidak terbukti. […]

  11. i louph tvs apache…dlu gw pke apache sd. Tp gw pngen yg apche 180 aja ahh…dah injeksi, cc lumayan gede..hehehe. Salam knal ya bro SL

  12. […] untuk pemakaian sehari-hari ataupun untuk acara touring. Karena SL.com penah riding TVS Apache saat Touring ke Bandung, dan juga touring di Minahasa Utara dan Minahasa Selatan, pengalaman waktu itu ada sedikit […]

Leave a Reply to Ikhsanuddin Cancel reply