Seberapa Penting ATPM Merangkul Klub & Komunitas?

31 Maret 2010. Coba anda perhatikan geliat ATPM di saat punya acara besar, sebagai contoh disaat acara “Lomba Adu Irit Honda Revo” Minggu 28 Maret 2010 yang lalu, pada saat itu pihak ATPM Honda melalui main dealer Honda DKI-Jakarta dan Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati sengaja mengundang atau mengajak kehadiran anak-anak klub dan komunitas motor Honda untuk ikut serta meramaikan acara tersebut.

Sebenarnya kejadian seperti ini berlaku pula untuk merek ATPM yang lain, contoh yang terlihat oleh SL.com disaat acara “ACHILLES Drift Battle Seri-I 2010” dimana PT TVS Motor Company Indonesia yang juga sebagai sponsor, melibatkan anak klub dan komunitas meramaikan acara TVS tersebut.

Loh.. bagaimana pula dengan merek ATPM yang lain? Jawabannya pasti sama, yaitu sudah banyak pihak ATPM saat ini kerap mengundang anak klub dan komunitas motor yang tidak lain bertujuan untuk meramaikan acara. Istilahnya, ATPM juga membutuhkan crowd, agar acara yang dimaksud lebih ramai. Jadi, seberapa perlu sih pihak ATPM merangkul anak klub dan komunitas? Sebagai referensi baca juga artikel ini.

Awal Berdirinya Sebuah Klub dan Komunitas Motor

Meroketnya penjualan motor di Tanah Air, maka tak dapat di sangkal kalau klub dan komunitas motor ikut tumbuh dengan subur, ibarat jamur yang lagi tumbuh subur di musim hujan. Maraknya penjualan motor dengan model terbaru disertai dengan berdirinya klub dan komunitas dari jenis merek motor, maka tidak ada salahnya jika klub komunitas motor dari brand ATPM ikut diundang.

Jika mau disimak lebih jauh, sebenarnya kehadiran klub dan komunitas motor kini bukan saja mewakili satu merek motor, tapi bisa mewakili dari beberapa brand ATPM. Contohnya saja klub dan komunitas dari perkantoran dan perumahan, dan semacamnya yang tidak lain mereka bisa berdiri karena memiliki tujuan yang sama, yaitu kebersamaan.

Awalnya klub dan komunitas motor disii oleh mereka sebagai para pemilik motor yang lagi maniak atas sebuah merek tertentu. Namun klub dan komunitas yang besar, ternyata mereka bukan saja pemilik motor, tetapi juga mereka bisa mengajak teman, pacar/istri ataupun keluarganya ikut bergabung sebagai anggota. Contohnya komunitas HTML (Honda Tiger Mailing List) yang memiliki anggota dunia maya mencapai 8 ribu subsriber. Sesungguhnya ada banyak anggota HTML di Honda-Tiger@yahoogroups.com bukanlah pemilik motor Honda Tiger, karena faktanya banyak member milis HTML tersebut yang non-Tiger.

Tak Ada Yang Terlambat Bagi ATPM

Sosok Member HTML (Honda Tiger Mailing List)

Kalau kita jeli melihat angka-angka seperti ini, sebenarnya ATPM Honda boleh bangga dengan HTML, artinya nama Honda Tiger sudah cukup keras berdendang melalui milis yang berjumlah 8 ribu orang. Persoalannya, tinggal bagaimana pihak ATPM melirik dan menjalin kerjasama yang memberikan solusi saling menguntungkan.

Well..  sebuah klub dan komunitas bukan hanya ajang nongkorng, kongkow atau tempat ngoprek mesin dan modifikasi, tetapi sebenarnya kehadiran klub dan komunitas memiliki arti dan manfaat yang sangat luas, dan bermanfaat, baik itu untuk anggota maupun untuk pihak produsen (industri). Tak ada kata yang terlambat, kalau benar ATPM ingin maju, serta mau berjalan bersama dengan konsumen yang diwakili klub dan komunitas, maka sebaiknya ATPM merangkul secara erat-erat klub dan komunitas motor.

Yang dimaksud dengan ATPM disini termasuk juga dengan industri terkait, antara lain industri pelumas, industri ban, industri asesories, industri helm dan sebagainya. Karena ada banyak manfaatnya jika sebuah klub dan komunitas dirangkul, terlebih jika para pengurus klub dan komunitas diberi kesempatan untuk menciptakan suatu kegiatan kreatif, seperti kunjungan ke pabrik, sosialisasi safety riding, tips berkendara, seminar, panel diskusi tentang lalu-lintas, UULAJ, dan juga technical workshop. Bahkan yang lebih menarik lagi ikut melibatkan klub dan komunitas di dalam program CSR-nya ATPM, antara lain baksos, gogreen, dan lain sebagainya.

Aneka ragam aktivitas internal dari klub dan komunitas juga bisa dipakai sebagai ajang dan tempat berbagi ilmu pengetahuan, masalah teknis, serta meningkatkan tingkat kesadaran akan tertib berlalu lintas. Bahkan memperkuat status atau independensi klub komunitas itu sendiri. Sebagai contoh, apa yang dilakukan HTML melalui legalitas usaha koperasi, bengkel AHASS, Safety Riding Course (SRC), dan program touring, dari situ saja sudah banyak pengetahuan yang bisa diperoleh.

Di satu sisi, pihak produsen dituntut untuk lebih jeli dan lebih paham melihat aktifitas seperti ini khususnya mereka yang telah menggunakan produknya. Bahkan, jika ada klub dan komunitas yang berdiri karena kumpulan motor lawas, maka paling tidak ATPM bisa menjaga loyalitas merek produk itu, apapun caranya karena ini menyangkut nama baik sebuah brand produk, baik yang lama atau sedang berjalan tetap saja nama brand harus dijaga.

Memberikan Pengaruh Besar

Kehadiran klub dan komunitas motor, baik disadari atau tidak, sebenarnya mampu memberikan suatu pengaruh yang besar terhadap industri dan pasar, yakni dapat meyakinkan sebuah merek yang digemari dan yang terbaik. Ini akan membuka peluang serta memperbesar penjualan produk baru.

Kepentingan yang utama adalah peningkatan brand (brand awareness) atas sebuah merek yang harus tetap diakui para oleh konsumen melalui klub dan komunitas. Sebagai contoh, lihat merek Bajaj asal negara India yang semula dinilai miring dan dianggap remeh karena mindset masyarakat terhadap merek Bajaj dikenal sebagai angkutan umum dan berasap putih, tetapi berkat pembentukan klub dan komunitas yang sangat kuat, ternyata Bajaj mampu memberikan pengaruh yang baik dalam penjualan sepeda motor di Tanah Air.

Yang pasti, kehadiran dari klub dan komunitas otomotif, sebenarnya sangat baik karena kehadiran mereka ikut mendukung nama brand itu sendiri. Pada umumnya, para anggota klub dan komunitas akan selalu mempertahankan dengan kuat, bagaimana kehebatan merek yang mereka pakai. Mereka pada umumnya sangat loyal, bersedia membagi pengalaman, sharing diantara sesama anggota, baik melalui dunia internet (milis, jejaring media sosial), atau acara kopdar (kopi darat). Yang pasti setiap komentar atau pun sharing mereka sangat penting dan ini mampu memberikan pengaruh bagi citra sebuah brand.

Oleh karena itu, maka tak heran lagi apabila pihak ATPM saat ini sudah banyak memulai dan menjalin hubungan baik dengan klub dan komunitas yang ada. Jika ada acara besar, pihak ATPM kini kerap mengundang para perwakilan dari masing-masing klub dan komunitas motor, bahkan  mereka diajak berkerjasama dalam hal bertugas, antara menjadi masrshall, VJ, captain road, sweeper, yang semuanya tak dimiliki oleh pihak EO.

Referensi artikel http://bataviase.co.id/node/144487


Please follow and like us:

3 thoughts on “Seberapa Penting ATPM Merangkul Klub & Komunitas?

  1. Betul sekali bro SL, ATPM sekarang tidak bisa lagi memandang sebelah mata sebuah klub/komunitas.Bisa diambil contoh ATPM2 mobil malahan ada yg sengaja biqin klub.

  2. nice inpo kang
    mohon izin share di langitberita.com
    taratengkyu kang …

  3. Ok banget, Honda juga sangat memperhatikan klub@nya, aq adl salah satu anggota club,kmi selalu diikut sertakan dalam berbagai acara, bahkan bisa show off kegiatan community kami di tiap acara yg digelar…I’m proud to be Honda Community

Leave a Reply