Pemenang Bosch Internet of Things Hackathon 2019

Bosch, perusahaan penyedia teknologi dan layanan global terkemuka menggelar babak final ‘Bosch IoT Hackathon 2019’ – kompetisi pengembangan Internet of Things (IoT) yang pertama kalinya di Indonesia, tepatnya di Bosch Branch Office, Experiential and Innovation Center, Surabaya pada Kamis 17 oktober 2019.

“Tujuan kompetisi ini adalah menumbuhkan, mempromosikan dan mendukung inovasi anak-anak muda yang cerdas digital dengan menantang mereka untuk mengembangkan solusi IoT menggunakan Bosch XDK,” jelas Managing Director Bosch di Indonesia, Andrew Powell.

Dari kiri ke kanan: Jochen Lorenz, Head of Business Development and Strategy of Bosch in Southeast Asia; Andrew Powell, Managing Director Bosch in Indonesia; Toto Suharto, Managing Director PT Robert Bosch Automotive

Bosch IoT 2019 merupakan upaya menemukan solusi lokal baru di bidang smart manufacturing, smart mobility, smart cities, smart agriculture dan aquaculture yang nantinya mampu memberi dampak positif bagi lingkungan dan sosial di masa yang akan datang.

Event Bosch IoT Hackathon 2019 terselenggara atas kerja sama dengan Kementerian Perindustrian, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Asosiasi IoT Indonesia, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung.

Sosialisai event ini dilakukan sejak bulan Mei 2019 ke berbagai universitas di Surabaya, Jakarta, dan Bandung. Terjaring ada 50 tim yang masing-masing tim terdiri dari 3 orang yang turut mengikuti event ini.

Pada puncak kompetisi Bosch IoT Hackathon 2019 kemarin, 10 tim mempresentasikan ide mereka. Beragam gagasan mereka antara lain sistem untuk memonitor pengolahan biji kopi, alat pakan ikan otomatis, sensor pendeteksi vibrasi dan suhu mesin pabrik, dan sistem pemetaan polusi udara perkotaan.

Para finalis Bosch IoT Hackathon 2019 memberikan presentasi

Para finalis memiliki waktu 24 jam untuk bekerja dengan para pakar industri dari Bosch untuk secara lebih lanjut mengembangkan model bisnis mereka sebelum sesi pemilihan pemenang. Tim pemenang berhak menerima anggaran proyek serta bekerja secara kolaboratif dengan Bosch guna mengevaluasi komersialisasi dan potensi pasar dari ide-ide mereka. Apabila menjanjikan, tim akan diundang menghadiri dan mempresentasikan proyek mereka di ajang Bosch Connected World 2020 di Berlin, Jerman.

Alat Bosch XDK yang digunakan tim peserta merup perangkat pembuat prototipe all-in-one untuk pemrograman dan konfigurasi yang cepat. Selama puncak kompetisi hackathon, seluruh finalis bekerja dengan dibekali Bosch XDK – platform pembuat prototipe berbasis sensor yang dilengkapi perangkat keras dan lunak untuk pemrograman dan konfigurasi yang cepat.

XDK menggabungkan beragam sensor MEMS dengan microcontroller. Prosesor ARM Cortex M3 mampu menganalisis, memproses dan mentransmisikan data sensor yang mereka butuhkan. XDK mudah dihubungkan dengan perangkat lain seperti PC atau perangkat seluler, melalui USB, Bluetooth® atau jaringan nirkabel. Karena ukurannya yang kecil – dan sudah termasuk baterai, XDK dapat dipasangkan pada objek dengan berbagai ukuran.

“Harapan kami, langkah awal Bosch ini dapat mendorong anak-anak muda Indonesia yang kreatif dan inovatif untuk mengeksplorasi solusi Indonesia yang unik, dan yang terpenting, mengubah ide-ide mereka menjadi solusi yang terhubung untuk masa depan.Dan kedepannya kami akan menjadikannya sebagai event tahunan.” pungkas Powell.

Pemenang Bosch Internet of Things Hackathon 2019
Karena begitu ketatnya persaingan di antara 5 finalis terpilih, dan semuanya memiliki ide yang cemerlang, akhirnya pihak dewan juri memutuskan untuk memilih 2 tim pemenang Bosch Internet of Things Hackathon 2019 yakni: kelompok Ceri dan Unafeed. Kedua kelompok ini memberikan solusi di bidang Smart Agriculture.

Please follow and like us:

Leave a Reply